Mengokohkan Tradisi Riset

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Oleh: Prof. Dr. Dede Rosyada, MA

Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA

Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA

MENGOKOHKAN TRADISI RISET di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi tema utama Wisuda Sarjana dan Pascasarjana UIN Syarif HidayatullahJakartake-97pada tanggal 22 dan 23 Agustus 2015. Wisuda triwulan ketiga tahun ini diikuti 1.137 orang Sarjana, Magister, dan Doktor dalam berbagai bidang keahlian dan rumpun keilmuan yang dimandatkan kepada UIN Syarif HidayatullahJakarta. Sejak perluasan mandat pada tahun 2002 melalui transformasi institut menjadi universitas, perguruan tinggi Islam ini melahirkan ribuan sarjana dalam 11bidang ilmu, masing-masing enam bidang ilmu keagamaan yang meliputi Ilmu Ushuluddin, Adab, Dakwah, Syari’ah, Tarbiyah, dan Dirasah Islamiyah, serta lima bidang general science yang meliputiIlmu Kedokteran dan kesehatan, Sains dan Teknologi, Ekonomi, Psikologi dan Ilmu Sosial dan Politik. Dengan demikian, universitas ini secara perlahan memenuhi harapan umat untuk menyelenggarakan pendidikan yang komprehensif sambil tetap mempertahankan komitmen penyelenggaraan pendidikan keislaman sebaik mungkin sehingga dapat menghantarkan lulusannya menjadi profesional yang santri, melalui proses integrasi agama dan sains dalam semua tahap pendidikan, kurikulum, proses pembelajaran dan budaya kampus.

Bersamaan dengan pelantikan sarjana dan pascasarjana tersebut, ditetapkan pula jumlah mahasiswa baru yang diterima UIN Syarif HidayatullahJakarta tahun akademi 2015-2016 sebanyak 5.242 dari kuota yang ditetapkan sebelumnya sebanyak 5.035. Penetapan jumlah mahasiswa baru yang diterima tahun ini dijaring dan disaring melalui lima jalur penjaringan dan penyaringan, yakni Seleksi Nasional Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)untuk seluruh prodi umum melalui jalur prestasi akademik, Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN)untuk seluruh prodi keagamaan. Kemudian jalur Seleksi Bersama Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri (SBM-PTN) untuk prodi umum, dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Kagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) untuk prodi keagamaan. Keempat jalur ini dikelola panitia bersama nasional, baik di lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenriset Dikti) maupun Kementerian Agama (Kemenag). Terakhir, jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Mandiri yang diselenggarakan sendiri oleh universitas.

Persaingan masuk mahasiswa ke UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 2015 ini sangat ketat. Sebab dari lima jalur seleksi masuk yang disediakan, total calon mahasiswa yang tercatat berminat dan mendaftar mencapai 107.393 orang. Dengan demikian, rasio pendaftar dengan yang diterima adalah 1:21.33. Artinya, setiap satu mahasiswa diterima harus mampu mengalahkan 21 orang pesaing lainnya. Dalam hal ini, enam prodi dengan persaingan masuk paling ketat secara berturut-turut adalahPerbankan Syari’ahdengan rasio 1 : 111.7, Ekonomi Syari’ah dengan rasio 1 : 83.9, Manajemen dengan rasio 1 : 91.5, Bahasa dan Sastra Inggris dengan rasio 1 : 56.3, Pendidikan Guru MI dengan rasio 1 : 48.7, dan Manajemen Pendidikan dengan rasio 1 : 45.16. Sementara enam fakultas yang paling tinggi peminatnya sebagai akumulasi rata-rata minat prodi, secara berturut-turut ditempati FEB dengan rasio 1 : 73.7, FKIK dengan rasio 1:30.4, Fakultas Psikologi dengan rasio 1 : 25,  FISIP dengan rasio 1 : 20.2, FITK dengan rasio 1 : 20, dan FAH dengan rasio 1 : 19.6.

