New Years’s Greetings

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

We have just passed 1429 H. Many things have been done,many hopes have been gone, also there’s a lot of things stay the same. Our original hope is still the blessing of Him. May Allah give us the Health, Wealth, Wisdom and Happiness in the Year of 1430 H.

Kutipan di atas adalah salah satu kiriman pesan singkat (SMS) via telepon seluler dari seorang teman bertepatan dengan peringatan tahun baru Hijriah yang hadir beriringan dengan tahun baru Masehi.

Lalu lintas SMS saat ini sungguh sangat fenomenal. Setiap datang hari besar nasional maupun keagamaan saya selalu kebanjiran SMS dari teman-teman yang tentu saja membuat senang, tapi juga dibuat repot. Kalau tidak dijawab pasti dinilai tidak etis dan tidak menghargai persahabatan, tetapi untuk menjawab terkadang cukup sibuk dibuatnya. Ada orang yang ber-SMS layaknya berbicara langsung sehingga tidak meninggalkan nama pengirim.

Kalaupun ditulis nama pengirim, tidak disertai identitas lain sehingga harus menebak-nebak mengingat banyak teman yang namanya sama. Rupanya komunikasi via SMS memerlukan etika dan cara tersendiri. Yang lebih praktis dan ekonomis memang menggunakan bahasa Inggris. Terasa lebih singkat, padat dan ekspresif seperti contoh di atas. Ada lagi SMS lain,berikut.

The year has almost gone but made us Strong.The path was long but we walked with a Song.There were fears and tears but we also had reasons for Cheers. So enjoy happy memories of 2008 & have a great start for the next year.Happy New Year 2009 and GBU. Best regard, Fifi.

Ungkapan di atas terasa puitis dan religius. Kalau saja diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pasti lebih panjang dan kurang cocok untuk SMS. Segi positif yang lain, bagi beberapa kalangan juga bermanfaat untuk berlatih mengekspresikan pikiran dan perasaan dalam bahasa Inggris.Ingin contoh lain lagi?

Faith makes all things possible. Hope makes all things work. Love makes all things beautiful. Prayer makes all things happen. May You have them all…..Merry X’tmas 2008. Happy & Prosperous New Year 1430 Hijriyah & 2009 M. GBU all & families & our beloved country NKRI. With love & prayer, Michael Utama.

Masih banyak lagi kalimat-kalimat indah, lucu, religius dan patriotik yang berseliweran lewat SMS. Di hari-hari biasa saja SMS telah menjadi komunikasi harian. Terlebih pada hari-hari besar, maka volume meningkat dan isinya semakin kreatif dan bervariasi. Bisa saja SMS itu dibuat oleh satu orang, lalu diedit dan diteruskan ke teman lain. Atau jangan-jangan itu semua kreasi perusahaan provider SMS agar semakin laku jualan pulsanya.

Berikut ini SMS yang saya terima dari Saudara Soetrisno Bachir, Ketua Umum PAN: Hijrah itu Sedih, sedih karena kita banyak dosa. Hijrah itu Takut, takut akan azab dari Sang Pencipta. Hijrah itu Malu, malu karena kita belum melakukan apa-apa untuk negeri ini. Hijrah itu Jihad,jihad menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Hijrah itu iri, iri melihat orang lain berprestasi. Hijrah itu Mencuri,mencuri kasih sayang Sang Khaliq. Hijrah itu Pindah, pindah menuju kehidupan yang lebih baik. Selamat Tahun Baru Hijriyah 1430, semoga Allah meridhoi kita semua.Amin.

Demikianlah, masih banyak SMS serupa ketika datang hari-hari besar keagamaan, baik Islam, Kristen, Hindu, Budha maupun Kong Hu Cu. Belum lagi hari-hari besar nasional maupun internasional. Kesemuanya itu tanpa disadari telah melahirkan sebuah komunikasi dari komunitas pengguna telepon seluler yang jumlahnya semakin bertambah dan pasti lebih banyak ketimbang semasa Orde Baru.

