Auditorium, BERITA UIN Online – Tepuk tangan bergemuruh saat Menteri Sosial Idrus Marham memasuki gedung Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta, Selasa (17/7/2018) pagi. Kehadiran Mensos di gedung itu untuk melepas ribuan mahasiswa yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) tahun akademik 2017/2018.

Tepat pukul 08.15 WIB, Mensos Idrus Marham tiba di kampus UIN Jakarta menggunakan kendaraan dinas. Ia disambut hangat Rektor UIN Jakarta Dede Rosyada di depan gedung Rektorat. Turut mendampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Fadhilah Suralaga, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Abdul Hamid, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Murodi, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Ali Munhanif, dan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Djaka Badranaya.

Sementara Mensos Idrus Marham saat itu didampingi Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin dan Kepala Badan Pendidikan, Penelitian, dan Penyuluhan Sosial Harry Soeratin. Tampak pula dalam rombongan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI yang juga alumnus UIN Jakarta Tubagus Ace Hasan Syadzily.

Idrus Marham sengaja diundang ke acara tersebut. Selain untuk melepas para peserta KKN, ia juga menyerahkan bantuan sebesar Rp 100 juta untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Saat memberikan pengarahan, Idrus pun tampil lebih rileks. Ia memilih berada langsung di depan mahasiswa yang duduk lesehan ketimbang berdiri di atas podium.

“Tapi saya dekat-dekat mahasiswa bukan karena wanitanya cantik-cantik lho,” seloroh Mensos yang disambut tepuk tangan mahasiswa.

Bukan hanya candaan seperti itu yang dilontarkan pria kelahiran Pinrang, Sulawesi Selatan, 14 Agustus 1962, tersebut. Selama berceramah, Idrus juga banyak mengeluarkan joke-joke lucu lain. Contonya, saat Ketua LP2M Ali Munhanif memberi sambutan, ia pun menyindir karena menyapa dirinya dengan suara pelan. Hal itu berbeda saat menyapa kepada Rektor UIN Jakarta Dede Rosyada.

“Kenapa menyebut nama saya pelan. Jangan-jangan karena nilai sumbangannya yang kecil,” cetusnya. Hadirin pun lalu tertawa.

Bahkan seusai berceramah, Mensos Idrus Marham ternyata masih sempat juga melontarkan candaan. Saat dirinya diminta resmi melepas peserta KKN yang ditandai dengan pemukulan gong, ia bukannya langsung memukul. Sebaliknya, ia malah meminta Rektor Dede Rosyada, Wakil Rektor Fadhilah Suralaga, dan Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Pepen Nazaruddin yang terlebih dahulu memukul gong.

Nah, saat ketiga pejabat itu memukul, gerakan mereka terlihat oleh Mensos Idrus Marham seperti kurang semangat karena terlalu pelan. Akibatnya, suara gong itu pun tak berdentum keras. Melihat begitu, ia lalu ambil pemukul gong dan memukulnya tiga kali dengan hentakkan tinggi.

“Begitu cara memukul gong!,” jelasnya lantang. Gerrr…hadirin kembali ikut tertawa dan bertepuk tangan meriah. (ns)

Share This