Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Multazam Ahmad Tawalla, mahasiswa semester II Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, UIN Jakarta berhasil menjawarai kompetisi Bintang Orator DPR RI yang berlangsung di Gedung DPR RI, Kamis-Ahad 1-5 Februari lalu. Multazam menyisihkan 4 empat finalis lain dari 64 kontestan orasi dari berbagai perguruan tinggi dan daerah pemilihan (dapil) se-Indonesia.

Kompetisi orasi sendiri diselenggarakan Sekretariat Jenderal DPR RI dalam rangka ulang tahun TVR Parlemen ke-11 tahun. Selain beberapa akademisi, Anggota Komisi VI Sartono, dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah turut menjadi juri kompetisi debat bertajuk Andai Aku Menjadi Anggota DPR RI.

Kepada BERITA UIN Online, Rabu (7/2/2018), pemuda kelahiran Gowa, 24 Februari 1998 lalu ini menuturkan perjuangannya menjawarai kompetisi telah dimulai sejak babak pertama kompetisi. Ia harus berusaha maksimal menyampaikan orasi yang inspiratif, penuh semangat, sekaligus kaya akan data yang menjadi dasar argumentasinya.

“Alhamdulillah saya bisa mengumpulkan skor 1940. Lumayan unggul dari skor yang dicatatkan finalis peserta kompetisi dari berbagai dapil dan perguruan tinggi terkemuka nasional,” paparnya.

Lebih jauh, mahasiswa yang masih menjabat pengurus Ikatan Pelajar Muhammad Provinsi Sulawesi Selatan ini mengaku keberhasilan yang diraihnya menjadi pemacu semangatnya untuk berprestasi lebih baik lagi di masa mendatang. “Semoga ini juga jadi sumbangsih saya mengharumkan nama UIN Jakarta di pentas nasional,” tandas alumnus Jurusan IPA SMAN 1 Bajeng Unggulan Kabupaten Gowa ini.

Terpisah, Fahri mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh TV Parlemen DPR RI sekaligus menyampaikan selamat kepada Multazam. Menurutnya, kompetisi orasi perlu terus digalakkan guna mencari anak-anak muda berbakat yang memiliki komitmen kebangsaan melalui orasi kebangsaannya.

“Saya juga ucapkan selamat dan sukses untuk semuanya, khususnya kepada para pemenang Bintang Orator. Semoga apa yang disampaikan kelak bisa menjadi motivasi dalam menjaga dan merawat bangsa Indonesia,” harap Fahri. (farah nh/yuni nk/zm)