Tradisi SMS ini diduga kuat menjadi pesaing jasa kantor pos. Alih-alih kirim kartu pos, sekarang ini ucapan selamat maupun undangan lewat SMS ternyata lebih praktis dan cepat. Hanya saja perlu etika dan kecerdasan dalam ber-SMS. Pertama, usahakan agar pendek, sopan, dan jelas pesannya.

Jangan lupa tuliskan nama dan identitas lain agar penerima SMS tidak mendugaduga, mengingat adakalanya terdapat nama yang sama. Kecuali itu, berkirim SMS tanpa nama pengirim dirasa kurang etis. Yang pasti, berhati-hatilah kirim SMS kepada siapa pun juga karena berulang kali terjadi kasus salah paham dari pihak penerima. Belum lagi kalau SMS itu dibaca orang lain, entah istri atau suami, sangat potensial jadi biang pertengkaran akibat salah paham.

Bayangkan, apa jadinya ketika ada SMS nyasar, salah alamat, yang isinya mencaci maki atau menagih utang, lalu SMS itu dibaca orang lain. Yang repot lagi kalau SMS tadi bahasanya begitu mesra, maka istri atau suami pasti akan curiga. Padahal, ketika seseorang ber-SMS mungkin sekadar iseng-iseng, bercanda, tak lebih dari itu. Tetapi,lagi-lagi, dari yang iseng-iseng itu bisa saja menimbulkan akibat yang serius.

Coba saja renungkan dan evaluasi sendiri, SMS yang bagaimanakah yang Anda sukai dan yang tidak,yang mencerahkan dan menyebalkan, yang menghibur dan menghujat, dari hasil evaluasi itu kita dapat belajar bagaimana sebaiknya ber-SMS. Karena komunikasi lewat SMS telah membudaya, konon katanya selebritis dan dukun yang membuka layanan SMS pada penggemar dan kliennya cukup banyak meraup uang.

Berbagai ramalan tentang nasib hidup rupanya menjadi objek komersial bagi orang-orang yang berbakat dukun. Begitu pun selebritis, para penggemarnya merasa istimewa dan mendapat sentuhan pribadi dari idolanya ketika menerima SMS. Saya sendiri melayani pelanggan SMS The Wisdom of Life, yang diiklankan Metro-TV, keuntungan materi yang diperoleh sepenuhnya disumbangkan untuk sekolah di Aceh bagi para korban tsunami, melalui Yayasan Sukma Bangsa, yang masih memerlukan dana.

Kecuali itu, saya juga ingin partisipasi memanfaatkan budaya SMS untuk kepentingan pendidikan masyarakat dengan isi yang mencerahkan sebagaimana SMS yang beredar dalam rangka menyambut tahun baru. Isinya begitu bersahabat, religius, cerdas, dan memberikan aura optimisme di tengah suasana politik yang pengap. Pengalaman yang menarik dengan komunikasi SMS ini juga saya rasakan di lingkungan kampus. Rupanya nomor ponsel saya cukup populer di kalangan mahasiswa, sehingga banyak informasi, pengaduan,protes,dan kritik yang masuk ke ponsel saya.

Di antara mereka ada yang mencantumkan nama pengirimnya serta identitas lain yang cukup jelas,namun banyak juga yang tidak mencantumkan nama. Sejauh ini banyak informasi yang berharga. Jika mahasiswa merasa kecewa dengan dosen atau layanan administrasi kampus,tak segan-segan mereka berkirim SMS dan mengadukan persoalan. Ada isi SMS itu yang benar, tetapi ada juga yang tidak—setelah saya cek.

Demikianlah, ucapan selamat setiap tahun baru atau hari besar memang telah menyemarakkan suasana. Semoga saja penggunaan pulsa yang jumlahnya ratusan juta, bahkan miliar rupiah difungsikan untuk hal-hal yang produktif dan edukatif, bukan sekadar konsumtif dan halhal yang konyol.Sekali-sekali untuk intermezzo,tentu boleh dan bisa mengusir kantuk.

