Peminat Jalur PMDK Capai 1.208 Peserta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Akademik, BERITA UIN Online - Persaingan masuk perguruan tinggi negeri semakin ketat. Untuk itu, perguruan tinggi-perguruan tinggi mencari berbagai terobosan untuk mendapatkan calon-calon mahasiswa/i unggulan. Demikian pula yang dilakukan UIN Jakarta.

Untuk menjaring dan menyaring calon-calon mahasiswa yang berbobot, UIN Jakarta menyelenggarakan seleksi Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) selama hampir sebulan, yakni dari 1-26 Februari 2011.

Dari hasil  seleksi tersebut,  terdapat 1.208  peserta yang ikut serta dalam seleksi. “Sebenarnya yang mendaftar lebih dari jumlah itu, namun hingga masa akhir pendaftaran terdapat 1.208 peserta yang membayar,” ujar Kasubbag Kerjasama Kuswara  di ruang kerjanya, Rabu (2/3).

Menurutnya, dari 1.208 peserta yang ikut seleksi PMDK, mayoritas calon lulusan berasal dari Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Negeri dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN). “Dari SMAN ada 516 orang, MA Negeri (MAN) ada 272 orang. Paling sedikit dari pesantren,” katanya.

Para  peserta yang ikut seleksi PMDK 2011 ini berasal dari pelbagai SMA dan MA, serta pesantren seluruh Indonesia. “Ada yang dari Medan, Padang, Kalimantan, Jawa Barat, Papua, dan sebagainya. Tentunya yang terbanyak dari Jakarta,” sambung dia.

Lebih lanjut Kuswara mengungkapkan, seperti tahun yang lalu program studi (Prodi) Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) merupakan Prodi yang paling banyak diminati.

“Prodi Pendidikan Kedokteran paling banyak peminatnya, yakni 168 peserta. Disusul Prodi Perbankan Syari’ah, Akuntasi, Psikologi, Pendidikan Bahasa Inggris, dan Teknik Informatika, dengan masing-masing berkisar  60-70 peserta,” tambah Kuswara.

Hasil pengumuman seleksi ini akan diumumkan pada 19 Maret 2011. Bagi mereka yang tidak lulus seleksi PMDK dapat mengikuti seleksi SNMPTN, SNMPTAIN, dan Ujian Mandiri. “Kalau PMDK tidak lulus, bisa ikut seleksi yang lain,“ tandasnya. (dina)