Pembaca Mulai Tinggalkan Media Cetak

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung FIDKOM, UIN Online – Media cetak kini diindikasikan mulai banyak ditinggalkan pembacanya setelah muncul sejumlah media elektronik yang menyajikan beragam informasi. Bahkan, karena sulitnya iklan, tak sedikit media cetak yang mengalami kolaps alias gulung tikar.

“Di Amerika kini mulai ada kecenderungan pembaca mulai meninggalkan media cetak. Mereka lebih memilih media elektronik, yang selain praktis juga gratis,” kata Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidkom) saat membuka pelatihan jurnalistik mahasiswa dan lomba pidato di Ruang Teater Gedung Fidkom Lantai II, Rabu (21/10).

Meski belum ada penelitian secara serius, masyarakat Amerika diterangai telah banyak yang meninggalkan media cetak dan beralih ke media elektronik, seperti tv, radio, dan internet, untuk mendapatkan informasi. Meski Amerika negara maju dan masyarakatnya memiliki daya beli tinggi, namun hal itu tidak membuat media cetak laris.

“Dalam hal informasi, media elektronik lebih unggul karena dapat disajikan secara cepat. Hal ini yang kemudian membuat masyarakat Amerika malas membaca koran sehingga media cetak banyak kolaps,” paparnya.

Di Indonesia, menurut Arief, kecenderungan pembaca beralih ke media elektronik, khususnya internet, memang belum terlihat secara signifikan. Hal ini dikarenakan akses masyarakat ke internet masih sedikit. “Internet kebanyakan hanya diakses oleh masyarakat perkotaan, sementara masyarakat yang tinggal di perdesaan masih jarang,” ujarnya.

Pelatihan jurnalistik yang digelar Konsentrasi Jurnalistik bekerja sama dengan Laboratorium Fidkom ini diikuti sekitar 60 peserta. Tujuan pelatihan di antaranya untuk meningkatkan keterampilan di bidang ilmu jurnalistik, khususnya tulis menulis.

“Kegiatan ini sebagai bekal tambahan selain perkuliahan di kelas,” kata Ketua Konsentrasi Jurnalistik, Suhaimi MSi. Kegiatan antara lain diisi dengan materi tenik penulisan berita dan wawancara. (ns)

Pembaca Mulai Tinggalkan Media Cetak

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung FIDKOM, UIN Online – Media cetak kini diindikasikan mulai banyak ditinggalkan pembacanya setelah muncul sejumlah media elektronik yang menyajikan beragam informasi. Bahkan, karena sulitnya iklan, tak sedikit media cetak yang mengalami kolaps alias gulung tikar.

“Di Amerika kini mulai ada kecenderungan pembaca mulai meninggalkan media cetak. Mereka lebih memilih media elektronik, yang selain praktis juga gratis,” kata Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidkom) saat membuka pelatihan jurnalistik mahasiswa dan lomba pidato di Ruang Teater Gedung Fidkom Lantai II, Rabu (21/10).

Meski belum ada penelitian secara serius, masyarakat Amerika diterangai telah banyak yang meninggalkan media cetak dan beralih ke media elektronik, seperti tv, radio, dan internet, untuk mendapatkan informasi. Meski Amerika negara maju dan masyarakatnya memiliki daya beli tinggi, namun hal itu tidak membuat media cetak laris.

“Dalam hal informasi, media elektronik lebih unggul karena dapat disajikan secara cepat. Hal ini yang kemudian membuat masyarakat Amerika malas membaca koran sehingga media cetak banyak kolaps,” paparnya.

Di Indonesia, menurut Arief, kecenderungan pembaca beralih ke media elektronik, khususnya internet, memang belum terlihat secara signifikan. Hal ini dikarenakan akses masyarakat ke internet masih sedikit. “Internet kebanyakan hanya diakses oleh masyarakat perkotaan, sementara masyarakat yang tinggal di perdesaan masih jarang,” ujarnya.

Pelatihan jurnalistik yang digelar Konsentrasi Jurnalistik bekerja sama dengan Laboratorium Fidkom ini diikuti sekitar 60 peserta. Tujuan pelatihan di antaranya untuk meningkatkan keterampilan di bidang ilmu jurnalistik, khususnya tulis menulis.

“Kegiatan ini sebagai bekal tambahan selain perkuliahan di kelas,” kata Ketua Konsentrasi Jurnalistik, Suhaimi MSi. Kegiatan antara lain diisi dengan materi tenik penulisan berita dan wawancara. (ns)