Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Peminat masuk UIN Jakarta yang dibuka melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN) jumlahnya kini mencapai lebih dari 7.000 peserta. Angka tersebut diperoleh berdasarkan data mutakhir yang dirilis Humas UIN Jakarta per 23 Maret 2018 pukul 17.01.

Pendaftaran jalur SPAN PTKIN hingga kini masih berlangsung dan akan berakhir pada 29 Maret mendatang. Penerimaan mahasiswa baru UIN Jakarta yang dibuka melalui jalur ini menawarkan sedikitnya 25 program studi keagamaan dengan total kuota sebesar 1.860 kursi.

“Sejak dibuka pada 1 Maret lalu, peminat masuk UIN Jakarta dijalur ini terus meningkat. Data terakhir menyebutkan angka riilnya mencapai hingga 74.388 peserta. Padahal kuota yang disediakan tak lebih dari 1.800 kursi. Jadi, cukup ketat juga persaingannya,” kata Kepala Humas UIN Jakarta kepada BERITA UIN Online di ruang kerjanya, Selasa (27/3/2018).

Feni mengatakan, SPAN PTKIN adalah jalur masuk UIN Jakarta dan perguruan tinggi Islam negeri lain di bawah Kementerian Agama. Jalur ini mendasarkan kepada kemampuan atau prestasi siswa melalui rapor kelas 10-11 di sekolah. Meski tanpa seleksi tertulis, jalur ini tetap menggunakan mekanisme dalam penentuan kelulusannya.

“Mekanismenya setiap berkas masuk akan diseleksi oleh panitia pusat yang berkantor di UIN Makassar, Sulawesi Selatan. Setiap peminat di masing-masing PTKIN akan diseleksi berdasarkan peringkat nilai paling tinggi sesuai kuota tersedia,” jelasnya.

Pada data pendaftar yang memilih UIN Jakarta, peminat terbesar masih berada di Program Studi Perbankan Syariah dengan total 9.324 peserta (kuota 55 kursi). Disusul Program Studi Ekonomi Syariah dengan total peminat mencapai 7.887 peserta (kuota 55 kursi) dan Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam dengan 5.905 peserta (165 kursi).(ns)