Konsistensi wisuda yang dilaksanakan empat kali dalam setahun, dan selalu mewisuda sarjana, magister dan Doktor di atas seribu orang sarjana baru menunjukkan bahwa kinerja para dosen di setiap prodi sudah semakin efisien, sehingga mampu meluluskan mahasiswa rata-rata 95 % tepat waktu untuk semua prodi. Di saat yang sama, tingginya angka peminat menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat kepada UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga meningkat. Oleh sebab itu, layanan akademik menjadi hal wajib untuk terus ditingkatkan sehingga masyarakat tidak mengalami kekecewaan terhadap institusi pendidikan ini. Salah satu yang akan dipacu dalam satu tahun ke depan adalah produktifitas para dosen dalam penelitian dan publikasi karya ilmiah, serta pengakuan atas kualitas karya mereka baik pada skala lokal ke-Indonesiaan, regional di tingkat ASEAN, maupun dalam skala global di berbagai negara yang secara tradisional UIN Syarif Hidayatullah Jakartatelah memiliki jalur komunikasi dan transmisi akademik, baik di Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia, mapun negara-negara serumpun di Asia Tenggara.

Tujuan utama peningkatan frekuensi dan kualitas proses serta hasil penelitian dosen di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta adalah sebagai berikut :

  1. Agar para dosen berkesempatan selalu meng-update bahan ajar yang mereka berikan. Dengan begitu para mahasiswa juga memperoleh ilmu, teori, instrumen dan teknologi serta skill dan ketrampilan yang baru, tidak tertinggal oleh kemajuan rekan mereka sesama mahasiswa di berbagai belahan dunia lainnya.
  2. Menemukan teori, teknologi atau instrumen baru yang bisa didedikasikan bagi kemajuan peradaban umat-bangsa, menuju knowledge based economy dan knowledge based society sebagai sebuah cita-cita ideal semua bangsa di dunia.
  3. Meningkatkan reputasi perguruan tinggi melalui peningkatan produktifitas akademik para dosen dan penelitidalam melahirkan temuan teori dan teknologi baru, serta meningkatkan kualitas publikasi akademik guna meningkatkan trust dan ekspektasi publik terhadap institusi pendidikan tinggi di mana para akademisinya berdedikasi.
  4. Meningkatkan frekuensi temuan dalam bidang teknologi atau instrumen baru yang dapat dipatenkan sebagai karya ilmiah yang dapat digunakan  untuk kegiatan industri, baik industri manufaktur, pengolahan bahan pangan, industri jasa atau lainnya. Selama teknologi atau instrumen itu bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produktifitas dan komersialisasi, maka bisa didaftarkan pada lembaga patendan siapapun bisa memanfaatkannya. Dengan begitu, hasil karya para peneliti bisa terapresiasi, dan posisi institusi juga akan terangkat naik reputasinya.
  5. Meningkatkan reputasi perguruan tinggi dengan apresiasi masyarakat akademik serta dunia industri terhadap para akademisinya melalui sitasi terhadap karya-karya mereka yang dipublikasikan, baik pada jurnal nasional, regional maupun internasional yang bereputasi, atau melalui buku karya ilmiah mereka.

Dinamisasi kegiatan penelitian di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kini dilakukan dengan mengembangkan sejumlah langkah berikut ini:

