Pascasarjana “Kembalikan” Prodi Monodisiplin ke Fakultas

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Pascasarjana, UIN Online – Mulai tahun akademik 2010/2011 Sekolah Pascasarjana (SPs) mengembalikan sejumlah program studi (prodi) yang bersifat monodisiplin ke fakultas masing-masing. Selanjutnya, SPs hanya akan mengelola prodi-prodi yang secara orientasi keilmuan bersifat umum atau multidisiplin.

Deputi Direktur Bidang Pengembangan Lembaga SPs Prof Dr Suwito saat dihubungi UIN Online, Selasa (16/2), menyatakan, SPs UIN Jakarta saat ini memiliki beberapa prodi yang bersifat monodisiplin. Namun, sesuai dengan konsep pengembangan integrasi keilmuan (antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum), prodi-prodi untuk program magister (S-2) dan doktor (S-3) itu akan dikembalikan ke fakultas masing-masing. Pengembalian ke fakultas ini menyangkut berbagai aspek, baik dari sisi penyelenggaraan pendidikan program magister dan doktor maupun pengelolaan sistem administrasinya.

Menurut Suwito, prodi-prodi yang dikembalikan itu adalah Agribisnis, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Arab, dan Sejarah Peradaban Islam. Di samping prodi-prodi tadi, ada lima prodi baru lain yang akan dibuka namun belum keluar ijin penyelenggaraannya, yakni Teknik Informatika, Sistem Informasi, Psikologi, Akuntansi, dan Manajemen. Prodi-prodi tersebut saat ini telah dibuka di program sarjana strata satu atau S-1.

“Pengembalian prodi-prodi monodisiplin ke fakultas bertujuan agar bidang keilmuan yang dikembangkan di SPs lebih luas. Karena itu semua prodi di SPs pun akan diubah nomenklaturnya,” paparnya.

Ia mencontohkan Kajian Islam (Islamic Studies) dengan Konsentrasi atau Peminatan, misalnya, Psikologi Islam, Islam dan Studi Perdamaian, dan Ekonomi Islam.

“Pengembangan keilmuan secara multidisiplin ini untuk menunjukkan tidak ada lagi pendikotomian antara ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu umum,” tegas Suwito. (ns)

Pascasarjana “Kembalikan” Prodi Monodisiplin ke Fakultas

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Gedung Pascasarjana, UIN Online – Mulai tahun akademik 2010/2011 Sekolah Pascasarjana (SPs) mengembalikan sejumlah program studi (prodi) yang bersifat monodisiplin ke fakultas masing-masing. Selanjutnya, SPs hanya akan mengelola prodi-prodi yang secara orientasi keilmuan bersifat umum atau multidisiplin.

Deputi Direktur Bidang Pengembangan Lembaga SPs Prof Dr Suwito saat dihubungi UIN Online, Selasa (16/2), menyatakan, SPs UIN Jakarta saat ini memiliki beberapa prodi yang bersifat monodisiplin. Namun, sesuai dengan konsep pengembangan integrasi keilmuan (antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum), prodi-prodi untuk program magister (S-2) dan doktor (S-3) itu akan dikembalikan ke fakultas masing-masing. Pengembalian ke fakultas ini menyangkut berbagai aspek, baik dari sisi penyelenggaraan pendidikan program magister dan doktor maupun pengelolaan sistem administrasinya.

Menurut Suwito, prodi-prodi yang dikembalikan itu adalah Agribisnis, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Bahasa Arab, dan Sejarah Peradaban Islam. Di samping prodi-prodi tadi, ada lima prodi baru lain yang akan dibuka namun belum keluar ijin penyelenggaraannya, yakni Teknik Informatika, Sistem Informasi, Psikologi, Akuntansi, dan Manajemen. Prodi-prodi tersebut saat ini telah dibuka di program sarjana strata satu atau S-1.

“Pengembalian prodi-prodi monodisiplin ke fakultas bertujuan agar bidang keilmuan yang dikembangkan di SPs lebih luas. Karena itu semua prodi di SPs pun akan diubah nomenklaturnya,” paparnya.

Ia mencontohkan Kajian Islam (Islamic Studies) dengan Konsentrasi atau Peminatan, misalnya, Psikologi Islam, Islam dan Studi Perdamaian, dan Ekonomi Islam.

“Pengembangan keilmuan secara multidisiplin ini untuk menunjukkan tidak ada lagi pendikotomian antara ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu umum,” tegas Suwito. (ns)