Mengokohkan Kapasitas Menjadi Perguruan Tinggi Kelas Dunia

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Rektor Wisuda 101Pidato Rektor

pada Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Sabtu-Minggu, 20-21 Agustus 2016

Yang terhormat:

  1.  Pimpinan dan Anggota Senat Akademik;
  2.  Para sesepuh dan tamu kehormatan;
  3.  Rekan pendidik dan tenaga kependidikan;
  4.  Para orang tua dan pemberi beasiswa yang saya banggakan;
  5.  Pengurus Ikatan Alumni UIN Jakarta (IKALUIN), para alumni, dan mahasiswa-mahasiswi yang saya cintai;
  6.  Para Wisudawan –Sarjana, Magister, dan Doktor– yang berbahagia, serta hadirin sekalian.

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Sebagai  pendahuluan  dari  sambutan  ini, marilah  senantiasa kita panjatkan  puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena pada hari yang sangat berbahagia ini kita memperoleh nikmat-Nya untuk dapat berkumpul di Gedung Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta, dalam rangka melaksanakan satu kegiatan yang sangat penting bagi keluarga besar UIN Jakarta, yaitu Wisuda Sarjana UIN Jakarta ke-101 tahun akademik 2016/2017.

Sehubungan dengan acara ini, perkenankan saya atas nama pribadi maupun institusi dan seluruh sivitas akademika UIN Jakarta, dengan penuh kebanggaan pada hari ini mempersembahkan 1.008 orang lulusan dari 11 fakultas dan Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.

Rinciannya, 281 wisudawan-wisudawati Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 40 wisudawan-wisudawati Fakultas Adab dan Humaniora, 45 wisudawan-wisudawati Fakultas Ushuluddin, 92 wisudawan-wisudawati Fakultas Syariah dan Hukum, 81 wisudawan-wisudawati Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, dan 25 wisudawan-wisudawati Fakultas Dirasat Islamiyah.

Selanjutnya, 31 wisudawan-wisudawati dari Psikologi, 117 wisudawan-wisudawati Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 107 wisudawan-wisudawati Fakultas Sains dan Teknologi, 84 wisudawan-wisudawati Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, 91 wisudawan-wisudawati Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan 14 wisudawan-wisudawati Sekolah Pasca Sarjana.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, mewakili seluruh sivitas akademika UIN Jakarta, saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan program pendidikan sarjana, magister, dan doktor atas keberhasilannya menyelesaikan  studi  di  UIN Jakarta.  Kepada  para orang tua, orang tua asuh, penyedia beasiswa, dan keluarga wisudawan, saya turut bersyukur, berbahagia dan sekali lagi mengucapkan selamat atas keberhasilan mereka.

Yang tidak kalah pentingnya, di acara wisuda pada pagi yang bahagia ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh staf pengajar dan staf non-akademik UIN Jakarta atas kerja keras dan kerjasamanya dalam melaksanakan tugas mendidik mahasiswa kita hingga mereka berhasil menyelesaikan studinya.

Hadiran yang berbahagia

Dalam kesempatan berbahagia ini, ingin saya sampaikan beberapa aktifitas pencapaian maupun ikhtiar yang masih terus dilakukan oleh UIN Jakarta. Hal pertama yang ingin kami sampaikan adalah proses penerimaan mahasiswa baru UIN Jakarta tahun akademik 2016/2017. Syukur alhamdulillah, proses seleksi masuk perguruan berlangsung lancar. Dari seluruh mekanisme seleksi penerimaan masuk mahasiswa, alhamdulillah, UIN Jakarta berhasil menjaring masuk 7.072 mahasiswa baru yang memilih kuliah di 11 fakultas UIN Jakarta, kendati hanya 5.064 mahasiswa yang melakukan daftar ulang.

Namun, pada proses penerimaan masuk mahasiswa baru tahun ini, kami melihat betapa besarnya harapan-keinginan pelajar untuk bisa kuliah di UIN Jakarta. Bayangkan saja, dari total enam jalur seleksi masuk, yakni SNMPTN, SBMPTN, SPAN-PTKIN, UMPTKIN, SPMB Mandiri, dan Kerjasama, jumlah pelajar yang mendaftar masuk kuliah di UIN Jakarta mencapai 75.235 orang. Sementara, jumlah peserta seleksi yang kita nyatakan lulus hanya 7.072 orang.

