Pameran UIN Jakarta Ditutup

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Senayan, UIN Online – Pameran UIN Jakarta dalam “Education and Training Expo 2010” yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) ditutup Minggu (14/2) sore oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Dr Taufik Yudi Mulyadi. Pameran ini digelar untuk menyambut musim penerimaan calon mahasiswa baru yang dibuka di seluruh perguruan tinggi di Indonesia mulai Mei mendatang.

Dalam sambutannya Taufik menyatakan kagum atas inisiatif panitia penyelenggara yang menggelar pameran ini. Melalui pameran pendidikan tinggi, lanjutnya, masyarakat khususnya para pelajar dapat menentukan pilihan secara tepat mengenai program studi dan perguruan tinggi mana yang diminatinya.

Selain itu para pelajar juga tak perlu repot ke sana-kemari untuk mencari perguruan tinggi sehingga dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Dengan informasi yang diberikan oleh setiap peserta di stan masing-masing, para pelajar bahkan bisa berkonsultasi langsung, mulai dari persyaratan masuk hingga biaya perkuliahan.

“Saya berharap di masa mendatang pihak penyelenggara dapat kembali menggelar pameran karena memiliki nilai positif bagi para pelajar dan orangtua,” katanya.

Dalam pameran tersebut stan UIN Jakarta terbilang cukup berhasil. Minat para pelajar banyak yang antusias untuk memilih UIN Jakarta sebagai salah satu perguruan tinggi dari sekitar 90 peserta dalam pameran itu. Beragam alasan dikemukakan mereka, salah satunya Ida Marhamah, siswa MAN 3 Rawasari, Jakarta Pusat. Ia menyatakan tertarik untuk memilih UIN Jakarta karena padat dengan pelajaran agama.

Sebagai sekolah yang sama-sama berada di bawah Kementerian Agama, MAN 3 Bahkan telah mendaftarkan tiga siswanya untuk diikutkan dalam seleksi PMDK. Jalur seleksi ini dibuka sejak 1 Februari lalu dan akan berakhir 5 Maret mendatang.

“Saya berharap dapat diterima melalui PMDK,” ujar Badai, siswa MAN 3 yang mengaku memilih program studi Teknik Informatika di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta. (ns)

Pameran UIN Jakarta Ditutup

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Senayan, UIN Online – Pameran UIN Jakarta dalam “Education and Training Expo 2010” yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) ditutup Minggu (14/2) sore oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Dr Taufik Yudi Mulyadi. Pameran ini digelar untuk menyambut musim penerimaan calon mahasiswa baru yang dibuka di seluruh perguruan tinggi di Indonesia mulai Mei mendatang.

Dalam sambutannya Taufik menyatakan kagum atas inisiatif panitia penyelenggara yang menggelar pameran ini. Melalui pameran pendidikan tinggi, lanjutnya, masyarakat khususnya para pelajar dapat menentukan pilihan secara tepat mengenai program studi dan perguruan tinggi mana yang diminatinya.

Selain itu para pelajar juga tak perlu repot ke sana-kemari untuk mencari perguruan tinggi sehingga dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Dengan informasi yang diberikan oleh setiap peserta di stan masing-masing, para pelajar bahkan bisa berkonsultasi langsung, mulai dari persyaratan masuk hingga biaya perkuliahan.

“Saya berharap di masa mendatang pihak penyelenggara dapat kembali menggelar pameran karena memiliki nilai positif bagi para pelajar dan orangtua,” katanya.

Dalam pameran tersebut stan UIN Jakarta terbilang cukup berhasil. Minat para pelajar banyak yang antusias untuk memilih UIN Jakarta sebagai salah satu perguruan tinggi dari sekitar 90 peserta dalam pameran itu. Beragam alasan dikemukakan mereka, salah satunya Ida Marhamah, siswa MAN 3 Rawasari, Jakarta Pusat. Ia menyatakan tertarik untuk memilih UIN Jakarta karena padat dengan pelajaran agama.

Sebagai sekolah yang sama-sama berada di bawah Kementerian Agama, MAN 3 Bahkan telah mendaftarkan tiga siswanya untuk diikutkan dalam seleksi PMDK. Jalur seleksi ini dibuka sejak 1 Februari lalu dan akan berakhir 5 Maret mendatang.

“Saya berharap dapat diterima melalui PMDK,” ujar Badai, siswa MAN 3 yang mengaku memilih program studi Teknik Informatika di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Jakarta. (ns)