  1. Mendorong para dosen untuk mencoba melakukan diversifikasi program penelitian dengan mengalihkan fokus penelitian dari penelitian pemikiran, konsep, dan sejarah, pada penelitian new dicoveryyang lebih berorientasi pada temuan-temuan teori empirik, teknologi baru yang dapat digunakan mengembangkan industri, dan instrumen baru baik dalam sektor ekonomi, pendidikan maupun layanan psikologi.
  2. Meningkatkan dana penelitian dengan melakukan optimalisasi penggunaan dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk membiayai ide-ide serta program dan kegiatan penelitian para dosen, sehingga semakin banyak dosen yang bisa berpartisipasi dalam kegiatan penelitian, dan –dengan beitu- akan semakin banyak pula karya yang dapat disumbangkan untuk kemajuan peradaban, kemajuan bangsa dan negara.
  3. Mendorong para dosen melakukan penelitian kemitraan dengan dunia industri yang temuan-temuannya bisa dimanfaatkan oleh industri itu sendiri, baik produk yang akan dihasilkan, maupun perluasan konsumen dari produk yang dihasilkan. Penelitian kemitraan seperti ini akan sangat bermanfaat secara simbiosis mutualistik, karena pihak industri bisa memanfaatkan hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas produksekaligus memperluas pasar atas produk yang dihasilkannya. Selain itu, prestasi akademik dosen melalui hasil dan karya penelitiannya bisa terpromosikan.
  4. Kemudian penelitian kemitraan juga akan dilakukan dengan mengoptimalkan kerjasama dengan lembaga-lembaga sponsor, baik dalam maupun luar negeri. Lembaga-lembaga asing yang selama ini bekerjasama dengan UIN melalui berbagailembaga independennya, bisa dibangkitkan kembali dengan perluasan partisipasi dari para dosen, sehingga hasilnya bisa lebih dimanfaatkan oleh negara dan masyarakat masing-masing.
  5. Memperluas jejaring penelitian melalui kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri dalam berbagai program yang lazim dikembangkan di berbagai universitas di dunia, seperti collaborative research, yakni kerjasama penelitian antara seorang peneliti dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan peneliti dari universitas lain baik di dalam maupun luar negeri. Kemudian, sabbatical leave, yakni penelitian yang dilakukan secara individual oleh seorang peneliti seniordengan tidak mengambil tugas mengajar sama sekalikarena fokus untuk penelitiannya, baik di universitas lain di dalam negeri maupun di universitas lain di luar negeri. Research fellows yang diberikan baik untuk peneliti senior dari UIN untuk meneliti di universitas lain di luar negeri, maupun peneliti dari universitas luar untuk melakukan penelitian di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berbagai model penelitian tersebut sudah mulai dilakukan di tahun ini, dengan melepas sebanyak enam peneliticollaborative research ke Mesir, Australia, Maroko dan Malaysia, serta tiga orang peneliti luar yang akan meneliti di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yakni peneliti dari Jepang, Mesir dan Australia. Dengan demikian, secara berangsur pengakuan dunia internasional terhadap UIN akan semakin meningkat, dan tidak hanya pada satu individu, tapi justru pada kekuatan institusi karena kekuatan sumber daya manusianya.

Kebijakan mengokohkan penelitian bertujuan memfasilitasi para dosen melaksanakan tugas pokok mereka sebagai dosen yang memiliki tugas mengajar, meneliti dan melakukan pengabdian pada masyarakat. Dosen adalah ilmuwan yang mengajar, karenanya, selama menjalani karirnya sebagai dosen harus setidaknya menghasilkan beberapa teori tentang ilmu yang diamanahkan kepadanya. Dengan demikian, kendati kewajiban mutlak meneliti hanya ada pada profesor, tapi dosen yang berpangkat akademik di bawah profesorjuga memiliki kewajiban sama. Hanya saja, kewajiban tersebut boleh diganti dengan tulisan ilmiah lain dalam bentuk makalah. Demikian juga dengan tugas pengabdian pada masyarakat, bukan tugas yang lepas dari tugas mengajar dan meneliti, tapi inherence dengan tugas keilmuannya. Oleh karena itu, pengabdian pada masyarakat merupakan tugas akademik, yakni mendedikasikan ilmu, teori hasil penelitian pada kehidupan sosial. Hasil-hasil penelitian tersebutakan menjadi bahan ajar, baik dalam disain pembelajaran, maupun di luar bahan ajar, tapi akan tersampaikan juga dalam proses interaksi para dosen dengan para mahasiswanya. Wallahu a’lam bi al-Shawab