Mufti Polandia: Tak Ada Diskriminasi Islam di Negara Kami

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Diorama, UIN Online Mufti Polandia Mr Tomasz Miskiewiez menungkapkan, kendati Islam di negerinya merupakan agama minoritas, namun tak ada diskriminasi yang diterima baik dari pemerintah mupun dari umat Kristen yang mayoritas.

“Di Polandia sekarang ini, umat Islam bebas menjalankan ibadah tanpa tekanan ataupun diskriminasi,” kata Miskiewiez dalam kuliah umum bertema Islam Polandia: Sejarah dan Perkembangannya Sampai Sekarang,  di Ruang Diorama, Jumat  (26/3).

Turut hadir juga dalam acara itu Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat, Purek Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya, Duta Besar Polandia untuk Indonesia Tomasz Lukaszuk, dan istri Mufti Barbara Miskiewiez.

Menurut Miskiewiez, populasi umat Islam di Polandia kini mencapai ada 35 ribu jiwa dari total 38 juta jiwa penduduk negeri itu. Di Polandia, Islam bukanlah agama baru. Agama ini telah ada sejak 1925. Sejak awal, Islam telah mampu hidup harmonis dengan masyarakat Polandia yang mayoritas Kristen.

Umat Islam di Polandia berasal dari suku Tartar, yang beragama Islam Suni. Mereka adalah keturunan dari prajurit Tartar yang gagah berani ketika berperang melawan Kerajaan Tetonik dalam pertempuran Grunwald di Malbork, sebelah utara Polandia pada tahun 1410.

Miskiewiez menegaskan, umat Islam di Polandia memiliki kesamaan dengan umat Islam di Indonesia. “Indonesia dan Polandia memiliki banyak persamaan, hanya saja, Islam di Indonesia sebagai mayoritas sedangkan di Polandia masih dalam minoritas,” ujarnya.

Memang, dalam sejarah, tegas mufti, kehidupan beragama di Polandia pada zaman Komunis menjadi pengamatan intelijen dan tidak dianjurkan. Namun pada era keterbukaan ini, kehidupan beragama menjadi lebih bergairah, dan Islam semakin berkembang.

Kini, umat Islam di Polandia telah memiliki Masjid Raya di kota Warsawa. Masjid tersebut sebelumnya merupakan rumah vila yang dibeli umat Islam dari warga setempat. Selain itu, kini  umat Islam Polandia juga  tengah membangun Pusat Budaya Islam.

Kunjungan Miskiewiez ke Indonesia kali ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).  Selain itu, Miskiewiez juga akan menemui Menteri Agama RI Suryadharma Ali dan pejabat Kementerian Pertanian RI untuk saling bertukar informasi mengenai sertifikasi produk makanan halal. Miskiewiez juga merencanakan untuk menjalin kerjasama bidang pendidikan. [] Abdullah Suntani

 

Mufti Polandia: Tak Ada Diskriminasi Islam di Negara Kami

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Ruang Diorama, UIN Online Mufti Polandia Mr Tomasz Miskiewiez menungkapkan, kendati Islam di negerinya merupakan agama minoritas, namun tak ada diskriminasi yang diterima baik dari pemerintah mupun dari umat Kristen yang mayoritas.

“Di Polandia sekarang ini, umat Islam bebas menjalankan ibadah tanpa tekanan ataupun diskriminasi,” kata Miskiewiez dalam kuliah umum bertema Islam Polandia: Sejarah dan Perkembangannya Sampai Sekarang,  di Ruang Diorama, Jumat  (26/3).

Turut hadir juga dalam acara itu Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat, Purek Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya, Duta Besar Polandia untuk Indonesia Tomasz Lukaszuk, dan istri Mufti Barbara Miskiewiez.

Menurut Miskiewiez, populasi umat Islam di Polandia kini mencapai ada 35 ribu jiwa dari total 38 juta jiwa penduduk negeri itu. Di Polandia, Islam bukanlah agama baru. Agama ini telah ada sejak 1925. Sejak awal, Islam telah mampu hidup harmonis dengan masyarakat Polandia yang mayoritas Kristen.

Umat Islam di Polandia berasal dari suku Tartar, yang beragama Islam Suni. Mereka adalah keturunan dari prajurit Tartar yang gagah berani ketika berperang melawan Kerajaan Tetonik dalam pertempuran Grunwald di Malbork, sebelah utara Polandia pada tahun 1410.

Miskiewiez menegaskan, umat Islam di Polandia memiliki kesamaan dengan umat Islam di Indonesia. “Indonesia dan Polandia memiliki banyak persamaan, hanya saja, Islam di Indonesia sebagai mayoritas sedangkan di Polandia masih dalam minoritas,” ujarnya.

Memang, dalam sejarah, tegas mufti, kehidupan beragama di Polandia pada zaman Komunis menjadi pengamatan intelijen dan tidak dianjurkan. Namun pada era keterbukaan ini, kehidupan beragama menjadi lebih bergairah, dan Islam semakin berkembang.

Kini, umat Islam di Polandia telah memiliki Masjid Raya di kota Warsawa. Masjid tersebut sebelumnya merupakan rumah vila yang dibeli umat Islam dari warga setempat. Selain itu, kini  umat Islam Polandia juga  tengah membangun Pusat Budaya Islam.

Kunjungan Miskiewiez ke Indonesia kali ini bertujuan untuk menjalin kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).  Selain itu, Miskiewiez juga akan menemui Menteri Agama RI Suryadharma Ali dan pejabat Kementerian Pertanian RI untuk saling bertukar informasi mengenai sertifikasi produk makanan halal. Miskiewiez juga merencanakan untuk menjalin kerjasama bidang pendidikan. [] Abdullah Suntani