Menteri KPP-PA: Perempuan dan Anak Kekuatan Pembangunan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Hotel Redtop, BERITA UIN Online—Kaum perempuan dan anak merupakan kekuatan besar dalam pembangunan. Oleh karena itu, pembangunan harus diarahkan pada pengembangan potensi perempuan dan anak.

Demikian Menteri KPP-PA, Linda Amalia Sari Gumelar dalam sosialisasi program Indonesia Menuju Layak Anak 2015 melalui forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) seluruh Indonesia pada Rabu, (3/10), di Hotel Redtop Jakarta Pusat.

“Penduduk perempuan dan anak menjadi kekuatan yang luar biasa dalam menggerakkan dan mengisi pembangunan yang responsif gender dan peduli hak anak. Gender dan anak merupakan isu lintas bidang dam lintas sektor yang perlu disinergikan di dalam pelaksanaan programnya,”ujarnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut dan terpenuhinya hak anak, Kementerian KPP-PA mengadakan sosialisasi program Indonesia Menuju Layak Anak 2015 melalui forum Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) seluruh Indonesia.

“Dua program inilah yang selalu kami sosialisasikan di seluruh wilayah Indonesia sebagai visi dari KPP-PA,” kata istri dari Jenderal (Purn) Agum Gumelar, mantan Menteri Perhubungan era Presiden Megawati.

Dijelaskannya, terdapat kekhawatiran dari presiden tentang kondisi perempuan dan anak di Indonesia, lanjutnya, seperti nikah di bawah usia, KDRT, tingginya angka perceraian, eksploitasi anak, kekerasan seksual, drop out sekolah karena alasan bantu orang tua, dan lain sebagainya.

“Untuk itu, KPP-PA diberi mandat oleh presiden untuk merumuskan, mengkoordinasikan, dan melakukan pematauan dan evaluasi terkait pemberdayaan dan perlindungan perempuan dan anak,”sambung dia.

Mengutip data dari Badan Sensus Penduduk (BPS), total penduduk perempuan dan anak dewasa mencapai 70% dari 240 juta penduduk Indonesia dan pada tahun 2020 nanti, dan jumlah penduduk yang berusia produktif kurang lebih 25% yang terdiri perempuan dan anak.

Ia menegaskan bahwa program-program tersebut tidak mungkin hanya dicapai melalui peran pemerintah saja, namun akan lebih terlembaga apabila isu-isu tersebut juga dapat disosialisasikan dan disebarluaskan melalui peran dan fungsi Bakohumas, yang merupakan salah satu upaya strategis untuk mengubah paradigma dan pola pikir masyarakat secara struktur dan sistematis. (M. Furqon)