Menag Dukung Penyelenggaraan GAIIE 2012

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

JCC, BERITA UIN Online—Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menyatakan, Kementerian Agama (Kemenag) mendukung penyelenggaraan “Garuda Indonesia International Islamic Expo (GAIIE) 2012″ di Jakarta Conventiaon Center (JCC) pada Jum’at-Ahad  (14-16/12/2012).

“Melalui kegiatan ini kiranya wisata Indonesia akan semakin bergairah dan masyarakat akan dimudahkan dalam mendapatkan informasi tempat haji, umrah, wisata religi yang lebih baik dengan harga menarik,” ujar Menag dalam sambutannya yang dibacakan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Dr Anggito Abimanyu di JCC, Jum’at (14/12/2012).

Menag menambahkan, kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan kerjasama antara perusahaan biro travel, parawisata, penerbangan, hotel, antara negara-negara muslim. ” Kegiatan ini akan meningkatkan hubungan kerjasama perusahaan-perusahaan jasa travel, kelompok bimbingan haji dan lain-lainnya,”katanya.

Pada kesempatan itu, Anggito Abimanyu, yang juga mantan Dirjen Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membenarkan bahwa sebanyak 16 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) bakal diberi sanksi. Soal hukuman berat atau ringannya hukuman tergantung pada kesalahan masing-masing.

Ia mengatakan, kesalahan paling banyak pada umumnya PIHK menggunakan dana jemaah haji untuk keperluan pribadi dan perusahaan. Jdelas hal itu merugikan jemaah karena telat pembayarannya yang menyebabkan calon jemaah haji gagal berangkat. “Nah, sekarang kita sedang pilah-pilah derajat kesalahan mereka,” tambah Anggito.

Kalau yang menyebabkan jemaah haji berangkat ke tanah suci, itu yang paling berat hukumannya. Kemudian jika PIHK masih main-main, tetapi jemaah masih bisa berangkat, maka penyelenggara haji itu diberi hukuman ringan berupa teguran.

“Memang kita sedang memikirkan bagaimana caranya dalam memberikan setoran awal dana jemaah haji.  Atau kemungkinan kita pindahkan (ke PIHK lain),” katanya.

Sementara Direktur Strategi Pengembangan Bisnis dan Manejemen Risiko Garuda Indonesia Judi Rifajantoro mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu komitmen dan upaya Garuda Indonesia memenuhi kebutuhan masyarakat yang terkait dengan wisata ibadah.

“Kiranya kegiatan ini dapat dimanfaatkan oelh masyarakat dan penyelenggara jasa ibadah haji dan umrah sebagai one-stop shopping. Dengan  acara ini mereka bisa berinteraksi langsung dengan industri jasa haji dan umrah,”tambah dia.

Acara ini dihelat  Garuda Indonesia dan Bank Mandiri bekerjasama dengan Kementerian Agama dan  Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta. (da/ Saifudin)