Ketika tengah capek bekerja, menerima SMS teman yang lucu dan menghibur, terasa melengkapi acara makan siang dan minum kopi.(*)

Tulisan ini pernah dimuat di Seputar Indonesia, 2 Januari 2009

New Years’s Greetings

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

We have just passed 1429 H. Many things have been done,many hopes have been gone, also there’s a lot of things stay the same. Our original hope is still the blessing of Him. May Allah give us the Health, Wealth, Wisdom and Happiness in the Year of 1430 H.

Kutipan di atas adalah salah satu kiriman pesan singkat (SMS) via telepon seluler dari seorang teman bertepatan dengan peringatan tahun baru Hijriah yang hadir beriringan dengan tahun baru Masehi.

Lalu lintas SMS saat ini sungguh sangat fenomenal. Setiap datang hari besar nasional maupun keagamaan saya selalu kebanjiran SMS dari teman-teman yang tentu saja membuat senang, tapi juga dibuat repot. Kalau tidak dijawab pasti dinilai tidak etis dan tidak menghargai persahabatan, tetapi untuk menjawab terkadang cukup sibuk dibuatnya. Ada orang yang ber-SMS layaknya berbicara langsung sehingga tidak meninggalkan nama pengirim.

Kalaupun ditulis nama pengirim, tidak disertai identitas lain sehingga harus menebak-nebak mengingat banyak teman yang namanya sama. Rupanya komunikasi via SMS memerlukan etika dan cara tersendiri. Yang lebih praktis dan ekonomis memang menggunakan bahasa Inggris. Terasa lebih singkat, padat dan ekspresif seperti contoh di atas. Ada lagi SMS lain,berikut.

The year has almost gone but made us Strong.The path was long but we walked with a Song.There were fears and tears but we also had reasons for Cheers. So enjoy happy memories of 2008 & have a great start for the next year.Happy New Year 2009 and GBU. Best regard, Fifi.

Ungkapan di atas terasa puitis dan religius. Kalau saja diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pasti lebih panjang dan kurang cocok untuk SMS. Segi positif yang lain, bagi beberapa kalangan juga bermanfaat untuk berlatih mengekspresikan pikiran dan perasaan dalam bahasa Inggris.Ingin contoh lain lagi?

Faith makes all things possible. Hope makes all things work. Love makes all things beautiful. Prayer makes all things happen. May You have them all…..Merry X’tmas 2008. Happy & Prosperous New Year 1430 Hijriyah & 2009 M. GBU all & families & our beloved country NKRI. With love & prayer, Michael Utama.

Masih banyak lagi kalimat-kalimat indah, lucu, religius dan patriotik yang berseliweran lewat SMS. Di hari-hari biasa saja SMS telah menjadi komunikasi harian. Terlebih pada hari-hari besar, maka volume meningkat dan isinya semakin kreatif dan bervariasi. Bisa saja SMS itu dibuat oleh satu orang, lalu diedit dan diteruskan ke teman lain. Atau jangan-jangan itu semua kreasi perusahaan provider SMS agar semakin laku jualan pulsanya.

Berikut ini SMS yang saya terima dari Saudara Soetrisno Bachir, Ketua Umum PAN: Hijrah itu Sedih, sedih karena kita banyak dosa. Hijrah itu Takut, takut akan azab dari Sang Pencipta. Hijrah itu Malu, malu karena kita belum melakukan apa-apa untuk negeri ini. Hijrah itu Jihad,jihad menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Hijrah itu iri, iri melihat orang lain berprestasi. Hijrah itu Mencuri,mencuri kasih sayang Sang Khaliq. Hijrah itu Pindah, pindah menuju kehidupan yang lebih baik. Selamat Tahun Baru Hijriyah 1430, semoga Allah meridhoi kita semua.Amin.

Demikianlah, masih banyak SMS serupa ketika datang hari-hari besar keagamaan, baik Islam, Kristen, Hindu, Budha maupun Kong Hu Cu. Belum lagi hari-hari besar nasional maupun internasional. Kesemuanya itu tanpa disadari telah melahirkan sebuah komunikasi dari komunitas pengguna telepon seluler yang jumlahnya semakin bertambah dan pasti lebih banyak ketimbang semasa Orde Baru.

