Pembacaan Sajak Karya Goethe di FAH

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

FSH, UINJKT Online — Goethe merupakan sastrawan Jerman yang banyak terpengaruh puisi-puisi sufistik seperti karya-karya Jalaluddin Rumi. Kali ini puisi-puisi Goethe dibacakan di Fakultas Adab dan Humaniora, Selasa (24/3), dalam seminar dan pembacaan sajak-sajak karya Johann Wolfgang Van Goethe. Acara ini, bertujuan untuk mencari titik temu antara Islam dan Barat melalui karya-karya Goethe.

Acara diawali dengan pembacaan puisi karya Goethe oleh Berthold Damshauser, dosen Bahasa Indonesia Universitas Bonn, Jerman, dan Agus R. Sarjono, penyair dan Redaktur majalah sastra Horison. Keduanya membacakan pusi karya Goethe, baik semasa remaja maupun setelah dewasa.

Setelah pembacaan puisi giliran Jamal D Rahman, Pemimpin Redaksi Horison, berbicara tentang karya Goethe dilihat dari perspektif Islam.

“Kita patut berterima kasih pada Goethe, karena pada abad ke-18 di mana para pemikir dari Barat kebanyakan melihat sebelah mata pada Timur. Tapi, Goethe mengangkat citra Timur atau Islam lebih tinggi melalui karya-karyanya,” jelas Jamal.

Pertanyaan apakah al-Quran abadi, tambah Jamal, merupakan indikasi bahwa Goethe memahami ilmu kalam dan hal-hal yang diperdebatkan para pemikir-pemikir Islam pada abad ke-8 Masehi.

Senada dengan Jamal, Berthold berpendapat, Goethe sangat mengapresiasi dengan sangat terbuka terhadap Islam.

Seminar yang diadakan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab ini, bekerjasama dengan Goethe Institute serta didukung Majalah Sastra Horison dan Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Jakarta.*

 

 

Pembacaan Sajak Karya Goethe di FAH

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriani

FSH, UINJKT Online — Goethe merupakan sastrawan Jerman yang banyak terpengaruh puisi-puisi sufistik seperti karya-karya Jalaluddin Rumi. Kali ini puisi-puisi Goethe dibacakan di Fakultas Adab dan Humaniora, Selasa (24/3), dalam seminar dan pembacaan sajak-sajak karya Johann Wolfgang Van Goethe. Acara ini, bertujuan untuk mencari titik temu antara Islam dan Barat melalui karya-karya Goethe.

Acara diawali dengan pembacaan puisi karya Goethe oleh Berthold Damshauser, dosen Bahasa Indonesia Universitas Bonn, Jerman, dan Agus R. Sarjono, penyair dan Redaktur majalah sastra Horison. Keduanya membacakan pusi karya Goethe, baik semasa remaja maupun setelah dewasa.

Setelah pembacaan puisi giliran Jamal D Rahman, Pemimpin Redaksi Horison, berbicara tentang karya Goethe dilihat dari perspektif Islam.

“Kita patut berterima kasih pada Goethe, karena pada abad ke-18 di mana para pemikir dari Barat kebanyakan melihat sebelah mata pada Timur. Tapi, Goethe mengangkat citra Timur atau Islam lebih tinggi melalui karya-karyanya,” jelas Jamal.

Pertanyaan apakah al-Quran abadi, tambah Jamal, merupakan indikasi bahwa Goethe memahami ilmu kalam dan hal-hal yang diperdebatkan para pemikir-pemikir Islam pada abad ke-8 Masehi.

Senada dengan Jamal, Berthold berpendapat, Goethe sangat mengapresiasi dengan sangat terbuka terhadap Islam.

Seminar yang diadakan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab ini, bekerjasama dengan Goethe Institute serta didukung Majalah Sastra Horison dan Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) UIN Jakarta.*