Menag: Kegiatan Dakwah Perlu Ruang Relevan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Syahida Inn, UINJKT Online - Menteri Agama Prof Dr (HC) Muhammad Maftuh Basyuni menilai, dakwah Islam kini mengalami kemunduran baik di bidang sturuktural, perubahan orientasi, hingga adanya anggapan sebagai sarang teroris. Maftuh meminta dakwah diberikan ruang relevan agar diterima masyarakat.

Hal itu dikatakan Maftuh saat menjadi keynote speech dalam Seminar Nasional dan Temu Jurusan Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah UIN/IAIN/STAIN se-Indonesia bertema “Lembaga Dakwah, Gerakan Anti-teror, dan Penangkalan Aliran Sesat” yang diadakan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) di Syahida Inn, Rabu (19/8).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat, Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Depag M Abdul Ghafur Djawahir, Dekan FDK Dr Arief Subhan dan jajaran staf FDK serta para tamu undangan.

Maftuh menjelaskan, Islam sebagai agama wahyu hendaknya mampu mengatasi permasalahan setiap zaman. Namun mengatasinya tidak secara tradisional tapi dengan pro-aktif dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi,” kata Maftuh.

Lebih lanjut Maftuh mengatakan, lembaga dakwah mestinya mampu mengatasi persoalan ummat dengan memperhatikan aspek materi dakwah dan substansi dakwah. Ia menyayangkan labelisasi lembaga dakwah sebagai sarang teroris.

Maftuh menyebutkan, ada dua hal yang harus diperhatikan lembaga dakwah yaitu manajerial lembaga dakwah dan memikirkan pusat-pusat studi ummat yang profesional. []

Menag: Kegiatan Dakwah Perlu Ruang Relevan

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Syahida Inn, UINJKT Online - Menteri Agama Prof Dr (HC) Muhammad Maftuh Basyuni menilai, dakwah Islam kini mengalami kemunduran baik di bidang sturuktural, perubahan orientasi, hingga adanya anggapan sebagai sarang teroris. Maftuh meminta dakwah diberikan ruang relevan agar diterima masyarakat.

Hal itu dikatakan Maftuh saat menjadi keynote speech dalam Seminar Nasional dan Temu Jurusan Manajemen Dakwah (MD) Fakultas Dakwah UIN/IAIN/STAIN se-Indonesia bertema “Lembaga Dakwah, Gerakan Anti-teror, dan Penangkalan Aliran Sesat” yang diadakan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) di Syahida Inn, Rabu (19/8).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Rektor UIN Jakarta Prof Dr Komaruddin Hidayat, Pembantu Rektor Bidang Akademik Dr Jamhari, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Depag M Abdul Ghafur Djawahir, Dekan FDK Dr Arief Subhan dan jajaran staf FDK serta para tamu undangan.

Maftuh menjelaskan, Islam sebagai agama wahyu hendaknya mampu mengatasi permasalahan setiap zaman. Namun mengatasinya tidak secara tradisional tapi dengan pro-aktif dan pendekatan yang sesuai dengan kondisi,” kata Maftuh.

Lebih lanjut Maftuh mengatakan, lembaga dakwah mestinya mampu mengatasi persoalan ummat dengan memperhatikan aspek materi dakwah dan substansi dakwah. Ia menyayangkan labelisasi lembaga dakwah sebagai sarang teroris.

Maftuh menyebutkan, ada dua hal yang harus diperhatikan lembaga dakwah yaitu manajerial lembaga dakwah dan memikirkan pusat-pusat studi ummat yang profesional. []