Ciputat, BERITA UIN Online– Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta telah banyak kehilangan dosen-dosen wanita hebat. Pada Selasa, 16 Januari 2018, Nurlena PhD dosen Magister Pendidikan Islam FITK kembali ke haribaan-Nya.

Mantan Dekan FITK 2013-2015 ini begitu dikenal oleh para mahasiswanya. Saat kepulangannya, isi ucapan belasungkawa mereka menjadi bukti bahwa Nurlena adalah sosok dosen yang baik dan menjadi favorit bagi para mahasiswanya. Berikut testimoni mereka.

“Maha Kuasa Ilahi Robbunaa. Kali ini dunia Pendidikan Islam Indonesia kehilangan tokoh cedikiawati nan mulia hatinya, Ibu Nurlena Rifai PhD. Tak banyak waktu saya bercengkrama dengan beliau yang smart, enerjik, teliti, lagi santun. Namun mendalam sekali kesanmu di hatiku wahai salah satu ibu pendidikku. Mohon maaf lahir bathin, selamat jalan ke haribaanNya Ibu, semoga kami perempuan cendikiawati lainnya dapat teruskan semangat dan gerak juang memajukan Pendidikan Islam Indonesia hanya untukNya dan karenaNya. Amin.” (Heni Maryamah, Alumni S1 PAI dan S2 UIN Jakarta-McGill).

“Selamat jalan Bu Dekanku, semoga ilmu yang kau berikan menjadi ladang pahala bagimu. Sungguh engkau orang baik dan salah satu putri terbaik orang Betawi.” (Rodalih el-Mahmudi, Guru Fatahillah Depok Alumni PAI).

“Masih hangat dalam ingatan saya, saat itu tahun 2013 dengan suara lembutnya yang khas, “Pipit, –begitu beliau memanggil saya– mohon maaf, kalau Pipit mau ambil konsentrasi Islamic Studies mungkin belum saya izinkan karena saat ini fakultas kita sudah banyak SDM di bidang itu. Saya sarankan Pipit ambil Teknologi Pendidikan (TP) karena fakultas belum punya SDM di bidang TP”.

Dan saran beliau pun akhirnya mengantarkan saya untuk mendapatkan beasiswa S3 Teknologi Pendidikan di UNJ dari Kementerian Agama tahun 2013. Tanpa rekomendasi beliau sebagai Dekan FITK UIN Jakarta pada saat itu, saya tidak mungkin mengantongi tiket izin belajar.

Terakhir bertemu beliau Oktober 2017. Beliau masih mengingatkan saya untuk segera menyelesaikan studi saya yang sudah sangat lama tertunda, bahkan sampai izin belajar saya expired.

Di hari engkau berpulang, alhamdulillah saya msh bisa menyaksikan wajah putih bersihmu kembali ke haribaanNya. Selamat jalan Ibu, surga menantimu.” (Dr Eva Fitriati MA, dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Madinatul Ilmi Depok)

“Saya masih teringat saat beliau menyampaikan materi perkuliahan. Mata saya tak bosan untuk memandang wajahnya yang cantik, meski saat itu beliau sudah usia lanjut, namun tetap saja cantik dan menarik. Keramahan dan baik hatinya itu yang selalu memancarkan aura kecantikannya. Semoga Allah menempatkan beliau di tempat yang paling baik. Amin.” (Neng Khoirunnisa Alumni PAI).

Selain Nurlena, dosen wanita FITK lainnya yang telah berpulang adalah Dra Husnawati Husen MA dosen PAI Pemikiran Islam, Prof Dr Zurinal Z Guru Besar Kependidikan Islam (2012), Prof Dr Zakiah Daradjat (Senin, 15 Januari 2013) Guru Besar Psikologi Islam, Dra Djunaidatul Munawwaroh MA (Mei 2016) dosen Pendidikan Agama Islam, Dra Yefnelty Z dosen Kependidikan Islam (Ahad, 19 Februari 2017) dan Dra Elidar.

Sementara dosen pria yang telah berpulang, yaitu Drs Muallimi MA, Drs Akyas Azhari, Dr Abdul Fattah Wibisono MA, Drs Mawardi Sutedjo, dan Prof Dr Mastuhu, Drs Amir Abyan, Drs Suparman, Drs Mas’ud Mada, Dr Agustiar, Drs Choliluddin AS MA, Drs Alisuf Sabri, Dr Anshari LAL MA, Drs Kamardi AS, Drs Muhsin Idham, Prof Dr Moh Matsna HS MA, Drs Ali Hasan, Drs Ibrahim Gade, dan Drs Mansyur.

Sedangkan dosen FITK yang sudah pensiun dan sudah tidak aktif mengajar adalah Prof Dr Muardi Chatib yang sudah pulang kampung ke Padang, Prof Dr M Ardani dalam kondisi sakit, Prof Dr Abd Rahman Ghozali, Prof Dr Aminudin Rasyad, dan beberapa dosen sepuh lainnya yang sedang dilacak kabarnya oleh Berita UIN Online. (mf)