Menlu Inggris Bahas Soal Terorisme

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Ruang Diorama, UIN Online - Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Browne mengunjungi UIN Jakarta, Jumat (23/7). Kunjungan perdananya ke Indonesia ini dalam rangka meningkatkan kerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam bidang kesejahteraan global dan pertumbuhan ramah lingkungan.

Saat mengunjungi UIN Jakarta, Jeremy sempat menyampaikan pandangannya tentang terorisme dalam diskusi yang bertema “Countering Extremism: UK and Indonesia Experience” di Ruang Diorama, UIN Jakarta. Diskusi yang diadakan oleh Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) ini juga dihadiri Rektor UIN Jakarta  Prof Komaruddin Hidayat dan penulis buku Temanku, Teroris? dan Ketua Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail.

Jeremy sedikit menceritakan pengalaman yang memilukan ketika Inggris  diguncang aksi terorisme pada Juli 2005 sehingga membawa dampak yang hebat bagi warga Inggris. Menurut Jeremy, faktor krusial tentang aksi terorisme adalah menunggu kapan aksi itu terjadi dan mencoba menangkap tanda-tanda yang muncul untuk mencegah aksi tersebut.Hal tersebut perlu diantisipasi guna melindungi masyarakat.

“Perlunya pengetahuan yang cukup tentang pola-pola terorisme serta pembelajaran untuk mengetahui lokasi-lokasi dan aktivitas-aktivitas yang mungkin menjadi sasaran itu penting untuk mengantisipasi aksi terorisme,” terangnya.

Jeremy juga menekankan pada pentingnya kerjasama antar negara dalam menanggulangi aksi terorisme yang semakin meluas. Kemudian juga, dengan belajar dari negara-negara lain yang memiliki pengalaman melawan aksi terorisme.

Untuk menanggulangi kaum ektremis yang mungkin berkembang menjadi terorisme, Jeremy menuturkan, pemerintah yang harus bekerja lebih giat. “Yaitu dengan meningkatkan pasukan keamanan dan juga menciptakan perundang-undangan khusus terorisme,” ucapnya.

Kemudian berbicara mengenai kehidupan umat muslim di negara non-muslim, Jeremy mengatakan, banyak warga muslim di negaranya. Namun, lanjut dia, kebijakan pemerintah selalu mengutamakan kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat.

Jeremy Browne merupakan menteri pertama Inggris yang melakukan kunjungan ke Indonesia sejak pemerintahan baru terbentuk setelah pemilu di Inggris Mei lalu. Jeremy mulai menjabat sebagai Menteri Negara Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris pada 14 Mei 2010. (ns)

Menlu Inggris Bahas Soal Terorisme

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Ruang Diorama, UIN Online - Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Browne mengunjungi UIN Jakarta, Jumat (23/7). Kunjungan perdananya ke Indonesia ini dalam rangka meningkatkan kerjasama dengan pemerintah Indonesia dalam bidang kesejahteraan global dan pertumbuhan ramah lingkungan.

Saat mengunjungi UIN Jakarta, Jeremy sempat menyampaikan pandangannya tentang terorisme dalam diskusi yang bertema “Countering Extremism: UK and Indonesia Experience” di Ruang Diorama, UIN Jakarta. Diskusi yang diadakan oleh Center for the Study of Religion and Culture (CSRC) ini juga dihadiri Rektor UIN Jakarta  Prof Komaruddin Hidayat dan penulis buku Temanku, Teroris? dan Ketua Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail.

Jeremy sedikit menceritakan pengalaman yang memilukan ketika Inggris  diguncang aksi terorisme pada Juli 2005 sehingga membawa dampak yang hebat bagi warga Inggris. Menurut Jeremy, faktor krusial tentang aksi terorisme adalah menunggu kapan aksi itu terjadi dan mencoba menangkap tanda-tanda yang muncul untuk mencegah aksi tersebut.Hal tersebut perlu diantisipasi guna melindungi masyarakat.

“Perlunya pengetahuan yang cukup tentang pola-pola terorisme serta pembelajaran untuk mengetahui lokasi-lokasi dan aktivitas-aktivitas yang mungkin menjadi sasaran itu penting untuk mengantisipasi aksi terorisme,” terangnya.

Jeremy juga menekankan pada pentingnya kerjasama antar negara dalam menanggulangi aksi terorisme yang semakin meluas. Kemudian juga, dengan belajar dari negara-negara lain yang memiliki pengalaman melawan aksi terorisme.

Untuk menanggulangi kaum ektremis yang mungkin berkembang menjadi terorisme, Jeremy menuturkan, pemerintah yang harus bekerja lebih giat. “Yaitu dengan meningkatkan pasukan keamanan dan juga menciptakan perundang-undangan khusus terorisme,” ucapnya.

Kemudian berbicara mengenai kehidupan umat muslim di negara non-muslim, Jeremy mengatakan, banyak warga muslim di negaranya. Namun, lanjut dia, kebijakan pemerintah selalu mengutamakan kerukunan dan keharmonisan dalam masyarakat.

Jeremy Browne merupakan menteri pertama Inggris yang melakukan kunjungan ke Indonesia sejak pemerintahan baru terbentuk setelah pemilu di Inggris Mei lalu. Jeremy mulai menjabat sebagai Menteri Negara Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris pada 14 Mei 2010. (ns)