Parpol Akan Dicintai Rakyat Jika Seimbangkan Ilmu, Game, dan Seni

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriany

 

Syahida Inn, UINJKT Online – Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Prof Dr Ahmad Mubarok menyatakan, partai politik akan dicintai rakyat jika menyeimbangkan tiga hal yakni,  politik sebagai ilmu, game, dan seni. Hal itu disampaikan dalam Seminar Nasional “Media Massa, Partai Politik dan Kampanye 2009” yang diselenggarakan Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), di Syahida Inn, Kamis (20/11).

Menurut Mubarok, politik sebagai ilmu melahirkan konsep konstitusi atau struktur politik yang logis dan ilmiah. Politik sebagai game, membuat persaingan politik menjadi ramai dan menyenangkan, kalah menang tetap bergembira. Sedangkan, politik sebagai seni menjadikan perkelahian politik indah ditonton dan indah dirasakan.

“Seperti tinju yang identik dengan olahraga keras, namun Muhammad Ali membuat tinju menjadi indah,” jelas Mubarok di depan peserta seminar yang berasal dari Jurusan KPI se-Indonesia.

Lebih lanjut Mubarok menilai, aspirasi politik dengan praktek politik belum tentu sejalan. Partai yang namanya mengusung kata demokrasi belum tentu menjalankan demokrasi. Begitu juga partai Islam belum tentu menjunjung tinggi nilai Islam. 

Sebab, perjuangan politik bisa dimotivasi berbagai motif, baik motif agama, ideologi, idealisme maupun motif pragmatis yang bersifat ekonomi. Namun, di atas segalanya, suara rakyat tetap menjadi penentu yang sangat penting dalam pemilu.

Karena pemilih terbesar di Indonesia beragama Islam, maka, lanjut Mubarok, banyak partai berusaha mencitrakan dirinya sebagai partai yang Islami. Namun, hal itu tidak akan ada manfaatnya jika hanya dilakuan sesaat. Kampanye yang efektif seharusnya tidak hanya saat musim kampanye saja. [Nif/Ed]

Parpol Akan Dicintai Rakyat Jika Seimbangkan Ilmu, Game, dan Seni

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Elly Afriany

 

Syahida Inn, UINJKT Online – Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Prof Dr Ahmad Mubarok menyatakan, partai politik akan dicintai rakyat jika menyeimbangkan tiga hal yakni,  politik sebagai ilmu, game, dan seni. Hal itu disampaikan dalam Seminar Nasional “Media Massa, Partai Politik dan Kampanye 2009” yang diselenggarakan Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), di Syahida Inn, Kamis (20/11).

Menurut Mubarok, politik sebagai ilmu melahirkan konsep konstitusi atau struktur politik yang logis dan ilmiah. Politik sebagai game, membuat persaingan politik menjadi ramai dan menyenangkan, kalah menang tetap bergembira. Sedangkan, politik sebagai seni menjadikan perkelahian politik indah ditonton dan indah dirasakan.

“Seperti tinju yang identik dengan olahraga keras, namun Muhammad Ali membuat tinju menjadi indah,” jelas Mubarok di depan peserta seminar yang berasal dari Jurusan KPI se-Indonesia.

Lebih lanjut Mubarok menilai, aspirasi politik dengan praktek politik belum tentu sejalan. Partai yang namanya mengusung kata demokrasi belum tentu menjalankan demokrasi. Begitu juga partai Islam belum tentu menjunjung tinggi nilai Islam. 

Sebab, perjuangan politik bisa dimotivasi berbagai motif, baik motif agama, ideologi, idealisme maupun motif pragmatis yang bersifat ekonomi. Namun, di atas segalanya, suara rakyat tetap menjadi penentu yang sangat penting dalam pemilu.

Karena pemilih terbesar di Indonesia beragama Islam, maka, lanjut Mubarok, banyak partai berusaha mencitrakan dirinya sebagai partai yang Islami. Namun, hal itu tidak akan ada manfaatnya jika hanya dilakuan sesaat. Kampanye yang efektif seharusnya tidak hanya saat musim kampanye saja. [Nif/Ed]