Pemira 2008, PARMA Usung Perubahan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Kampus I, UINJKT Online – Partai Refomasi Mahasiswa (PARMA) bertekad merebut kembali kepemimpinan student government UIN Jakarta tahun 2008-2009 dengan menawarkan perubahan. PARMA menilai, selama dua tahun belakangan ini, student goverment UIN Jakarta mandul alias tidak berjalan efektif. 


”Selama dua tahun ini student government sangat tertutup dan tidak aspiratif terhadap kepentingan mahasiswa. Kegiatan yang ada hanya seremonial,  tidak mengikuti kebutuhan dan keinginan rakyat mahasiswa,” tegas Aditya Prana, Calon Presiden BEMU dari PARMA saat menyampaikan orasi di atas panggung yang berdiri di depan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Selasa (25/11).


Untuk mengatasi kegagalan student goverment dua periode lalu, Adit demikian ia biasa disapa, berjanji akan memaksimalkan kinerja BEMU dan menggelar beragam kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Adit pun berjanji akan membangun koordinasi yang baik dengan DPMU dan KMU sebagai mitra BEMU.

Adit yang maju sebagai Capres didampingi Cawapres Fadlika Fathurahman dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST), mengajak mahasiswa UIN Jakarta memilih PARMA yang bernomor urut 4. ”Ingat tanggal 4 coblos nomor 4,” kata Adit disambut riuh rendah para pendukungnya.


Ka
mpanye PARMA dimulai dari depan halaman FITK menuju FST, dilanjutkan menuju Fakultas Psikologi dan FKIK di Kampus II. Mereka membawa sejumlah atribut yang bertuliskan Partai Reformasi Mahasiwa, Menggalang Kebersamaan Menggapai Perubahan.

Dari pantauan UINJKT Online di sejumlah fakultas, secara umum orasi para kader PARMA mengajak semua mahasiwa untuk bersatu meluruskan demokrasi yang selama ini tidak berjalan efektif dan efisien dan melanjutkan reformasi. [Hamzah/Nif/Ed]

 

Pemira 2008, PARMA Usung Perubahan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Kampus I, UINJKT Online – Partai Refomasi Mahasiswa (PARMA) bertekad merebut kembali kepemimpinan student government UIN Jakarta tahun 2008-2009 dengan menawarkan perubahan. PARMA menilai, selama dua tahun belakangan ini, student goverment UIN Jakarta mandul alias tidak berjalan efektif. 


”Selama dua tahun ini student government sangat tertutup dan tidak aspiratif terhadap kepentingan mahasiswa. Kegiatan yang ada hanya seremonial,  tidak mengikuti kebutuhan dan keinginan rakyat mahasiswa,” tegas Aditya Prana, Calon Presiden BEMU dari PARMA saat menyampaikan orasi di atas panggung yang berdiri di depan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Selasa (25/11).


Untuk mengatasi kegagalan student goverment dua periode lalu, Adit demikian ia biasa disapa, berjanji akan memaksimalkan kinerja BEMU dan menggelar beragam kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Adit pun berjanji akan membangun koordinasi yang baik dengan DPMU dan KMU sebagai mitra BEMU.

Adit yang maju sebagai Capres didampingi Cawapres Fadlika Fathurahman dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST), mengajak mahasiswa UIN Jakarta memilih PARMA yang bernomor urut 4. ”Ingat tanggal 4 coblos nomor 4,” kata Adit disambut riuh rendah para pendukungnya.


Ka
mpanye PARMA dimulai dari depan halaman FITK menuju FST, dilanjutkan menuju Fakultas Psikologi dan FKIK di Kampus II. Mereka membawa sejumlah atribut yang bertuliskan Partai Reformasi Mahasiwa, Menggalang Kebersamaan Menggapai Perubahan.

Dari pantauan UINJKT Online di sejumlah fakultas, secara umum orasi para kader PARMA mengajak semua mahasiwa untuk bersatu meluruskan demokrasi yang selama ini tidak berjalan efektif dan efisien dan melanjutkan reformasi. [Hamzah/Nif/Ed]