Pancasila Tidak Lahir Tiba-tiba

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Aula SC, UINJKT OnlineMenanggapi berkembangnya isu bahwa Pancasila dibuat dalam waktu singkat, mantan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Suryadi mengatakan, Pancasila tidak lahir begitu singkat dan tanpa konsep. Tapi sebelum bangsa Indonesia merdeka, kerangka pemikirannya sudah ada.


”Pancasila juga bukan hasil jiplakan, tapi Pancasila digali dari kekayaan budaya di Indonesia,” kata Suryadi dalam seminar Bung Karno dan Lahirnya Pancasila 1 Juni yang diadakan BEM Jurusan Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) bekerjasama dengan Gerarakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Fakultas Sains dan Teknologi di Aula Student Center (SC), Selasa (16/6).

Lebih lanjut Suryadi mengatakan, pada 1945 misalnya, Pancasila telah menyatukan dunia politik Indonesia yang mengalami perpecahan sebelum akhirnya terpecah menajdi dua golongan. Pertama, golongan Islam kedua, golongan kebangsaan.  

Hal senada dikatakan mantan Dewan Pengurus Cabang (DPC) GMNI Jakarta Raya Paulus Londo. Baginya Pancasila sebagai solusi dalam menyelasaikan masalah. Ini terlihat, misalnya, ketika blok Ambalat kembali memanas dan rakyat Indonesia turut membela.

”Karena mereka masih memiliki jiwa kebangsaan. Juga dibawah alam sadar, kita masih memiliki nilai-nilai Pancasila yang masih tumbuh,” jelas Paulus yang juga pengurus persatuan alumni GMNI DKI Jakarta.

Sebagaimana diketahui Presiden Soekarno pernah menerima penganugrahan Doktor Honoris Causa (DR HC) di IAIN Jakarta, kini UIN Jakarta, pada 2 Desember 1964 pada bidang Ilmu Ushuluddin Jurusan Dakwah.  [Jaenuddin Ishaq]

Pancasila Tidak Lahir Tiba-tiba

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Aula SC, UINJKT OnlineMenanggapi berkembangnya isu bahwa Pancasila dibuat dalam waktu singkat, mantan ketua umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Suryadi mengatakan, Pancasila tidak lahir begitu singkat dan tanpa konsep. Tapi sebelum bangsa Indonesia merdeka, kerangka pemikirannya sudah ada.


”Pancasila juga bukan hasil jiplakan, tapi Pancasila digali dari kekayaan budaya di Indonesia,” kata Suryadi dalam seminar Bung Karno dan Lahirnya Pancasila 1 Juni yang diadakan BEM Jurusan Aqidah Filsafat Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) bekerjasama dengan Gerarakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat Fakultas Sains dan Teknologi di Aula Student Center (SC), Selasa (16/6).

Lebih lanjut Suryadi mengatakan, pada 1945 misalnya, Pancasila telah menyatukan dunia politik Indonesia yang mengalami perpecahan sebelum akhirnya terpecah menajdi dua golongan. Pertama, golongan Islam kedua, golongan kebangsaan.  

Hal senada dikatakan mantan Dewan Pengurus Cabang (DPC) GMNI Jakarta Raya Paulus Londo. Baginya Pancasila sebagai solusi dalam menyelasaikan masalah. Ini terlihat, misalnya, ketika blok Ambalat kembali memanas dan rakyat Indonesia turut membela.

”Karena mereka masih memiliki jiwa kebangsaan. Juga dibawah alam sadar, kita masih memiliki nilai-nilai Pancasila yang masih tumbuh,” jelas Paulus yang juga pengurus persatuan alumni GMNI DKI Jakarta.

Sebagaimana diketahui Presiden Soekarno pernah menerima penganugrahan Doktor Honoris Causa (DR HC) di IAIN Jakarta, kini UIN Jakarta, pada 2 Desember 1964 pada bidang Ilmu Ushuluddin Jurusan Dakwah.  [Jaenuddin Ishaq]