Noryamin: Hayati Makna Beragama

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Masjid Al-Jami’ah, UIN Online - Agama hendaknya mampu membangkitkan kesadaran dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terlebih di tengah suasana bulan Ramadan. Puasa sebagai salah satu perintah agama Islam, bertujuan untuk membentuk umat yang bertakwa dan memiliki kepedulian sosial.

“Agama juga harus menjadi kesadaran idiologi. Tak sebatas ucapan, tapi perlu dipraktekan,” kata Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Drs Noryamin Aini MA dalam ceramah Ramadan di Masjid Al-Jami’ah, Rabu (26/8).

Menurut Noryamin, umat Islam sebaiknya tidak hanya menjadikan agama sebagai ilmu pengetahuan, tapi menjadi norma-norma dalam kegiatan bersosial. “Kita sudah tahu buang sampah sembarangan dilarang agama, tapi kadang melihat sampah kita tidak memungutnya,” ujar Noryamin. 

Karena itu, lanjutnya, umat Islam perlu menghayati makna dan ajaran agamanya. Di samping itu, perlu kesadaran batin dalam beragama. Noryamin menyayangkan, jika agama hanya dijadikan sebatas ilmu dan kalimat-kalimat verbal. 

Terkait etos sosial puasa, Noryamin mengatakan, puasa mengajarkan seseorang untuk hidup sederhana dan peduli terhadap sesama. Ia mencontohkan, dalam hadist Nabi, makanlah ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.

“Di situlah keyakinan beragama diuji, apakah kita peduli terhadap kondisi diri atau tidak. Yang jelas-jelas Islam mengajarkan kepedulian,” tuturnya. []

 

Noryamin: Hayati Makna Beragama

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Masjid Al-Jami’ah, UIN Online - Agama hendaknya mampu membangkitkan kesadaran dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terlebih di tengah suasana bulan Ramadan. Puasa sebagai salah satu perintah agama Islam, bertujuan untuk membentuk umat yang bertakwa dan memiliki kepedulian sosial.

“Agama juga harus menjadi kesadaran idiologi. Tak sebatas ucapan, tapi perlu dipraktekan,” kata Pembantu Dekan Bidang Administrasi Umum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Drs Noryamin Aini MA dalam ceramah Ramadan di Masjid Al-Jami’ah, Rabu (26/8).

Menurut Noryamin, umat Islam sebaiknya tidak hanya menjadikan agama sebagai ilmu pengetahuan, tapi menjadi norma-norma dalam kegiatan bersosial. “Kita sudah tahu buang sampah sembarangan dilarang agama, tapi kadang melihat sampah kita tidak memungutnya,” ujar Noryamin. 

Karena itu, lanjutnya, umat Islam perlu menghayati makna dan ajaran agamanya. Di samping itu, perlu kesadaran batin dalam beragama. Noryamin menyayangkan, jika agama hanya dijadikan sebatas ilmu dan kalimat-kalimat verbal. 

Terkait etos sosial puasa, Noryamin mengatakan, puasa mengajarkan seseorang untuk hidup sederhana dan peduli terhadap sesama. Ia mencontohkan, dalam hadist Nabi, makanlah ketika lapar dan berhenti makan sebelum kenyang.

“Di situlah keyakinan beragama diuji, apakah kita peduli terhadap kondisi diri atau tidak. Yang jelas-jelas Islam mengajarkan kepedulian,” tuturnya. []