Mendagri Arab Saudi Harapkan Kerjasama Rehabilitasi Terorisme dengan UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Nuraini Lyna Wulandari

Gedung Rektorat, UIN Online – Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Mansyur al-Gharini, mengharapkan, lembaga Center for Rehabilitation of Saudi Arabia atau Badan Rehabilitasi Terorisme Arab Saudi dapat bekerjasama dengan UIN Jakarta dalam menangani penanggulangan dan rehabilitasi para pelaku terorisme, khususnya di Indonesia. Hal itu disampaikan al-Gharini saat berkunjung ke kampus UIN Jakarta, Kamis (29/7).

“Terorisme menjadi hal yang menakutkan untuk sebagian banyak orang. Namun kami berupaya agar citra teroris tidak melekat pada kaum Muslim di seluruh dunia. Untuk itu kami dirikan lembaga ini guna meminimalisir gerakan terorisme,” ujar al-Gharini.

Selain Mendagri al-Garini, kunjungan diplomasi tersebut juga diikuti pengurus Center for Rehabilitation of  Saudi Arabia, Muhammad Bin Nayef. Mereka diterima dengan hangat oleh dua pimpinan UIN Jakarta, Purek Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar MA dan Purek Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya MA.

Menurut Nayef, kunjungan itu penting untuk meningkatkan hubungan diplomasi antara Arab Saudi dengan UIN Jakarta. Lembaga rehabilitasi terorisme yang dipimpin Nayef sampai saat ini telah berhasil menangani seitar 370 tahanan. Sebanyak 120 tahanan di antaranya berasal dari penjara Guantanamo, Kuba (penjara yang menahan tokoh yang oleh pemerintah Amerika Serikat dianggap sebagai anggota dari al-Qaeda dan Taliban). Sisanya berasal dari penjara dari beberapa negara lain. Mereka dikirim ke lembaga ini untuk direhabilitasi

“Sebagai pimpinanan lembaga tersebut Nayef tahu banyak soal terorisme. Menurutnya beberapa faktor yang menyebabkan gerakan terorisme yang mengatasnamakan umat muslim di antaranya faktor agama, faktor lingkungan tempat mereka tinggal, keluarga mereka, sosialisasi  serta dendam atas kekejaman yang menindas bangsa mereka (Arab),” ungkap Sekretaris International Office UIN Jakarta Yeni Ratnayuningsih.

Wanita berkulit putih itu melanjutkan, sebab-sebab itulah yang menjadi landasan mereka melakukan rehabilitasi terhadap 370 tahanan tersebut. Mereka mengupayakan perbaikan akhlak, aqidah serta menangani keluarga para tahanan terorisme yang notabene anggota al-Qaeda dan Taliban yang sangat membenci kaum Yahudi.

Ketika disinggung mengenai pendanaan kegiatan terorisme yang disinyalir didanai oleh Amerika Serikat, al-Gharini, menyatakan tidak mempunyai riset ilmiah mengenai hal itu, hanya beberapa sumber data. Namun ia menyatakan kemungkinan bisa saja negara adi daya tersebut sebagai dalang utama donator terbesar kegiatan terorisme di seluruh dunia.

Di sela-sela perbincangan tentang terorisme, kunjungan yang juga dihadiri oleh beberapa petinggi UIN tersebut sempat terjadi dialog ringan antara al-Gharini dengan Thib Raya dan petinggi UIN lainnya. Kunjungan yang berlangsung sekitar satu satu jam tersebut ditutup dengan pemberian cinderamata dari UIN Jakarta kepada Mendagri Saudi Arabia. []

 

 

Mendagri Arab Saudi Harapkan Kerjasama Rehabilitasi Terorisme dengan UIN Jakarta

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter : Nuraini Lyna Wulandari

Gedung Rektorat, UIN Online – Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Mansyur al-Gharini, mengharapkan, lembaga Center for Rehabilitation of Saudi Arabia atau Badan Rehabilitasi Terorisme Arab Saudi dapat bekerjasama dengan UIN Jakarta dalam menangani penanggulangan dan rehabilitasi para pelaku terorisme, khususnya di Indonesia. Hal itu disampaikan al-Gharini saat berkunjung ke kampus UIN Jakarta, Kamis (29/7).

“Terorisme menjadi hal yang menakutkan untuk sebagian banyak orang. Namun kami berupaya agar citra teroris tidak melekat pada kaum Muslim di seluruh dunia. Untuk itu kami dirikan lembaga ini guna meminimalisir gerakan terorisme,” ujar al-Gharini.

Selain Mendagri al-Garini, kunjungan diplomasi tersebut juga diikuti pengurus Center for Rehabilitation of  Saudi Arabia, Muhammad Bin Nayef. Mereka diterima dengan hangat oleh dua pimpinan UIN Jakarta, Purek Bidang Administrasi Umum Prof Dr Amsal Bakhtiar MA dan Purek Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Ahmad Thib Raya MA.

Menurut Nayef, kunjungan itu penting untuk meningkatkan hubungan diplomasi antara Arab Saudi dengan UIN Jakarta. Lembaga rehabilitasi terorisme yang dipimpin Nayef sampai saat ini telah berhasil menangani seitar 370 tahanan. Sebanyak 120 tahanan di antaranya berasal dari penjara Guantanamo, Kuba (penjara yang menahan tokoh yang oleh pemerintah Amerika Serikat dianggap sebagai anggota dari al-Qaeda dan Taliban). Sisanya berasal dari penjara dari beberapa negara lain. Mereka dikirim ke lembaga ini untuk direhabilitasi

“Sebagai pimpinanan lembaga tersebut Nayef tahu banyak soal terorisme. Menurutnya beberapa faktor yang menyebabkan gerakan terorisme yang mengatasnamakan umat muslim di antaranya faktor agama, faktor lingkungan tempat mereka tinggal, keluarga mereka, sosialisasi  serta dendam atas kekejaman yang menindas bangsa mereka (Arab),” ungkap Sekretaris International Office UIN Jakarta Yeni Ratnayuningsih.

Wanita berkulit putih itu melanjutkan, sebab-sebab itulah yang menjadi landasan mereka melakukan rehabilitasi terhadap 370 tahanan tersebut. Mereka mengupayakan perbaikan akhlak, aqidah serta menangani keluarga para tahanan terorisme yang notabene anggota al-Qaeda dan Taliban yang sangat membenci kaum Yahudi.

Ketika disinggung mengenai pendanaan kegiatan terorisme yang disinyalir didanai oleh Amerika Serikat, al-Gharini, menyatakan tidak mempunyai riset ilmiah mengenai hal itu, hanya beberapa sumber data. Namun ia menyatakan kemungkinan bisa saja negara adi daya tersebut sebagai dalang utama donator terbesar kegiatan terorisme di seluruh dunia.

Di sela-sela perbincangan tentang terorisme, kunjungan yang juga dihadiri oleh beberapa petinggi UIN tersebut sempat terjadi dialog ringan antara al-Gharini dengan Thib Raya dan petinggi UIN lainnya. Kunjungan yang berlangsung sekitar satu satu jam tersebut ditutup dengan pemberian cinderamata dari UIN Jakarta kepada Mendagri Saudi Arabia. []