Pekan Budaya, Wujud Nyata Kerjasama UIN dan Universitas Ibnu Su’ud

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Muhammad Nurdin

Auditorium Utama, UIN Online – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, pekan budaya antara Arab Saudi-Indonesia yang berlangsung di UIN Jakarta, pekan lalu, merupakan bukti kerjasama antara UIN dengan  Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud  Riyadh. Hal itu dkemukakan Rektor dalam penutupan Pekan Budaya Arab di Auditorium Utama, Senin (5/4).

Komaruddin berharap, ke depan akan ada  temu budaya yang rutin antara kedua negara. “Saya bersyukur kepada Allah atas terjalinnya kerjasama yang baik ini, antara UIN  dan Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud yang telah terjalin sejak 2001, atau bahkan sebelumnya,” kata Rektor.

Komaruddin  yakin kedua universitas dapat membangun kerjasama yang lebih besar dari yang sudah berlangsung. Guru besar filsafat ini mencontohkan, kerjasama itu bisa diwujudkan dengan membangun Pusat Studi Islam dan Riset “Raja Abdullah”, atau “Raja Abdullah Chair” di UIN Jakarta.

Senada dengan Komaruddin, Wakil Rektor Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud, Prof Dr Abdullah As-Syathry, mengatakan temu budaya yang pertama merupakan hasil dari hubungan erat dan ikatan mendalam antara kedua negara. Hubungan tersebut dibangun atas dasar persaudaraan Islam dan kerja sama yang saling menguntungkan dalam segala bidang.

“Hubungan kedua negara ini dieratkan oleh tali agama, kecintaan dan kasih sayang. Hubungan ini semakin menguat dalam kerja sama pembangunan di segala bidang,” kata As-Syathry.

As-Syathry menambahkan, Temu Budaya juga mempertegas hubungan antara Kerajaan Arab Saudi dan Republik Indonesia yang telah dimulai sejak dahulu. Hubungan kedua negara merupakan hubungan yang kekal, berakar kukuh, yang setiap hari bertambah kuat dan kokoh.

Sebagaimana diketahui, kesepakatan kerjasama UIN Jakarta dengan Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud, Riyadh, antara lain mengadakan Temu Budaya secara rutin, pertukaran tenaga pengajar/dosen dan professor kunjungan pimpinan dan dosen untuk tukar pikiran, memberikan kuliah kebudayaan, mengadakan penelitian, kerjasama konferensi dan seminar ilmiah, memberikan bantuan buku-buku referensi Islam dan bahasa Arab kepada UIN Jakarta, dan MMengembangkan kegiatan seni dan budaya antara mahasiswa UIN Jakarta dan LIPIA.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal BaKhtiar, Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr  Jamhari, Duta Besar Saudi untuk Indonesia Dr Abdur Rahman al-Khayat, Dirjen Urusan Pendidikan Tinggi Kementrian Agama RI Prof Dr Mahasin, Wakil Kepala Biro Urusan Kemahasiswaan Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud, Para Duta Besar negara-negara sahabat, para dekan dan sejumlah Mahasiswa. []

 

Pekan Budaya, Wujud Nyata Kerjasama UIN dan Universitas Ibnu Su’ud

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Muhammad Nurdin

Auditorium Utama, UIN Online – Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat mengatakan, pekan budaya antara Arab Saudi-Indonesia yang berlangsung di UIN Jakarta, pekan lalu, merupakan bukti kerjasama antara UIN dengan  Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud  Riyadh. Hal itu dkemukakan Rektor dalam penutupan Pekan Budaya Arab di Auditorium Utama, Senin (5/4).

Komaruddin berharap, ke depan akan ada  temu budaya yang rutin antara kedua negara. “Saya bersyukur kepada Allah atas terjalinnya kerjasama yang baik ini, antara UIN  dan Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud yang telah terjalin sejak 2001, atau bahkan sebelumnya,” kata Rektor.

Komaruddin  yakin kedua universitas dapat membangun kerjasama yang lebih besar dari yang sudah berlangsung. Guru besar filsafat ini mencontohkan, kerjasama itu bisa diwujudkan dengan membangun Pusat Studi Islam dan Riset “Raja Abdullah”, atau “Raja Abdullah Chair” di UIN Jakarta.

Senada dengan Komaruddin, Wakil Rektor Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud, Prof Dr Abdullah As-Syathry, mengatakan temu budaya yang pertama merupakan hasil dari hubungan erat dan ikatan mendalam antara kedua negara. Hubungan tersebut dibangun atas dasar persaudaraan Islam dan kerja sama yang saling menguntungkan dalam segala bidang.

“Hubungan kedua negara ini dieratkan oleh tali agama, kecintaan dan kasih sayang. Hubungan ini semakin menguat dalam kerja sama pembangunan di segala bidang,” kata As-Syathry.

As-Syathry menambahkan, Temu Budaya juga mempertegas hubungan antara Kerajaan Arab Saudi dan Republik Indonesia yang telah dimulai sejak dahulu. Hubungan kedua negara merupakan hubungan yang kekal, berakar kukuh, yang setiap hari bertambah kuat dan kokoh.

Sebagaimana diketahui, kesepakatan kerjasama UIN Jakarta dengan Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud, Riyadh, antara lain mengadakan Temu Budaya secara rutin, pertukaran tenaga pengajar/dosen dan professor kunjungan pimpinan dan dosen untuk tukar pikiran, memberikan kuliah kebudayaan, mengadakan penelitian, kerjasama konferensi dan seminar ilmiah, memberikan bantuan buku-buku referensi Islam dan bahasa Arab kepada UIN Jakarta, dan MMengembangkan kegiatan seni dan budaya antara mahasiswa UIN Jakarta dan LIPIA.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal BaKhtiar, Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr  Jamhari, Duta Besar Saudi untuk Indonesia Dr Abdur Rahman al-Khayat, Dirjen Urusan Pendidikan Tinggi Kementrian Agama RI Prof Dr Mahasin, Wakil Kepala Biro Urusan Kemahasiswaan Universitas Islam Imam Muhammad bin Su’ud, Para Duta Besar negara-negara sahabat, para dekan dan sejumlah Mahasiswa. []