Multikulturalisme Hargai Perbedaan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

FITK, UINJKT Online — Multikulturalisme merupakan suatu pemahaman, penghargaan, dan penilaian atas budaya orang-orang yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan untuk memahami bagaimana kebudayaan tersebut mengekspresikan nilai-nilai bagi pendukungnya.

Penegasan itu disampaikan Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dr Dadang Supardan M.Pd, mengutip pendapat Lawrence A. Blum dalam Seminar Nasional “Pendidikan Multikultural: Upaya Membangun Nasionalisme Keindonesiaan dalam Menghadapi Tantangan Global” di Ruang Teater lantai 3 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Kamis (5/6).

Dia menuturkan, kata kunci dari multikulturalisme sendiri adalah pengakuan perbedaan dan penghargaan. Karena itu, multikulturalisme berlandaskan pada kesadaran untuk menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

Eksklusivisme dan fanatisme, katanya, harus dihindarkan. Sebab, hal itu akan menyulut konflik yang secara potensial memang selalu ada dalam masyarakat yang multi etnik.

Sekarang ini, pendidikan multikultural dianggap penting untuk membangun keadilan dan kesetaraan. Selain itu, pendidikan multicultural berperan untuk mempersatukan budaya bangsa. (Elly Afriani/Nif/Ed)

Multikulturalisme Hargai Perbedaan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

FITK, UINJKT Online — Multikulturalisme merupakan suatu pemahaman, penghargaan, dan penilaian atas budaya orang-orang yang berbeda-beda. Hal ini bertujuan untuk memahami bagaimana kebudayaan tersebut mengekspresikan nilai-nilai bagi pendukungnya.

Penegasan itu disampaikan Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Dr Dadang Supardan M.Pd, mengutip pendapat Lawrence A. Blum dalam Seminar Nasional “Pendidikan Multikultural: Upaya Membangun Nasionalisme Keindonesiaan dalam Menghadapi Tantangan Global” di Ruang Teater lantai 3 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Kamis (5/6).

Dia menuturkan, kata kunci dari multikulturalisme sendiri adalah pengakuan perbedaan dan penghargaan. Karena itu, multikulturalisme berlandaskan pada kesadaran untuk menghargai dan menghormati perbedaan yang ada.

Eksklusivisme dan fanatisme, katanya, harus dihindarkan. Sebab, hal itu akan menyulut konflik yang secara potensial memang selalu ada dalam masyarakat yang multi etnik.

Sekarang ini, pendidikan multikultural dianggap penting untuk membangun keadilan dan kesetaraan. Selain itu, pendidikan multicultural berperan untuk mempersatukan budaya bangsa. (Elly Afriani/Nif/Ed)