Pascasarjana Buka Magister Agama dan Studi Perdamaian

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Gedung SPs, UIN Online – Setelah Program Magister dan Doktor Filologi Islam, Sekolah Pascasarjana (SPs) kembali membuka konsentrasi baru bidang Agama dan Studi Perdamaian (Religion and Peace Studies) untuk Program Magister (S2). Program ini terselenggara atas kerja sama SPs UIN Jakarta dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dalam bentuk pemberian beasiswa.

“Program ini diberikan bagi para aktifis organisasi kepemudaan, baik sebagai pengurus aktif di tingkat nasional maupun daerah, serta aktifis keagamaan seperti pesantren dan majelis taklim,” kata Deputi Direktur Bidang Pengembangan Lembaga Prof Dr Suwito kepada UN Online di ruang kerjanya, Jumat (2/7).

Selain syarat di atas, tutur Suwito, calon peserta yang diterima di antaranya lulusan sarjana S1 dari berbagai jurusan atau program studi, usia tak lebih dari 35 tahun, memiliki indeks prestasi kumulatif minimal 2,5, serta tidak berstatus sebagai penerima beasiswa dari lembaga lain.

Masa studi peserta penerima beasiswa tersebut berlangsung selama dua tahun atau empat semester serta terikat dengan perjanjian. Jika peserta penerima tak mampu menyelesaikan studi atau gagal selama kurun waktu tersebut, ia diwajibkan mengembalikan seluruh biaya pendidikan kepada Kemenpora. “Ketentuan tersebut terikat setelah calon peserta lulus ujian saringan masuk,” jelasnya.

Penerimaan calon peserta beasiswa Magister Agama dan Studi Perdamaian dibuka sejak 25 Juni lalu dan akan ditutup pada 16 Juli mendatang. Sementara seleksi dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 19-20 Juli 2010 dan pada 3-5 Agustus 2010.

Pembukaan Program Magister Agama dan Studi Perdamaian bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi dan kualitas kepemimpinnan pemuda. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kontribusi dan partisipasi pemuda pemimpin yang memiliki daya saing dengan pemahaman agama dan perdamaian yang komprehensif berbasis riset, berpijak pada kekayaan tradisi keislaman (keagamaan) dan keindonesiaan serta berwawasan global.

Menurut Suwito, program perkuliahan Magister Agama dan Studi Perdamaian dilaksanakan dalam dua bahasa (billingual), yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sedangkan gelar yang akan diraih adalah “MA.Hum” bidang Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Agama dan Studi Perdamaian.

“Keterangan lengkapnya dapat dilihat di www.kemenpora.go.id atau www.graduate-uinjkt.net,” kata Suwito. (ns)

Pascasarjana Buka Magister Agama dan Studi Perdamaian

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Gedung SPs, UIN Online – Setelah Program Magister dan Doktor Filologi Islam, Sekolah Pascasarjana (SPs) kembali membuka konsentrasi baru bidang Agama dan Studi Perdamaian (Religion and Peace Studies) untuk Program Magister (S2). Program ini terselenggara atas kerja sama SPs UIN Jakarta dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dalam bentuk pemberian beasiswa.

“Program ini diberikan bagi para aktifis organisasi kepemudaan, baik sebagai pengurus aktif di tingkat nasional maupun daerah, serta aktifis keagamaan seperti pesantren dan majelis taklim,” kata Deputi Direktur Bidang Pengembangan Lembaga Prof Dr Suwito kepada UN Online di ruang kerjanya, Jumat (2/7).

Selain syarat di atas, tutur Suwito, calon peserta yang diterima di antaranya lulusan sarjana S1 dari berbagai jurusan atau program studi, usia tak lebih dari 35 tahun, memiliki indeks prestasi kumulatif minimal 2,5, serta tidak berstatus sebagai penerima beasiswa dari lembaga lain.

Masa studi peserta penerima beasiswa tersebut berlangsung selama dua tahun atau empat semester serta terikat dengan perjanjian. Jika peserta penerima tak mampu menyelesaikan studi atau gagal selama kurun waktu tersebut, ia diwajibkan mengembalikan seluruh biaya pendidikan kepada Kemenpora. “Ketentuan tersebut terikat setelah calon peserta lulus ujian saringan masuk,” jelasnya.

Penerimaan calon peserta beasiswa Magister Agama dan Studi Perdamaian dibuka sejak 25 Juni lalu dan akan ditutup pada 16 Juli mendatang. Sementara seleksi dilakukan dalam dua tahap, yakni pada 19-20 Juli 2010 dan pada 3-5 Agustus 2010.

Pembukaan Program Magister Agama dan Studi Perdamaian bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi dan kualitas kepemimpinnan pemuda. Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kontribusi dan partisipasi pemuda pemimpin yang memiliki daya saing dengan pemahaman agama dan perdamaian yang komprehensif berbasis riset, berpijak pada kekayaan tradisi keislaman (keagamaan) dan keindonesiaan serta berwawasan global.

Menurut Suwito, program perkuliahan Magister Agama dan Studi Perdamaian dilaksanakan dalam dua bahasa (billingual), yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Sedangkan gelar yang akan diraih adalah “MA.Hum” bidang Pengkajian Islam dengan Konsentrasi Agama dan Studi Perdamaian.

“Keterangan lengkapnya dapat dilihat di www.kemenpora.go.id atau www.graduate-uinjkt.net,” kata Suwito. (ns)