Kesimpulan yang kami dapatkan, tingginya jumlah pelajar yang mendaftar masuk UIN Jakarta menggambarkan satu hal, yakni besarnya harapan masyarakat akan pendidikan dan pengajaran yang dilakukan oleh kampus ini. Bagi kami, besarnya harapan berbanding lurus dengan kewajiban yang harus dipenuhi oleh kami di UIN Jakarta, baik pendidik maupun tenaga kependidikan, untuk memberikan kualitas pendidikan dan layanan kependidikan terbaik bagi mahasiswa-mahasiswi yang belajar di kampus ini.

 Hadiran yang berbahagia

Berbicara tentang mahasiswa baru, perlu kami sampaikan juga keberadaan mahasiswa asing di UIN Jakarta. Di tahun akademi 2016/2017, sebanyak 75 mahasiswa dari 26 negara Asia, Eropa, Afrika, Kanada, dan Timur Tengah mendaftar masuk kuliah UIN Jakarta. Mereka memilih belajar di hampir 11 fakultas UIN Jakarta. Dari sisi kuantitas, ke-75 orang mahasiswa ini menambah jumlah mahasiswa asing yang belajar di UIN Jakarta menjadi sekitar 250-an mahasiswa asing yang belajar di kampus ini. Tentu ini pencapaian yang masih harus terus dikejar sehingga jumlah mahasiswa asing yang kuliah di sini terus bertambah.

Terus bertambahnya jumlah mahasiswa asing yang belajar di UIN Jakarta tentu merupakan kebanggaan tersendiri bagi kita. Selain mendorong penumbuhan budaya akademik internasional yang lintas kultural sehingga mengokohkan UIN Jakarta sebagai bagian dari perguruan tinggi kelas dunia, keberadaan mahasiswa asing di UIN Jakarta juga menjadi bagian penting kontribusi UIN Jakarta, khususnya, maupun Islam Indonesia, umumnya, dalam menumbuhkan ke-Islaman a laIndonesia yang dikenal berwatak ramah, toleran, dan penuh penghormatan selaras cita ideal Islam sebagai rahmatan lil-alamin.

Harapan kami ke depannya, jumlah mahasiswa asing yang belajar di UIN Jakarta bisa terus bertambah lebih banyak. Selain menumbuhkan kultur perguruan tinggi dunia, keberadaan mereka juga mendorong ikhtiar kita untuk terus menajamkan diri sebagai perguruan tinggi destinasi belajar keislaman dan ilmu pengetahuan dunia. Tentu saja, keberadaan mereka juga kita harapkan bisa mengkontribusikan warna Islam dunia yang ramah dan toleran melalui sarjana yang kita cetak.

 Hadiran yang berbahagia

Hal lain lain yang ingin kami sampaikan pada kesempatan berbahagia ini adalah perkembangan di sisi riset internasional di lingkungan UIN Jakarta. Pada tahun ini, kami mengirim empat orang dosen UIN Jakarta melaksanakan riset dalam skemaresearch fellowship outbond. Keempatnya, saudara Usep Abdul Matin (FAH) ke Monash University, M. Amin Nurdin ke Philipps Marbug University Jerman, saudari Nurlaely Mida ke Yamaguchi University Japan, dan saudari Yuli Yasin ke Kuwait University. Pada saat yang sama, UIN Jakarta juga mengundang tiga orang dosen-peneliti dalam skema research fellowshio inbound, yakni Sundaraj Dharmaraj dari Jawaharlal Nehru India ke Fakultas Adab dan Humaniora, Jee Young Lee dari University of Canberra ke Fakultas Sains dan Teknologi, dan Kevin William Fogg dari University of Oxford ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Masih di sisi riset internasional, UIN Jakarta juga mengundang enam orang profesor berbagai bidang keilmuan dari berbagai perguruan tinggi terkemuka dunia melalui mekanisme visiting professor. Ada Bijan Davvaz dari Yazd University Iran ke Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kegruruan, Hamid Slimi dari Canadian Centre for Deen Studies ke Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, dan Marta Beck dari Lyon College ke Fakultas Ushuluddin. Selanjutnya, Jayakaran Mukundan dari University Putra Malaysia ke LP2M, Muhammad Ibrahim Noorzaee dari Kabul University ke Fakultas Syariah dan Hukum, dan Abdul Aziz Munadhil dari Universitas Ibnu Tufail Maroko ke Fakultas Dirasat Islamiyah.

