Menteri Agama Resmikan Peluncuran Studi-studi Kemenag tentang Pendidikan Islam di Indonesia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Menteri Agama Republik Indonesia Drs  H Lukman Hakim Saifuddin resmikan acara Peluncuran studi-studi Kementerian Agama tentang Pendidikan Islam di Indonesia, Rabu, (23/11), di Auditorium KH M Rashid, Kementrian Agama Jakarta.

Menteri Agama Republik Indonesia Drs H Lukman Hakim Saifuddin resmikan acara Peluncuran studi-studi Kementerian Agama tentang Pendidikan Islam di Indonesia, Rabu, (23/11), di Auditorium KH M Rasjidi, Kementrian Agama, Jakarta.

Auditorium KH M Rasjidi Kementerian Agama, Berita UIN Online – Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin resmikan acara Peluncuran studi-studi Kementerian Agama tentang Pendidikan Islam di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, (23/11), di Auditorium KH M Rasjidi, Kementrian Agama, Jakarta.

Turut hadir pula para duta besar negara-negara sahabat, para pejabat eselon I dan II Kementerian Agama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kabalitbang Kemendikbud) Ir Totok Suprayitno Ph.D mewakili menteri pendidikan dan kebudayaan, dan para tamu undangan lainnya. Dari UIN Jakarta turut hadir Kepala Biro Administrasi Umum dan Kepegawaian (BAUK) Dr H Rudi Subiyantoro M.Pd, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan (BPK) Drs H Subarja M.Pd dan Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (BAAKK) Drs H Zaenal Arifin M.Pd.I

Dalam sambutannya, Lukman menegaskan bahwa agama merupakan salah satu sarana pemersatu bangsa. “Pada hakekatnya Islam hadir untuk mewujudkan kedamaian, menebar kasih sayang, menebarkan kemaslahatan, rahmat bagi seluruh alam semesta, dan bukan sebagai sarana untuk memecah belah umat,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Kabalitbang Kemendikbud Totok Suprayitno mengapresiasi kegiatan ini dan berharap agar kegiatan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pendidikan agama di Indonesia. “Saya harap pendidikan agama Islam ini dapat memberikan andil dalam pembentukan karakter moral, sopan satun, dan menghargai orang lain. Tidak hanya ilmu tapi juga pada prakteknya,” ucap Totok.

Sebagai Informasi, kegiatan ini merupakan  hasil kolaborasi antara Kementrian Agama Republik Indonesia dengan Analytical and Capacity Development Partnership (ACDP) bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Australia melalui Australian Aid, Uni Eropa (UE), dan Asian Development Bank/ADB. (umar/zm)