Tradisi SMS ini diduga kuat menjadi pesaing jasa kantor pos. Alih-alih kirim kartu pos, sekarang ini ucapan selamat maupun undangan lewat SMS ternyata lebih praktis dan cepat. Hanya saja perlu etika dan kecerdasan dalam ber-SMS. Pertama, usahakan agar pendek, sopan, dan jelas pesannya.

Jangan lupa tuliskan nama dan identitas lain agar penerima SMS tidak mendugaduga, mengingat adakalanya terdapat nama yang sama. Kecuali itu, berkirim SMS tanpa nama pengirim dirasa kurang etis. Yang pasti, berhati-hatilah kirim SMS kepada siapa pun juga karena berulang kali terjadi kasus salah paham dari pihak penerima. Belum lagi kalau SMS itu dibaca orang lain, entah istri atau suami, sangat potensial jadi biang pertengkaran akibat salah paham.

Bayangkan, apa jadinya ketika ada SMS nyasar, salah alamat, yang isinya mencaci maki atau menagih utang, lalu SMS itu dibaca orang lain. Yang repot lagi kalau SMS tadi bahasanya begitu mesra, maka istri atau suami pasti akan curiga. Padahal, ketika seseorang ber-SMS mungkin sekadar iseng-iseng, bercanda, tak lebih dari itu. Tetapi,lagi-lagi, dari yang iseng-iseng itu bisa saja menimbulkan akibat yang serius.

Coba saja renungkan dan evaluasi sendiri, SMS yang bagaimanakah yang Anda sukai dan yang tidak,yang mencerahkan dan menyebalkan, yang menghibur dan menghujat, dari hasil evaluasi itu kita dapat belajar bagaimana sebaiknya ber-SMS. Karena komunikasi lewat SMS telah membudaya, konon katanya selebritis dan dukun yang membuka layanan SMS pada penggemar dan kliennya cukup banyak meraup uang.

Berbagai ramalan tentang nasib hidup rupanya menjadi objek komersial bagi orang-orang yang berbakat dukun. Begitu pun selebritis, para penggemarnya merasa istimewa dan mendapat sentuhan pribadi dari idolanya ketika menerima SMS. Saya sendiri melayani pelanggan SMS The Wisdom of Life, yang diiklankan Metro-TV, keuntungan materi yang diperoleh sepenuhnya disumbangkan untuk sekolah di Aceh bagi para korban tsunami, melalui Yayasan Sukma Bangsa, yang masih memerlukan dana.

Kecuali itu, saya juga ingin partisipasi memanfaatkan budaya SMS untuk kepentingan pendidikan masyarakat dengan isi yang mencerahkan sebagaimana SMS yang beredar dalam rangka menyambut tahun baru. Isinya begitu bersahabat, religius, cerdas, dan memberikan aura optimisme di tengah suasana politik yang pengap. Pengalaman yang menarik dengan komunikasi SMS ini juga saya rasakan di lingkungan kampus. Rupanya nomor ponsel saya cukup populer di kalangan mahasiswa, sehingga banyak informasi, pengaduan,protes,dan kritik yang masuk ke ponsel saya.

Di antara mereka ada yang mencantumkan nama pengirimnya serta identitas lain yang cukup jelas,namun banyak juga yang tidak mencantumkan nama. Sejauh ini banyak informasi yang berharga. Jika mahasiswa merasa kecewa dengan dosen atau layanan administrasi kampus,tak segan-segan mereka berkirim SMS dan mengadukan persoalan. Ada isi SMS itu yang benar, tetapi ada juga yang tidak—setelah saya cek.

Demikianlah, ucapan selamat setiap tahun baru atau hari besar memang telah menyemarakkan suasana. Semoga saja penggunaan pulsa yang jumlahnya ratusan juta, bahkan miliar rupiah difungsikan untuk hal-hal yang produktif dan edukatif, bukan sekadar konsumtif dan halhal yang konyol.Sekali-sekali untuk intermezzo,tentu boleh dan bisa mengusir kantuk.

Ketika tengah capek bekerja, menerima SMS teman yang lucu dan menghibur, terasa melengkapi acara makan siang dan minum kopi.(*)

Tulisan ini pernah dimuat di Seputar Indonesia, 2 Januari 2009