Menteri Perdagangan: UIN Berperan Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Menteri Perdagangan: UIN Berperan Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional

Reporter : Luthfi Destianto

Diorama, UIN Online Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dr Mari Elka Pangestu mengatakan, keberadaan kampus UIN memiliki peran sentral dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional. Peran yang ditampilkan meliputi berbagai aspek baik pemberdayaan UMKM pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), maupun pengembangan riset, kreativitas seni, minat dan bakat

 

Pernyataan tersebut disampaikannya saat mengisi Kuliah Umum yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bertema “Pembangunan Ekonomi Kreatif Tahun 2025” di ruang Diorama, Rabu, (6/1). Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat, Walikota Tangerang Selatan HM Shaleh MT, para pembantu rektor, para kepala biro, para dekan, dan mahasiswa

 

Mari menyatakan, keberadaan Kampus UIN tidak diragukan lagi memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi kawasan dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.”Kita lihat bukti nyata di sekitar kampus terlihat banyaknya berbagai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tumbuh mulai dari usaha makanan dan minuman, konveksi, alat tulis dan kantor (ATK) hingga kos-kosan,” ujarnya.

 

UMKM, menurut Marie, merupakan bentuk nyata pengembangan ekonomi kreatif yang paling banyak menyumbang tenaga kerja di Indonesia. “Lebih dari 90% tenaga kerja diserap melalui UMKM ini” tandasnya. Karena itu, ia berharap UIN memiliki suatu grand design melalui program-program yang dapat menumbuhkan keberadaan UMKM khususnya di bidang makanan dan minuman, fashion and design, musik. Film, ATK, serta layanan komputer dan peranti lunak yang menjadi program prioritas pemerintah.

 

Sementara, lanjutnya, melalui pengembangan SDM, UIN diharapkan menghasilkan lulusan terdidik yang memiliki ketrampilan yang dibutuhkan dunia kerja dan memiliki kompetensi sesuai keilmuannya. Mari berharap UIN memiliki kurikulum berbasis kompetensi dan kreativitas yang dapat menciptakan pemikiran dan intelektual kreatif.

 

“Upaya lain melalui insentif akademis, pengembangan SDM kreatif, dan pengembangan jiwa kewirausahaan lulusan, sehingga mampu mencetak wirausaha baru yang kreatif dan kompetitif di Indonesia” harapnya.

 

Mantan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) ini menambahkan, di bidang pengembangan riset, kreatifitas, seni, minat dan bakat, UIN memiliki peran dengan berdirinya berbagai organisasi riset dan organisasi kemahahasiswaan yang harus ditingkatkan potensinya. “Saya harap peneliti dan mahasiswa UIN dapat memiliki kemandirian ide dan gagasan, sehingga menghasilkan inovasi baru dengan menghasilkan produk kreatif di bidang tersebut” harapnya. []

Menteri Perdagangan: UIN Berperan Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Menteri Perdagangan: UIN Berperan Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional

Reporter : Luthfi Destianto

Diorama, UIN Online Menteri Perdagangan Republik Indonesia Dr Mari Elka Pangestu mengatakan, keberadaan kampus UIN memiliki peran sentral dalam pengembangan ekonomi kreatif nasional. Peran yang ditampilkan meliputi berbagai aspek baik pemberdayaan UMKM pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), maupun pengembangan riset, kreativitas seni, minat dan bakat

 

Pernyataan tersebut disampaikannya saat mengisi Kuliah Umum yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bertema “Pembangunan Ekonomi Kreatif Tahun 2025” di ruang Diorama, Rabu, (6/1). Hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Prof Dr Komaruddin Hidayat, Walikota Tangerang Selatan HM Shaleh MT, para pembantu rektor, para kepala biro, para dekan, dan mahasiswa

 

Mari menyatakan, keberadaan Kampus UIN tidak diragukan lagi memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi kawasan dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.”Kita lihat bukti nyata di sekitar kampus terlihat banyaknya berbagai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tumbuh mulai dari usaha makanan dan minuman, konveksi, alat tulis dan kantor (ATK) hingga kos-kosan,” ujarnya.

 

UMKM, menurut Marie, merupakan bentuk nyata pengembangan ekonomi kreatif yang paling banyak menyumbang tenaga kerja di Indonesia. “Lebih dari 90% tenaga kerja diserap melalui UMKM ini” tandasnya. Karena itu, ia berharap UIN memiliki suatu grand design melalui program-program yang dapat menumbuhkan keberadaan UMKM khususnya di bidang makanan dan minuman, fashion and design, musik. Film, ATK, serta layanan komputer dan peranti lunak yang menjadi program prioritas pemerintah.

 

Sementara, lanjutnya, melalui pengembangan SDM, UIN diharapkan menghasilkan lulusan terdidik yang memiliki ketrampilan yang dibutuhkan dunia kerja dan memiliki kompetensi sesuai keilmuannya. Mari berharap UIN memiliki kurikulum berbasis kompetensi dan kreativitas yang dapat menciptakan pemikiran dan intelektual kreatif.

 

“Upaya lain melalui insentif akademis, pengembangan SDM kreatif, dan pengembangan jiwa kewirausahaan lulusan, sehingga mampu mencetak wirausaha baru yang kreatif dan kompetitif di Indonesia” harapnya.

 

Mantan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) ini menambahkan, di bidang pengembangan riset, kreatifitas, seni, minat dan bakat, UIN memiliki peran dengan berdirinya berbagai organisasi riset dan organisasi kemahahasiswaan yang harus ditingkatkan potensinya. “Saya harap peneliti dan mahasiswa UIN dapat memiliki kemandirian ide dan gagasan, sehingga menghasilkan inovasi baru dengan menghasilkan produk kreatif di bidang tersebut” harapnya. []