Mahasiswi dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sedang bergaya saat swafoto di dinding gedung rektorat, Kamis (24/3/2017). Foto mereka pun kemudian unggah di media sosial sebagai kenangan indah. (Foto: Zaenal Muttaqin)

ENTAH apa sebenarnya yang istimewa dengan dinding gedung rektorat yang bersebelahan dengan gedung akademik UIN Jakarta. Tetapi bila ditilik dari ornamennya, dinding itu ternyata memiliki daya tarik sendiri bagi para mahasiswa, terutama kaum hawa, yang menyukai swafoto.

Dari pantauan BERITA UIN Online, Jumat (24/3/2017), sejumlah mahasiswa berseragam terlihat begitu sibuk dengan kamera ponselnya. Secara bergantian mereka berusaha untuk mengabadikan momen indah itu dengan berbagai gaya. Klik..klik….klik….

“Menarik, Mas. Bagus kalau untuk prawedding he…he…,” ujar salah satu mahasiswi yang enggan disebutkan identitasnya sambil tertawa kecil.

Sejak selesai direnovasi dua pekan lalu, dinding yang bermotifkan bata merah dan hiasan bunga artifisial itu memang punya daya pesona. Ornamennya sederhana, tapi seperti kaya dengan makna, terutama bagi yang menyukai seni dan keindahan. Begitu pun bentuknya yang dibuat bergaya rumah Eropa.

Pesona dinding samping gedung Rektorat UIN Jakarta itu kini telah jadi viral di media sosial dengan banyaknya mahasiswa yang swafoto. Mereka bukan saja kagum dengan keindahannya tetapi juga bangga karena gedung rektorat punya “selera” berbeda di antara dinding gedung lain di UIN Jakarta.

Saking menariknya, dinding itu juga kini seakan sudah menjadi ruang publik. Para mahasiswa tak sekadar sibuk berswafoto melalui kamera ponsel mereka tetapi juga duduk santai sambil makan makanan ringan.

“Wah setiap hari banyak mahasiswa yang swafoto. Mereka kadang harus antre untuk menunggu giliran,” ujar Alimin, petugas pramukantor rektorat, yang setiap hari kerap melihat aktivitas mahasiswa di tempat itu.

Patut diduga, kelak saat acara wisuda sarjana tiba nanti, kawasan itu pasti akan lebih ramai lagi oleh para wisudawan, keluarga, dan teman mereka.

Kepala Sub Bagian Rumah Tangga UIN Jakarta Abdul Halim mengatakan, pihaknya sengaja merenovasi tempat itu karena sebelunya kurang nyaman dilihat. Selain cat dindingnya banyak mengelupas, kawasan itu juga terkesan kumuh.

“Karena itu, kami segera putuskan untuk direnovasi sesuai anggaran pemeliharaan gedung yang ada,” katanya.

Renovasi bangunan samping gedung rektorat pun tak cuma dinding, tetapi juga kanovi dan jalanan menuju gedung akademik. “Keramiknya kita ganti semua. Bahkan ada pula jalan khusus bagi penyandang disabilitas,” ujar Halim. (ns)

Share This