Nanang Syaikhu: Kegiatan Apapun Bisa Dijadikan Berita

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Masjid Fathullah, UIN Online - Sebagai seorang jurnalis, banyak peristiwa yang sebenarnya dapat dijadikan bahan berita. Mulai dari berita tentang kehidupan, lingkungan sekitar, maupun berita yang mengandung unsur hukum.

“Meski demikian, tetap melihat seberapa besar berita yang ditulis dapat berpengaruh terhadap orang lain,” kata Pemimpin Redaksi Berita UIN Nanang Syaikhu dalam Pelatihan Jurnalistik Radio dan Cetak yang diadakan Ikatan Remaja Masjid Fathullah (Irmafa) UIN Jakarta di Aula Masjid Fathullah, Minggu (7/3).

Nanang menyebutkan ada 10 unsur dalam penulisan berita yaitu aktual, jarak, penting, keluarbiasaan, akibat, ketegangan, pertentangan, kemajuan, human interest, emosi, dan humor.

“Karena itu, dalam menulis berita kita mengenal dengan jenis berita. straight news dan dept news,” ujar dosen ilmu jurnalistik pada Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidkom) ini.

Lebih dari itu, lanjut Nanang, dalam menulis berita seorang jurnalis harus dapat mengutamakan penulisan dengan kalimat aktif. Menurutnya, penggunaan kalimat aktif dapat memudahkan pengertian dan memperjelas pemahaman tulisan.

“Meskipun begitu seorang jurnalis harus tunduk dan patuh kepada kaidah dan etika penulisan kode etik jurnalistik,” jelasnya.

Pelatihan jurnalistik digelar selama tiga kali selama Maret ((7, 13, dan 14 Maret 2010) dan diikuti sekitar 30 peserta. Sementara para pelatih yang diundang Pemred Berita UIN Nanang Syaikhu, praktisi Radio Obbie Rival, dan Produser Brava Radio Reza Indrayana.

Setiap pertemuannya, para peserta mendapat materi selama dua jam setengah. Satu jam setengah materi, dan satu jam lagi praktik. Di akhir kegiatan para peserta akan mengadakan kunjungan ke salah satu studio radio di Jakarta.

Nanang Syaikhu: Kegiatan Apapun Bisa Dijadikan Berita

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Masjid Fathullah, UIN Online - Sebagai seorang jurnalis, banyak peristiwa yang sebenarnya dapat dijadikan bahan berita. Mulai dari berita tentang kehidupan, lingkungan sekitar, maupun berita yang mengandung unsur hukum.

“Meski demikian, tetap melihat seberapa besar berita yang ditulis dapat berpengaruh terhadap orang lain,” kata Pemimpin Redaksi Berita UIN Nanang Syaikhu dalam Pelatihan Jurnalistik Radio dan Cetak yang diadakan Ikatan Remaja Masjid Fathullah (Irmafa) UIN Jakarta di Aula Masjid Fathullah, Minggu (7/3).

Nanang menyebutkan ada 10 unsur dalam penulisan berita yaitu aktual, jarak, penting, keluarbiasaan, akibat, ketegangan, pertentangan, kemajuan, human interest, emosi, dan humor.

“Karena itu, dalam menulis berita kita mengenal dengan jenis berita. straight news dan dept news,” ujar dosen ilmu jurnalistik pada Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidkom) ini.

Lebih dari itu, lanjut Nanang, dalam menulis berita seorang jurnalis harus dapat mengutamakan penulisan dengan kalimat aktif. Menurutnya, penggunaan kalimat aktif dapat memudahkan pengertian dan memperjelas pemahaman tulisan.

“Meskipun begitu seorang jurnalis harus tunduk dan patuh kepada kaidah dan etika penulisan kode etik jurnalistik,” jelasnya.

Pelatihan jurnalistik digelar selama tiga kali selama Maret ((7, 13, dan 14 Maret 2010) dan diikuti sekitar 30 peserta. Sementara para pelatih yang diundang Pemred Berita UIN Nanang Syaikhu, praktisi Radio Obbie Rival, dan Produser Brava Radio Reza Indrayana.

Setiap pertemuannya, para peserta mendapat materi selama dua jam setengah. Satu jam setengah materi, dan satu jam lagi praktik. Di akhir kegiatan para peserta akan mengadakan kunjungan ke salah satu studio radio di Jakarta.