Memotret Foto Pernikahan Perlu Keahlian Khusus

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Ruang Teater Fidikom, UIN Online - Pernikahan merupakan sebuah momen indah dan bersejarah bagi yang menjalaninya.  Untuk itu, momen tersebut perlu diabadikan, salah satunya dengan kamera foto. Namun, untuk memotret foto pernikahan (wedding photography) tensu saja diperlukan keahlian khusus, bahkan ketangkasan dan kesabaran agar hasilnya terlihat bagus dan indah.

Hal itu dikatakan dosen fotografi Konsentrasi Jurnalistik  Drs Joni Arman Hamid dalam “Workshop Foto Wedding” yang diselenggarakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM)  di Ruang Teater Prof Dr H Aqib Suminto, Kamis (1/7). Selain Joni, workshop juga menghadirkan Redaktur Foto Harian Warta Kota, Cahyo Nurdin.

Workshop yang dihadiri puluhan peminat fotografi ini diselenggarakan untuk menyemarakkan pameran fotografi yang digelar mahasiswa Jurusan Jurnalistik angkatan 2007 bertema “Realita di Balik Lensa”.

“Berawal dari hobi kemudian berlatih terus menerus akan membantu untuk meningkatkan keahlian dalam memotret momen bahagia termasuk pernikahan,” kata Joni. Ia juga mengatakan memotret dengan tema pernikahan memiliki banyak keuntungan yakni selain dapat meningkatkan kemampuan memotret juga dapat dijadikan bisnis karena sekarang berkembang bisnis fotografi pernikahan (wedding photography).

Cahyo Nurdin mengatakan, umumnya pasangan yang menikah mengabadikan momen tersebut lewat foto karena gambar memiliki makna yang dalam dan banyak bercerita, walaupun tidak bergerak.

“Untuk memotret momen pernikahan, kita harus memperhatikan berbagai aspek di antaranya fokus membidik ekspresi pasangan sebagai model foto, posisi model, serta komposisi,” ujar Cahyo.

Cahyo juga menambahkan, ekspresi pasangan pengantin sebagai ungkapan kebahagiaan tentu tidak boleh dilewatkan dan perlu kecermatan menangkap gambarnya sehingga ketika hasil foto dilihat, ekspresi kebahagiaan tersebut menjadi sangat bermakna. “Kalau kita bagus menangkap gambarnya, tentu akan bagus pula hasilnya sehingga pasangan pengantin puas melihatnya,” tandasnya.

Selain berdiksusi, acara juga diisi dengan praktik memotret sebuah momentum wedding bagi para peserta. Sementara pasangan pengantin diperankan oleh dua model dari mahasiswa.

 

 

Memotret Foto Pernikahan Perlu Keahlian Khusus

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Apristia Krisna Dewi

Ruang Teater Fidikom, UIN Online - Pernikahan merupakan sebuah momen indah dan bersejarah bagi yang menjalaninya.  Untuk itu, momen tersebut perlu diabadikan, salah satunya dengan kamera foto. Namun, untuk memotret foto pernikahan (wedding photography) tensu saja diperlukan keahlian khusus, bahkan ketangkasan dan kesabaran agar hasilnya terlihat bagus dan indah.

Hal itu dikatakan dosen fotografi Konsentrasi Jurnalistik  Drs Joni Arman Hamid dalam “Workshop Foto Wedding” yang diselenggarakan mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FIDKOM)  di Ruang Teater Prof Dr H Aqib Suminto, Kamis (1/7). Selain Joni, workshop juga menghadirkan Redaktur Foto Harian Warta Kota, Cahyo Nurdin.

Workshop yang dihadiri puluhan peminat fotografi ini diselenggarakan untuk menyemarakkan pameran fotografi yang digelar mahasiswa Jurusan Jurnalistik angkatan 2007 bertema “Realita di Balik Lensa”.

“Berawal dari hobi kemudian berlatih terus menerus akan membantu untuk meningkatkan keahlian dalam memotret momen bahagia termasuk pernikahan,” kata Joni. Ia juga mengatakan memotret dengan tema pernikahan memiliki banyak keuntungan yakni selain dapat meningkatkan kemampuan memotret juga dapat dijadikan bisnis karena sekarang berkembang bisnis fotografi pernikahan (wedding photography).

Cahyo Nurdin mengatakan, umumnya pasangan yang menikah mengabadikan momen tersebut lewat foto karena gambar memiliki makna yang dalam dan banyak bercerita, walaupun tidak bergerak.

“Untuk memotret momen pernikahan, kita harus memperhatikan berbagai aspek di antaranya fokus membidik ekspresi pasangan sebagai model foto, posisi model, serta komposisi,” ujar Cahyo.

Cahyo juga menambahkan, ekspresi pasangan pengantin sebagai ungkapan kebahagiaan tentu tidak boleh dilewatkan dan perlu kecermatan menangkap gambarnya sehingga ketika hasil foto dilihat, ekspresi kebahagiaan tersebut menjadi sangat bermakna. “Kalau kita bagus menangkap gambarnya, tentu akan bagus pula hasilnya sehingga pasangan pengantin puas melihatnya,” tandasnya.

Selain berdiksusi, acara juga diisi dengan praktik memotret sebuah momentum wedding bagi para peserta. Sementara pasangan pengantin diperankan oleh dua model dari mahasiswa.