Pemira Legislatif Sepi Pemilih, Parpol Harus Introspeksi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Kampus I, UINJKT Online - Gaung euforia Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif Pemira 2008 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Selasa, (2/12) kurang terasa. Hal tersebut karena sepinya mahasiswa yang namanya tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk menggunakan hak pilihnya. Sepinya pemilih, disebabkan kurang kreatifnya partai politik (parpol) dalam menawarkan program ke mahasiswa, sehingga mahasiswa menjadi apatis dan memilih menjadi golongan putih (golput). Sepinya pemilih seharusnya dapat dijadikan ajang bagi parpol untuk mengevaluasi program-programnya agar lebih kreatif dan aspiratif.

Golongan putih ialah sebutan bagi suatu komunitas yang enggan memilih dalam suatu pemilihan umum. Seperti Putri, mahasiswa Semester V Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) ini enggan memilih pada Pemira tahun 2008, dan memilih jalan-jalan atau yang biasa disebut hang out bersama teman-temannya ke Bintaro Plaza.

"Habisnya, Saya tidak tahu parpol mana yang harus saya pilih karena rata-rata programnya ngga jelas. Menurut saya, tidak ada satupun parpol yang mampu mengemban amanah mahasiswa dengan baik. Saya pikir tidak penting juga. Toh, Siapapun yang menang, saya juga tidak punya kepentingan apapun," ujarnya.

Berbeda dengan Putri, mahasiswa FDK lainnya, Sri Dewi Rahmadiyanti mengatakan, baik buruknya suatu program yang ditawarkan parpol tertentu tidak dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadi golput. Menurutnya, memilih dalam suatu ajang pemilu adalah kewajiban bagi setiap warga negara.

"Apalagi kita sebagai mahasiswa yang dikenal sebagai pelaku perubahan atau  agen of change. Dengan tidak memilih, rasanya sebutan itu kurang pantas disematkan pada kita. Karena, dengan mengikuti Pemira inilah kita dapat belajar berdemokrasi dan menyuarakan pendapat untuk menemukan perubahan itu," ungkap Yanti.

Dalam Pemira tahun 2008 ini, mahasiswa yang memiliki hak pilih tercatat sebanyak 13593.orang yang namanya tercantum dalam DPT yang dikeluarkan oleh KPU. Jumlah tersebut diperoleh dari rektorat berdasarkan jumlah mahasiswa yang telah melakukan daftar ulang untuk Tahun Akademik 2008/2009. Dari jumlah tersebut, tercatat 12.446 orang berasal dari 10 Fakultas Reguler dan 1147 yang berasal dari 8 Fakultas Non Reguler. "Jumlah ini belum termasuk mahasiswa yang belum melakukan daftar ulang" ungkap Sekretaris Jendral KPU Muhammad Abdul Idris saat ditemui UINJKT Online disekretariatnya, Student Centre, Rabu, (3/12)

 

Partai Politik Peserta pemilu legislatif terdiri atas Partai Intelektual Muslim (PIM), Partai Reformasi Mahasiswa (PARMA), Partai Progresif, Partai Boenga, dan Partai Persatuan Mahasiswa (PPM). Para peserta akan memperebutkan jumlah kursi yang telah dialokasikan KPU di 55 daerah pemilihan (dapil). Untuk Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas sebanyak 92 kursi, DPM Fakultas sebanyak 123 kursi, dan DPM Jurusan sebanyak 218 kursi.

Penyelenggaraan Pemilu Legislatif yang sepi peminat, lanjut Idris, sudah diprediksi sebelumnya oleh KPU. Hal tersebut sudah berlangung selama 9 tahun terakhir. Menurutnya, sebagian besar parpol, mahasiswa, dan media kampus yang menjadi stakeholder kesuksesan Pemira 2008 lebih memfokuskan perhelatan Pemilu Eksekutif yang akan digelar 4 November 2008.

