Ruang Diorama, BERITA UIN Online – “Seperti pada tahun sebelumnya,  UIN Jakarta menerapkan enam jenis seleksi, baik yang di inisasi oleh UIN Jakarta sendiri maupun yang melibatkan Kemenristekdikti dan Kemenag RI. Keenam jalur tersebut meliputi SNMPTN (Seleksi Nasonal Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri), SPAN – PTKIN (Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri), UM-PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri), SPMB Mandiri (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Mandiri), dan terakhir Seleksi Penerimaan Mahasswa Baru Jalur Kerjasama/Beasiswa BLU.”

Demikian, disampaikan Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA, saat menyampaikan laporan rektor pada Rapat Pleno Senat ke 11. Bertempat di Ruang Diorama, Senin (06/02).

Hadir mendampingi rektor, para wakil rektor, para kepala biro, kepala lembaga, dan tamu undangan. Selain itu, hadir pula Ketua Senat Universitas beserta Wakil Senat, dan anggota senat universitas UIN Jakarta.

Dalam penyampaiannya, rektor mengatakan bahwa kuantitas pendaftar calon mahasiswa baru melalui keenam jalur masuk tersebut terus mengalami peningkatan yang signifikan.

“Melihat tingginya peminat kuliah di UIN Jakarta, tidak lantas mengurangi standar kualitas kelulusan untuk bisa masuk dan menjadi mahasiswa UIN Jakarta,” tandas rektor.

Ditambahkannya, bahwa panitia kelulusan mahasiswa baru UIN Jakarta tetap memperhatikan kualitas akademik dan non-akademik calon mahasiswa, rekam jejak sekolah asal, dan rambu-rambu penerimaan mahasiswa baru yang berlaku secara nasional.

Sebagai informasi, data penerimaan mahasiswa baru di UIN Jakarta pada setiap tahunnya meningkat. Jika dibandingkan dengan penerimaan mahasiswa baru dua tahun sebelumnya, maka terlihat trend kenaikan pada setiap tahunnya. Jika pada tahun 2014 dan 2015 UIN Jakarta memiliki 91.574 peminat, dan 107.393 peminat, di tahun 2016 ini UIN Jakarta memiliki 127.244 peminat. (lrf/sf)

 

Share This