Pemira 2008, Partai Progresif Wujudkan Pemerintahan Aspiratif

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kampus I, UINJKT Online - Dalam kampanye hari terakhir, Kamis, (27/11), Partai Progresif mengusung visi untuk mewujudkan student government yang jujur, aspiratif dan akomodatif. Dalam orasi, partai yang berbasis aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini berusaha menyadarkan peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terhadap pemerintahan mahasiswa yang terpilih nantinya.

“Kami menyadari student government belum berfungsi sebagaimana mestinya. Sekarang ini, ada disparitas antara lembaga-lembaga  student government  dengan mahasiswa. Presiden mahasiswa (Presma) terpilih harus membuat program yang mewakili sebagian besar keinginan mahasiswa,” ujar Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Progresif Rijal Assidiq saat ditemui UINJKT Online disela-sela kampanye. 

Partai progresif sendiri mengusung Imaduddin dan Abnan sebagai calon presiden dan wakil presiden BEMU 2008-2009. Menanggapi bergulirnya isu pembubaran student goverment yang akan berganti menjadi Senat Mahasiswa (SM), Rijal mengaku partainya tidak memiliki keuntungan dan pengaruh apapun. Namun, secara substansial, partainya melihat bahwa student government merupakan system demokrasi mahasiswa yang terbaik sebagai proses pendewasaan berpolitik. 

Rijal mengatakan, untuk menarik simpati mahasiswa dalam kampanye, partainya mengusung slogan “Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual, Progresif dalam Gerakan”. “Dengan slogan tersebut, diharapkan mahasiswa akan tertarik untuk memilih partai kami pada pemilu legislatif 2 Desember 2008, dan memilih calon Presma yang diusung partai pada pilpres tanggal 4 Desember 2008,” imbuhnya. 

Kampanye dipusatkan di samping gedung rektorat dengan pagelaran musik dan orasi. Mereka juga roadshow dari fakultas ke fakultas. “Aksi ini tidak untuk mengganggu mahasiswa, tapi demi menarik perhatian mahasiswa sekaligus ajang sosialisasi kami dalam merancang masa depan pemerintahan mahasiswa yang lebih baik,” ujarnya. [Luthfi Destianto/Nif/Ed]

Pemira 2008, Partai Progresif Wujudkan Pemerintahan Aspiratif

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kampus I, UINJKT Online - Dalam kampanye hari terakhir, Kamis, (27/11), Partai Progresif mengusung visi untuk mewujudkan student government yang jujur, aspiratif dan akomodatif. Dalam orasi, partai yang berbasis aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini berusaha menyadarkan peran mahasiswa sebagai kontrol sosial terhadap pemerintahan mahasiswa yang terpilih nantinya.

“Kami menyadari student government belum berfungsi sebagaimana mestinya. Sekarang ini, ada disparitas antara lembaga-lembaga  student government  dengan mahasiswa. Presiden mahasiswa (Presma) terpilih harus membuat program yang mewakili sebagian besar keinginan mahasiswa,” ujar Sekretaris Jendral (Sekjen) Partai Progresif Rijal Assidiq saat ditemui UINJKT Online disela-sela kampanye. 

Partai progresif sendiri mengusung Imaduddin dan Abnan sebagai calon presiden dan wakil presiden BEMU 2008-2009. Menanggapi bergulirnya isu pembubaran student goverment yang akan berganti menjadi Senat Mahasiswa (SM), Rijal mengaku partainya tidak memiliki keuntungan dan pengaruh apapun. Namun, secara substansial, partainya melihat bahwa student government merupakan system demokrasi mahasiswa yang terbaik sebagai proses pendewasaan berpolitik. 

Rijal mengatakan, untuk menarik simpati mahasiswa dalam kampanye, partainya mengusung slogan “Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual, Progresif dalam Gerakan”. “Dengan slogan tersebut, diharapkan mahasiswa akan tertarik untuk memilih partai kami pada pemilu legislatif 2 Desember 2008, dan memilih calon Presma yang diusung partai pada pilpres tanggal 4 Desember 2008,” imbuhnya. 

Kampanye dipusatkan di samping gedung rektorat dengan pagelaran musik dan orasi. Mereka juga roadshow dari fakultas ke fakultas. “Aksi ini tidak untuk mengganggu mahasiswa, tapi demi menarik perhatian mahasiswa sekaligus ajang sosialisasi kami dalam merancang masa depan pemerintahan mahasiswa yang lebih baik,” ujarnya. [Luthfi Destianto/Nif/Ed]