Menag Lantik Komaruddin Hidayat

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Kantor Kemenag, Berita UIN Online – Menteri Agama RI Suryadharma Ali, Kamis (6/1), melantik dan mengambil sumpah Prof Dr Komaruddin Hidayat sebagai Rektor UIN Jakarta periode 2010-2014 di Operation Room, Kantor Kemenag, Jakarta. Selain Rektor UIN Jakarta Menteri juga melantik tujuh Rektor UIN/IAIN serta Kepala Kanwil Kementerian Agama Gorontalo dan Sulawesi Selatan.

Rektor UIN/IAIN lain yang dilantik itu adalah Prof Dr Muhammadiyah Amin sebagai Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, Dr H Moch Mukri MAg sebagai Rektor IAIN Raden Intan Lampung, Prof Dr H Maksum MA sebagai Rektor IAIN Sjech Nurjati Cirebon, Dr H Nashuddin sebagai Rektor IAIN Mataram, Prof Dr H Musa Asyarie sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof Dr H Abdul Qadir Gassing sebagai Rektor UIN Alauddin Makassar, dan Dr H Syibli Syarjaya sebagai Rektor IAIN Sultan Maulana Hasanuddin, Banten. Sedang dua pejabat eselon II yang dilantik masing-masing Dr H Abd Kadir Ahmad sebagai Kepala Kanwil Kemenag Gorontalo dan Drs H Hamka sebagai Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan.

Prof Dr Komaruddin Hidayat sebelumnya Rektor UIN Jakarta periode 2006-2010. Ia terpilih kembali pada pemilihan calon rektor periode 2010-2014, Agustus 2010. Dari tiga kandidat yang maju, Komaruddin Hidayat mengantongi 58 suara, Prof Dr Amin Suma (Dekan Fakultas Syariah dan Hukum) memperoleh 35 suara, sedangkan Prof Dr Abuddin Nata (Dekan Fakultas Dirasat Islamiyah) hanya memperoleh satu suara. Total suara 95 dengan satu suara tidak sah.

Menag dalam sambutannya menyatakan, sebagai lembaga pendidikan tinggi, UIN/IAIN perlu terus berbenah diri dalam segala bidang, baik akademik, sumber daya manusia, administrasi, maupun sarana dan prasarana. Bahkan penguatan mutu UIN/IAIN tidak akan mencapai hasil yang diharapkan tanpa didukung oleh tata kelola kelembagaan yang baik, seperti pengelolaan keuangan, sumber daya manusia, lingkungan kampus yang kondusif bagi pengembangan keilmuan dan kegiatan kemahasiswaan.

“Untuk itu, dalam pengelolaan perguruan tinggi, saya berharap program peningkatan mutu dosen melalui sertifikasi dan tugas belajar serta pembenahan manajemen harus menjadi fokus perhatian dan akselerasi di semua UIN/IAIN,” katanya.

Ia juga menandaskan, perguruan tinggi tidak boleh menjadi “menara gading” di tengah masyarakat dan kehidupan bangsa. UIN/IAIN dalam kedudukan sebagai lembaga pendidikan tinggi, dari segi status kini sejajar dengan perguruan tinggi negeri lain di Tanah Air. Namun, dari segi misi pendidikan dan wawasan almamater UIN/IAIN memiliki yang berbeda dengan perguruan tinggi umum, yakni misi untuk mencetak sarjana yang ulama dan ulama yang sarjana. (ns)