Menristek Dikti Buka International Seminar of Islamic-QA

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

MenristekHotel Grand Cempaka Jakarta, BERITA UIN Online– Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Prof M Nasir PhD Ak secara resmi membuka acara International Seminar of Islamic Quality Assurance (Islamic-QA) yang diadakan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) bersama UIN Jakarta dan UIN Malangdi Ballroom Hotel Grand Cempaka Jakarta Pusat, Selasa (6/10/2015).

Nasir yang didapuk sebagai keynote speaker dalam seminar yang bertema “Institutional Partnership on Quality Assurance in Strengthening Islamic Higher Education” ini sangat berharap Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia selaras dengan PT di dunia, sehingga penjaminan mutulah yang menjadi penentu kesamaan mutu PT Indonesia dengan luar negeri.

“Perlu dilakukan kerja sama dan kolaborasi antara Menristek Dikti dengan Menag, Menristek Dikti dengan BAN-PT dan BAN-PT dengan Badan Akreditasi Internasional PT agar bisa dilihat, sudah standar atau tidak, kalau tidak, maka mutunya harus diperbaiki,” ujar pria yang pernah nyantri di Pondok Pesantren Mambaul Ilmi asy-Syar’i Sarang, Rembang, Jawa Tengah ini.

Pemerintah berharap, lanjut Nasir, apa yang sudah dilakukan dapat menjadikan BAN-PT sebagai lembaga yang kredibel untuk menilai dan melakukan asses terhadap PT di Indonesia, baik di bawah Kemenristek Dikti maupun Kemenag.

“Usai pertemuan ini kita undang rektor-rektor UIN untuk membicarakan peningkatan mutu PT Islam. Ini sangat membantu pemerintah dalam mengawasi keberadaan dan mutu PT,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Seminar Prof Dr Mansur Ma’sum menjelaskan mutu PT Islam di negara-negara Islam itu beragam. Menurutnya, dengan membangun komunitas Islamic-QA (Penjaminan Mutu PT Islam) itu dapat memacu perkembangan mutu PT di negara Islam dan mengembangkan kerja sama badan akreditasi di negara-negara Islam.

“Saat ini yang terlibat menjadi anggota aktif Association of Islamic-QA sebanyak 54 negara, walaupun belum semua secara resmi menjadi anggota. Selain anggota aktif, PT juga berhak menjadi anggota muda (associate member),” ujar Ma’sum.

Baru BAN-PT, ungkap Ma’sum, yang sudah menjadi full member di Indonesia. Sementara tercatat, baru tiga PT yang terdaftar menjadi anggota, yaitu UIN Jakarta, UIN Malang, dan UII Yogyakarta.

“Setelah ini, atas restu Bapak Menristek, Menag dan Dirjen Pendis, akan lebih banyak lagi PT menjadi anggota karena manfaatnya terasa sekali bagi mutu PT,” harap Ma’sum.

Maksum melanjutkan, tema ini diambil karena terjadi disparitas mutu yang sangat mencolok antara PT Negeri dan PT Swasta di satu sisi dan PT Agama Islam Negeri dan makin mencolok lagi antara PT Negeri dan PT Islam Swasta.

“Dalam seminar, para pakar akan menjelaskan kiat membangun penjaminan mutu, pengalaman mereka untuk penjaminan mutu di kampus negara masing-masing agar terpacu dan terpicu untuk melaksanakan yang terbaik bagi pengembangan PT, khususnya di indoensia,” terangnya.

Ma’sum menginformasikan setelah seminar akan ada pertemuan organisasi roundtable meeting, yaitu pertemuan semua anggota majelis tertinggi dari asosiasi. Sebagai gongnya adalah eksekutif word member, pertemuan dengan presiden, wakil presiden, dan lima anggota majelis yang salah satunya adalah Indonesia.

Diketahui, seminar Islamic-QA ini dihadiri 20 anggota dari negara Islam, 54 anggota asosiasi PTI, dua 2 keynotes speaker (Menag dan Menristek Dikti), 12 narasumber international (Australia, Malaysia, Cina, Bahrain, Saudi Arabia, Turki, Pakistan, Mesir, dan Indonesia) dan 225 peserta perwakilan dari seluruh PTI di Indonesia. (MF)