 Hadiran yang berbahagia

Dalam mendorong status UIN Jakarta menjadi perguruan tinggi dengan tradisi akademik berkelas dunia. Kami juga mendorong sejumlah program penting seperti kerjasama pengembangan akademik dengan lembaga atau perguruan tinggi dunia dan tradisi penulisan artikel dan penerbitan jurnal terakreditasi nasional dan internasional. Dalam sebulan terakhir, dua perguruan tinggi, yakni Kyungdong University, Korea Selatan, dan Al-Fatih Islamic Academy, Syria, telah meneken kerjasama bidang pendidikan dan penelitian dengan UIN Jakarta. Kesepakatan kerjasama ini menambah daftar jumlah perguruan tinggi dunia yang bekerjasama dengan UIN Jakarta.

Di sisi tradisi penulisan artikel dan penerbitan jurnal terakreditasi nasional dan internasional, kami juga terus berusaha mendorong para dosen menulis karya ilmiah baik buku daras maupun artikel jurnal untuk diterbitkan. Keberadaan buku daras dan artikel jurnal merupakan dua hal penting yang juga harus dilakukan dosen-peneliti sebagai masyarakat akademik. Selanjutnya, kami juga mendorong tradisi penulisan dengan membentuk ‘tim sembilan’ yang bertugas mengakselerasi penulisan dan penerbitan artikel akademik dosen. Lainnya, kami mendorong agar masing-masing fakultas, bahkan program studi, untuk merevitalisasi jurnal-jurnal akademiknya sehingga menjadi jurnal yang layak dalam mengakomodasi artikel para dosen-peneliti. Alhamdulillah, beberapa jurnal telah mendapat akreditasi seperti Jurnal Cita Hukum, jurnal Ahkam, dan jurnalSignifikan, bahkan Studi Islamika menjadi jurnal terbaik tingkat nasional. Kami berharap, kesungguhan dekan fakultas dan ketua lembaga dimana jurnal-jurnal berada ikut terpacu meningkatkan status menjadi jurnal terakreditasi yang dibanggakan.

 Hadirin yang Berbahagia

Hal lain yang ingin kami realisasikan sesegera mungkin adalah bertransformasinya UIN Jakarta dari perguruan tinggi negeri Badan Layanan Umum menjadi perguruan tinggi negeri Badan Hukum. Kami melihat, transformasi status ini merupakan salah satu keniscayaan dalam mengokohkan UIN Jakarta sebagai perguruan tinggi riset sekaligus perguruan tinggi kelas dunia. Sebab dalam status ini, UIN Jakarta memiliki ruang gerak yang hampir sama dengan perguruan-perguruan tinggi dunia yang kini menjadi terkemuka di bidang riset dan pengembangan keilmuannya.

Saat sebuah perguruan tinggi sudah berganti status menjadi perguruan tinggi negeri ber-badan hukum, maka perguruan tinggi tersebut memiliki otonomi, ruang gerak tersendiri. Tidak hanya di sisi akademik, juga di sisi non-akademik. Di sisi akademik, bentuk otonomi yang didapat adalah kewenangan perguruan tinggi untuk mengembangkan program studi yang bisa merespons market. Bahkan proses perizinan pengembangannya pun bisa berlangsung cepat karena otonomi yang dimilikinya. Di sisi non-akademik, otonomi yang didapat memungkinkan perguruan tinggi memaksimalkan aset-aset sumber daya dalam menunjang pengembangan aspek akademisnya.

Hadirin yang terhormat

Demikianlah paparan sambutan yang bisa kami sampaikan pada acara wisuda kali ini. Semoga apa yang sudah kita capai saat ini menjadi kemaslahatan bagi UIN Jakarta dalam mengemban tugas-tugas keilmuan dan keislaman. Sedang apa yang kita rencanakan, mudah-mudahan Allah SWT memberikan jalan lapang bagi kita dalam merealisiasikan seluruh harapan tersebut.

Akhirulkalam, semoga Allah SWT yang  Maha  Memiliki  Ilmu,  Maha  Pencipta, dan Maha Pemelihara kepentingan segenap umat manusia, senantiasa menganugerahkan bimbingan dan petunjuk-Nya kepada kita semua dalam memantapkan peran dan kontribusi UIN Jakarta untuk mewujudkan kehidupan sosial dan spiritual bangsa Indonesia yang lebih baik, kini dan esok hari.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Ciputat, Sabtu-Ahad 20-21 Agustus 2016

 

 

Prof. Dr. Dede Rosyada, MA