Jakarta, BERITA UIN OnlineMenteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir secara resmi meluncurkan dimulainya kegiatan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2018, Jumat (12/01). Persemian dilakukan di Auditorium Utama Kemenristekdikti dengan dihadiri para pejabat di lingkungan Kemenristekdikti, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Dirjen Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, para rektor PTN seluruh Indonesia, serta wakil dari beberapa sekolah SMA/SMK/MA.

Menteri Muhammad Nasir dalam sambutannya menyatakan, SNMPTN dan SBMPTN 2018 dilaksanakan dengan landasan konseptual untuk membangun satu kesatuan sistem pendidikan nasional melalui integrasi vertikal pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi. Selain itu, hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi.

“Selain itu, mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Pendidikan Tinggi, serta Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Negeri,” jelasnya.

Lebih jauh, menurut Menteri, jalur penerimaan mahasiswa baru dilakukan melalui SNMPTN, SBMTN, dan Mandiri.

“Hal ini, untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh siswa lulusan sekolah menengah yang mempunyai prestasi akademik terbaik sehingga dapat mengikuti pendidikan tinggi program sarjana di seluruh PTN di Indonesia tanpa deskriminasi,” tandas Nasir.

Berdasarkan siaran pers yang diterima tim BERITA UIN Online dijelaskan, bahwa alokasi daya tamping dari ketiga jalur sebagaimana disebutkan, yaitu SNMPTN paling sedikit 30%, SBMPTN paling sedikit 30%, dan Mandiri paling banyak 30%.

Masih dari sumber yang sama, seleksi melalui SNMPTN 2018 berdasarkan hasil penelusuran prestasi dan portofolio akademik dengan persyaratan sekolah untuk SMA/SMK/MA, dengan nilai akreditasi A yaitu 50% terbaik di sekolahnya, akreditasi B 30% terbaik di sekolahnya, dan akreditasi C 10% terbaik disekolahnya serta akreditasi lainnya mendapatkan kuota 5% terbaik di sekolahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia SNMPTN dan SBMPTN 2018 Ravik Karsidi menjelaskan, bahwa Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada PTN, jalur SNMPTN adalah seleksi berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik (PPA) calon mahasiswa, SBMPTN adalah seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dengan metode cetak (paper based testing) atau komputer (computer based testing), atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon mahasiswa. Sedangkan jalur seleksi Mandiri, yaitu seleksi yang diatur dan ditetapkan oleh masing-masing PTN.

Pendaftaran jalur PPA SNMPTN akan dimulai dengan pengisian Pangkalan Data dan Sekolah Siswa (PDSS) pada 13 Januari–10 Februari 2018, Pendaftaran 21 Februari-6 Maret 2018, pengumuman hasil seleksi 17 April 2018, dan pendaftaran ulang peserta yang lulus di PTN pada 8 Mei 2018.

Sedangkan jalur SBMPTN pendaftaran UTBC dan UTBK akan dimulai pada 05 April-27 April 2018, pelaksanaan ujian UTBC dan UTBK pada 08 Mei 2018, ujian keterampilan pada 09 dan atau 11 Mei 2018, sedangkan pengumuman kelulusan pada 03 Juli 2018.

Informasi lebih lengkap tentang SNMPTN dan SBMPTN 2018, dapat mengunjungi laman http://www.snmptn.ac.id atau http://halo.snmptn.ac.id. Dapat juga menghubungi call center di nomor 0804-1-450-450. Sedangkan untuk informasi mengenai SBMPTN dapat mengunjungi laman http://sbmptn.ac.id dan http://halo.sbmptn.ac.id, atau menghubungi call center di nomor 0804-1-456-456. (lrf)

Share This