Pegawai Tak Betah, Silakan Out!

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Bogor, BERITA UIN Online – Para pegawai UIN Jakarta yang merasa tak nyaman bekerja di kampus UIN Jakarta diminta untuk keluar alias out. Pegawai demikian membuktikan bahwa dirinya tak memiliki disiplin dan etos kerja tinggi lagi.

Pernyataan itu dikemukakan Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar di depan para peserta Workshop Pre-Implementasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 tahap kedua di CICO Resort, Bogor, Jawa Barat, Selasa (26/7). “Jika memang sudah tak betah, silakan keluar dan cari tempat kerja lain. Kami akan memberi pesangon 10 kali lipat atas gaji yang diterimanya. Catat itu!,” tandasnya.

Menurut dia, menghadapi era persaingan, UIN Jakarta tak lagi akan menampung para pegawainya yang bekerja malas-malasan. Apalagi ditengarai jika bekerja hanya memenuhi absen (finger print) semata tanpa ada standar kerja yang jelas. Ke depan budaya seperti itu harus ditinggalkan. “Pegawai itu bekerja untuk digaji, bukan sekadar datang pagi-pagi dan setelah itu pulang sore tetapi tanpa hasil apa pun,” ungkapnya.

Amsal menadaskan, saat ini UIN Jakarta tengah berupaya untuk meningkatkan mutu pelayanan dan manajemen. Salah satunya dengan penerapan ISO 9001:2008 agar kampus UIN Jakarta memperoleh kepercayaan dan kepuasaan dari masyarakat. Penerapan ISO tak bisa ditawar-tawar lagi karena hal itu sudah menjadi obsesi serta demi kemajuan bersama. Untuk itu ia berharap para pegawai sebagai pelayan mahasiswa dan masyarakat dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dan memiliki semangat untuk maju.

”Meski kita sudah berada di era digital, namun kebutuhan terhadap pegawai masih tetap tinggi. Karena itu pelayanan harus ditingkatkan untuk memperbaiki citra serta demi terpuaskannya para pengguna jasa pendidikan,” ujar Amsal yang menyampaikan materi mengenai ”Analisis Kesiapan UIN Jakarta dalam Penerapan ISO 9001:2008”.

Pelayanan terhadap mahasiswa dan masyarakat tak hanya diberikan dalam bentuk perubahan perilaku para pegawainya. Pelayanan juga dapat berupa pemberian fasilitas kampus, seperti sarana olahraga, kesehatan, dan kesejahteraan lain. Dengan pelayanan semacam itu diharapkan akan memberi dampak terhadap lulusan UIN Jakarta. Semakin baik mutu pelayanan, niscaya akan baik pula hasilnya kelak.

”Jika kita bandingkan semasa masih IAIN, kampus UIN Jakarta kini justru semakin maju, baik dari sisi fasilitas maupun pelayanannya,” kata dia. Ini membuktikan bahwa UIN Jakarta menghendaki kemajuan dalam penyelenggaraan pendidikan Islam.

Workshop dijadwalkan akan berlangsung hingga Kamis depan. Di antara yang akan memberikan materi adalah Ir Triyan Aidil Fitri MM (Senior Manger Marketing and Business Support Sucofindo), Prof Dr Imron Abdul Syukur MSc (Konsultan SMM ISO 9001:2008), Ir Budi Permadi Iskandar MSP (Dosen SBM ITB), Cuk Tho SKom MM (Manajer QMC Universitas Bina Nusantara), Drs H Hamid Sholihin (Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Sistem Informasi UIN Jakarta), dan Drs H Abd Shomad MA (Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian UIN Jakarta). (ns)