Muslim Harus Memiliki Sikap Multikultural

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Akhwani Subkhi

Masjid Al-Jami’ah, UIN Online – Peristiwa seorang ibu membunuh anaknya di Bandung karena ia takut berdosa gara-gara tidak mampu membiayai dan membahagiakan kehidupan anaknya menunjukkan bahwa ada kekeliruan berpikir secara agama di masyarakat.

“Sekarang ini ada masyarakat yang mencoba berpikir secara agama tapi sayangnya cara berpikir mereka keliru,’ kata Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Prof Dr Dede Rosyada saat ceramah ramadhan di Masjid Al-Jami’ah, Senin (31/8).

Menurut Dede dampak dari kekeliruan berpikir tersebut adalah agama tidak menjadi rahmat bagi manusia. Karena itu, ia mengajak kepada jamaah supaya menjadikan agama rahmat bagi siapa pun dengan mengedepankan sikap multikultural. “Marilah kita menjadi muslim yang multikultural, yaitu muslim yang respek terhadap keragaman dan bisa hidup harmoni,” ungkapnya.

Dede menegaskan jika multikultural ini dipegang teguh, niscaya masyarakat bisa saling menghormati dan tidak akan berpikir pendek. Karena itu, dibutuhkan sikap inklusif dan pluralis. “Mudah-mudahan kita menjadi muslim sejati yang respek pada orang lain,” katanya.

Muslim Harus Memiliki Sikap Multikultural

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

 

Reporter: Akhwani Subkhi

Masjid Al-Jami’ah, UIN Online – Peristiwa seorang ibu membunuh anaknya di Bandung karena ia takut berdosa gara-gara tidak mampu membiayai dan membahagiakan kehidupan anaknya menunjukkan bahwa ada kekeliruan berpikir secara agama di masyarakat.

“Sekarang ini ada masyarakat yang mencoba berpikir secara agama tapi sayangnya cara berpikir mereka keliru,’ kata Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Prof Dr Dede Rosyada saat ceramah ramadhan di Masjid Al-Jami’ah, Senin (31/8).

Menurut Dede dampak dari kekeliruan berpikir tersebut adalah agama tidak menjadi rahmat bagi manusia. Karena itu, ia mengajak kepada jamaah supaya menjadikan agama rahmat bagi siapa pun dengan mengedepankan sikap multikultural. “Marilah kita menjadi muslim yang multikultural, yaitu muslim yang respek terhadap keragaman dan bisa hidup harmoni,” ungkapnya.

Dede menegaskan jika multikultural ini dipegang teguh, niscaya masyarakat bisa saling menghormati dan tidak akan berpikir pendek. Karena itu, dibutuhkan sikap inklusif dan pluralis. “Mudah-mudahan kita menjadi muslim sejati yang respek pada orang lain,” katanya.