Pelajar SMA Ikuti Pelatihan Menulis Cerpen

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Ekawati

Aula Madya, UINJKT Online – Sebanyak 50 pelajar MTs, SMU, dan SMK di Ciputat mengikuti pelatihan menulis cerita pendek atau cerpen di Aula Madya, Senin (11/5). Acara yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J) Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini menghadirkan narasumber Naning Pranoto dari Rayakultura. 

Menurut Naning, sesuai perkembangan zaman, dunia penulisan banyak melahirkan penulis muda berbakat. Jenis-jenis cerpen seperti cheeklit dan teenlit tengah menjadi primadona. Namun hal ini juga menjadi satu kelemahan, di mana penulis pemula seringkali hanya menelurkan dua sampai tiga karya.

“Menulis itu harus dengan hati. Dan menurut Albert Einstein, konon, imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan terbatas, namun imajinasi melingkupi dunia,” jelasnya.

Naning menuturkan, untuk bisa menulis cerpen, penguasaan dalam meramu judul dan isi sangat menentukan, apakah tulisan itu layak dipublikasikan atau tidak. Karena itu, ia menyarankan agar para penulis pemula tidak menulis karena tren semata, tetapi karena hati.

Pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta. Mereka banyak menanyakan tentang kiat-kiat menulis cerpen dan cara-cara mengirimkannya ke media.  Pelatihan ditutup dengan penyerahan buku secara simbolik yang disumbangkan kepada perpustakaan sekolah masing-masing peserta, termasuk sumbangan untuk sejumlah fakultas di UIN Jakarta.

 

Pelajar SMA Ikuti Pelatihan Menulis Cerpen

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Ekawati

Aula Madya, UINJKT Online – Sebanyak 50 pelajar MTs, SMU, dan SMK di Ciputat mengikuti pelatihan menulis cerita pendek atau cerpen di Aula Madya, Senin (11/5). Acara yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan (BEM-J) Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini menghadirkan narasumber Naning Pranoto dari Rayakultura. 

Menurut Naning, sesuai perkembangan zaman, dunia penulisan banyak melahirkan penulis muda berbakat. Jenis-jenis cerpen seperti cheeklit dan teenlit tengah menjadi primadona. Namun hal ini juga menjadi satu kelemahan, di mana penulis pemula seringkali hanya menelurkan dua sampai tiga karya.

“Menulis itu harus dengan hati. Dan menurut Albert Einstein, konon, imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan terbatas, namun imajinasi melingkupi dunia,” jelasnya.

Naning menuturkan, untuk bisa menulis cerpen, penguasaan dalam meramu judul dan isi sangat menentukan, apakah tulisan itu layak dipublikasikan atau tidak. Karena itu, ia menyarankan agar para penulis pemula tidak menulis karena tren semata, tetapi karena hati.

Pelatihan ini mendapat sambutan antusias dari para peserta. Mereka banyak menanyakan tentang kiat-kiat menulis cerpen dan cara-cara mengirimkannya ke media.  Pelatihan ditutup dengan penyerahan buku secara simbolik yang disumbangkan kepada perpustakaan sekolah masing-masing peserta, termasuk sumbangan untuk sejumlah fakultas di UIN Jakarta.