“Termasuk kami sebagai penyelenggara pun memprioritaskan Pemilu Eksekutif sebagai sandaran indikator keberhasilan Pemira 2008. Indikator Keberhasilan Pemira 2008 ialah meningkatnya jumlah peminat dan pelaksanaan tahapan yang sesuai jadwal.  Meningkatnya jumlah peminat akan kita lihat dalam Pemilu Eksekutif. Tahun lalu, partisipasi pemilih mencapai sekitar 8000 orang. Jika tahun ini jumlahnya lebih besar, maka Pemira tahun ini sukses,” imbuhnya saat menutup wawancara. []

Pemira Legislatif Sepi Pemilih, Parpol Harus Introspeksi

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Kampus I, UINJKT Online - Gaung euforia Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif Pemira 2008 yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Selasa, (2/12) kurang terasa. Hal tersebut karena sepinya mahasiswa yang namanya tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk menggunakan hak pilihnya. Sepinya pemilih, disebabkan kurang kreatifnya partai politik (parpol) dalam menawarkan program ke mahasiswa, sehingga mahasiswa menjadi apatis dan memilih menjadi golongan putih (golput). Sepinya pemilih seharusnya dapat dijadikan ajang bagi parpol untuk mengevaluasi program-programnya agar lebih kreatif dan aspiratif.

Golongan putih ialah sebutan bagi suatu komunitas yang enggan memilih dalam suatu pemilihan umum. Seperti Putri, mahasiswa Semester V Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) ini enggan memilih pada Pemira tahun 2008, dan memilih jalan-jalan atau yang biasa disebut hang out bersama teman-temannya ke Bintaro Plaza.

"Habisnya, Saya tidak tahu parpol mana yang harus saya pilih karena rata-rata programnya ngga jelas. Menurut saya, tidak ada satupun parpol yang mampu mengemban amanah mahasiswa dengan baik. Saya pikir tidak penting juga. Toh, Siapapun yang menang, saya juga tidak punya kepentingan apapun," ujarnya.

Berbeda dengan Putri, mahasiswa FDK lainnya, Sri Dewi Rahmadiyanti mengatakan, baik buruknya suatu program yang ditawarkan parpol tertentu tidak dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadi golput. Menurutnya, memilih dalam suatu ajang pemilu adalah kewajiban bagi setiap warga negara.

"Apalagi kita sebagai mahasiswa yang dikenal sebagai pelaku perubahan atau  agen of change. Dengan tidak memilih, rasanya sebutan itu kurang pantas disematkan pada kita. Karena, dengan mengikuti Pemira inilah kita dapat belajar berdemokrasi dan menyuarakan pendapat untuk menemukan perubahan itu," ungkap Yanti.

Dalam Pemira tahun 2008 ini, mahasiswa yang memiliki hak pilih tercatat sebanyak 13593.orang yang namanya tercantum dalam DPT yang dikeluarkan oleh KPU. Jumlah tersebut diperoleh dari rektorat berdasarkan jumlah mahasiswa yang telah melakukan daftar ulang untuk Tahun Akademik 2008/2009. Dari jumlah tersebut, tercatat 12.446 orang berasal dari 10 Fakultas Reguler dan 1147 yang berasal dari 8 Fakultas Non Reguler. "Jumlah ini belum termasuk mahasiswa yang belum melakukan daftar ulang" ungkap Sekretaris Jendral KPU Muhammad Abdul Idris saat ditemui UINJKT Online disekretariatnya, Student Centre, Rabu, (3/12)

 

Partai Politik Peserta pemilu legislatif terdiri atas Partai Intelektual Muslim (PIM), Partai Reformasi Mahasiswa (PARMA), Partai Progresif, Partai Boenga, dan Partai Persatuan Mahasiswa (PPM). Para peserta akan memperebutkan jumlah kursi yang telah dialokasikan KPU di 55 daerah pemilihan (dapil). Untuk Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas sebanyak 92 kursi, DPM Fakultas sebanyak 123 kursi, dan DPM Jurusan sebanyak 218 kursi.

Penyelenggaraan Pemilu Legislatif yang sepi peminat, lanjut Idris, sudah diprediksi sebelumnya oleh KPU. Hal tersebut sudah berlangung selama 9 tahun terakhir. Menurutnya, sebagian besar parpol, mahasiswa, dan media kampus yang menjadi stakeholder kesuksesan Pemira 2008 lebih memfokuskan perhelatan Pemilu Eksekutif yang akan digelar 4 November 2008.

“Termasuk kami sebagai penyelenggara pun memprioritaskan Pemilu Eksekutif sebagai sandaran indikator keberhasilan Pemira 2008. Indikator Keberhasilan Pemira 2008 ialah meningkatnya jumlah peminat dan pelaksanaan tahapan yang sesuai jadwal.  Meningkatnya jumlah peminat akan kita lihat dalam Pemilu Eksekutif. Tahun lalu, partisipasi pemilih mencapai sekitar 8000 orang. Jika tahun ini jumlahnya lebih besar, maka Pemira tahun ini sukses,” imbuhnya saat menutup wawancara. []