Panduan Kurikulum Ma’had Aly Diluncurkan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Ma’had Aly, BERITA UIN Online – Setelah dua tahun berdiri, Ma’had Aly UIN Jakarta kini memiliki panduan kurikulum bagi pembinaan para mahasantrinya. Kamis (16/8) buku tersebut diluncurkan di gedung Ma’had Aly yang terletak di Jalan Legoso Raya, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten. Buku setebal 123 halaman itu berisi pedoman kegiatan selama mahasantri bermukim di ma’had.

Acara peluncuran dihadiri, antara lain, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama Prof Dr Dede Rosyada, Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr Sudarnoto Abdul Hakim, dan Kyai Ma’had Prof Dr HD Hidayat. Hadir juga sejumlah pengasuh (musyrif/musyrifah) ma’had dan mahasantri.

Sudarnoto Abdul Hakim dalam sambutannya menyatakan, buku Pedoman Kurikulum Ma’had merupakan panduan pembinaan para mahasantri yang bermukim di ma’had. Mereka akan mendapatkan materi pengayaan atau tambahan selain yang diperoleh di bangku perkuliahan. Sebab, berbeda dengan para mahasiswa UIN Jakarta pada umumnya, mahasantri yang bermukim di ma’had dipilih berdasarkan hasil seleksi untuk kemudian dibina secara intensif.

“Mereka (mahasantri, Red) adalah para mahasiswa miskin dan berprestasi yang mendapatkan beasiswa khusus dari BUMN dan Bidik Misi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelasnya.

Pembinaan mahasantri secara khusus, lanjut dia, diharapkan akan memiliki keunggulan dibandingkan mahasiswa lain, terutama keunggulan dalam bidang tafaqquh fiddin (pemahaman keagamaan secara luas). Kelak setelah menjadi sarjana mereka dapat menjadi imam di tengah masyarakat sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing.

Direktur Diktis Kemenag Dede Rosyada mengatakan, sesuai tugasnya Kemenag saat ini tengah mengupayakan untuk membangun ma’had di setiap perguruan tinggi agama Islam negeri (PTAIN) di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan upaya untuk lebih meningkatkan kapasitas mahasiswa PTAIN, yang bukan saja unggul dari segi keilmuan tetapi juga memiliki akhlak yang baik. “Ini sebuah komitmen yang akan terus dilakukan,” ujarnya.

Buku Pedoman Kurikukulum Ma’had Aly disusun oleh suatu tim yang beranggotakan tujuh orang sesuai kapasitas masing-masing. Kurikulum itu memuat lima materi pokok, meliputi al-Qur’an, Fikih Ibadah, Bahasa Arab, Qira’atul Qutub, dan Bahasa Inggris. Selama bermukim di ma’had para mahasantri akan mendapatkan bimbingan khusus setiap hari selama sepekan.

Menurut Sudarnoto, jumlah mahasantri yang mukim di ma’had berjumlah 210 orang, terdiri atas 114 mahasantri putra dan 96 mahasantri putri. Penerima beasiswa BUMN terdapat 53 orang, sedangkan penerima beasiswa Bidik Misi berjumlah 150 orang. Sisanya 3 mahasantri reguler dan 4 mahasantri asing. Para mahasantri tersebut tersebar di berbagai fakultas dan jurusan di UIN Jakarta. (ns)