Pemikiran Said Nursi Patut Menjadi Teladan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

FITK, UIN Online Duta Besar Turki untuk Indonesia Ali Qotioz mengatakan, pemikiran Badiuzzaman Said Nursi (1876-1960) patut menjadi teladan umat Islam. Salah satu pemikirannya yang patut diteladani adalah idenya mengenai pembaharuan pendidikan Islam di Turki dan dunia.

Hal itu disampaikan Ali Qotioz pada seminar Internasional bertema “Pengembangan Sistem Pendidikan Islam dan Bahasa Arab Menurut Said Nursi” yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (PBA-FITK) dan Yayasan Nur Semesta Ciputat bekerjasama dengan The Istanbul Foundation for Science and Culture di Ruang Teater lantai tiga (FITK), Senin (17/5).

Ali Qotioz menegaskan, Said Nursi merupakan sosok yang banyak berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam di dunia. “Said Nursi adalah ulama yang cukup disegani, bahkan patut menjadi teladan. Pengaruh Nursi cukup luas. Setiap malam selalu ada kajian-kajian tentang pemikiran-pemikiran Said Nursi yang diikuti ratusan orang,“ katanya.

Ia menambahkan,  buku karangan Said Nursi termasuk buku garda depan yang harus dikaji, diselami, dan diambil hikmah kearifan untuk disemai dalam realitas kehidupan. Hal ini dapat dilihat dari banyak ulama maupun pemikir Islam yang menerjemahkan buku-buku Said Nursi ke dalam berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, dan Indonesia.

“Buku monumental karangan Said Nursi mengedepankan toleransi dan dalam merajut kehidupan tidak mencelakakan hati manusia bahkan merangkul dan membimbing manusia ke jalan yang benar,” ujarnya.

Senada dengan Qotioz, perwakilan dari Kedubes Iran Ihsan Qosim Sholihi menilai, pemikiran Nursi membawa pengaruh tidak hanya dalam bidang pendidikan, tapi dalam berbagai bidang antara lain tasawuf, akidah, ilmu kalam, sejarah, dan bahasa.

”Nursi merupakan sosok yang memiliki perhatian besar terhadap perdamaian dan kemajuan pendidikan di dunia. Bagi Nursi, berdakwah dengan pena dan lidah adalah lebih baik. ia menjadikan al-Qur’an sebagai barometer di setiap langkahnya,” tandasnya.

Ia menambahkan, Nursi dikenal sebagai tokoh pembaharu Islam di Turki yang berfikiran modern dan moderat. Dalam perjalanan intelektualnya, Nursi telah menelurkan ide-ide dan konsep yang mengintegrasikan antara pendidikan agama dan sekuler.

”Nursi hidup di zaman sains dan logika mengambil peran penting. Saat itu ia khawatir akan muncul ketidakseimbangan bila pendidkan agama dan sains modern tidak diintegrasikan. Atas usahanya itu pula, para pelajar di sekolah modern di Turki dapat dilindungi dari kekufuran dan sikap fanatisme,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FITK Dr Nurlena Rifai, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr Muhbib Abdul Wahab, Pengurus Yayasan Nur Semesta Hasbi Sen MHum, Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab FITK Dr Ahmad Dardiri, para dosen, dan sejumlah mahasiswa. [] Muhammad Nurdin

Pemikiran Said Nursi Patut Menjadi Teladan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

FITK, UIN Online Duta Besar Turki untuk Indonesia Ali Qotioz mengatakan, pemikiran Badiuzzaman Said Nursi (1876-1960) patut menjadi teladan umat Islam. Salah satu pemikirannya yang patut diteladani adalah idenya mengenai pembaharuan pendidikan Islam di Turki dan dunia.

Hal itu disampaikan Ali Qotioz pada seminar Internasional bertema “Pengembangan Sistem Pendidikan Islam dan Bahasa Arab Menurut Said Nursi” yang diselenggarakan Jurusan Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (PBA-FITK) dan Yayasan Nur Semesta Ciputat bekerjasama dengan The Istanbul Foundation for Science and Culture di Ruang Teater lantai tiga (FITK), Senin (17/5).

Ali Qotioz menegaskan, Said Nursi merupakan sosok yang banyak berkontribusi dalam pengembangan pendidikan Islam di dunia. “Said Nursi adalah ulama yang cukup disegani, bahkan patut menjadi teladan. Pengaruh Nursi cukup luas. Setiap malam selalu ada kajian-kajian tentang pemikiran-pemikiran Said Nursi yang diikuti ratusan orang,“ katanya.

Ia menambahkan,  buku karangan Said Nursi termasuk buku garda depan yang harus dikaji, diselami, dan diambil hikmah kearifan untuk disemai dalam realitas kehidupan. Hal ini dapat dilihat dari banyak ulama maupun pemikir Islam yang menerjemahkan buku-buku Said Nursi ke dalam berbagai bahasa seperti Arab, Inggris, dan Indonesia.

“Buku monumental karangan Said Nursi mengedepankan toleransi dan dalam merajut kehidupan tidak mencelakakan hati manusia bahkan merangkul dan membimbing manusia ke jalan yang benar,” ujarnya.

Senada dengan Qotioz, perwakilan dari Kedubes Iran Ihsan Qosim Sholihi menilai, pemikiran Nursi membawa pengaruh tidak hanya dalam bidang pendidikan, tapi dalam berbagai bidang antara lain tasawuf, akidah, ilmu kalam, sejarah, dan bahasa.

”Nursi merupakan sosok yang memiliki perhatian besar terhadap perdamaian dan kemajuan pendidikan di dunia. Bagi Nursi, berdakwah dengan pena dan lidah adalah lebih baik. ia menjadikan al-Qur’an sebagai barometer di setiap langkahnya,” tandasnya.

Ia menambahkan, Nursi dikenal sebagai tokoh pembaharu Islam di Turki yang berfikiran modern dan moderat. Dalam perjalanan intelektualnya, Nursi telah menelurkan ide-ide dan konsep yang mengintegrasikan antara pendidikan agama dan sekuler.

”Nursi hidup di zaman sains dan logika mengambil peran penting. Saat itu ia khawatir akan muncul ketidakseimbangan bila pendidkan agama dan sains modern tidak diintegrasikan. Atas usahanya itu pula, para pelajar di sekolah modern di Turki dapat dilindungi dari kekufuran dan sikap fanatisme,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan FITK Dr Nurlena Rifai, Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr Muhbib Abdul Wahab, Pengurus Yayasan Nur Semesta Hasbi Sen MHum, Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab FITK Dr Ahmad Dardiri, para dosen, dan sejumlah mahasiswa. [] Muhammad Nurdin