Media Pengaruhi Kemajuan Budaya

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Ekawati

Fidikom, UIN Online – Perkembangan media saat ini tidak lepas dari kemajuan masyarakat dalam berpikir, perubahan budaya, dan teknologi sebagai penunjangnya. Hal ini disampaikan H Asriati MHum pada Kuliah Umum Program Non-Reguler di ruang teater Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom), Kamis (3/12).

“Perubahan budaya yang terjadi saat ini tidak terlepas dari campur tangan kemajuan teknologi dan medianya,” jelas H Asriati MHum.

Sedangkan menurut mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM), Mochamad Fakhruroji, Media baru terbentuk dengan dua alasan, inovasi dan invansi. Inovasi adalah penemuan kreatif produk manusia yang didukung dengan ilmu dan pengetahuan, serta positif dan menunjang kemajuan peradaban manusia.

“Media baru merupakan hasil dari inovasi dan invasi. Menurut para pakar, media baru secara teoritik merupakan media digital yang terikat oleh ruang dan waktu secara sosial-budaya dan bersifat relatif,” kata Mochamad.

Media baru sebagai corong bagi masyarakat informasi memerlukan konsep-konsep kunci untuk memahami realitasnya. Jaringan dibutuhkan sebagai alat yang membantu kelancaran dalam mendapatkan informasi. Tampilan suatu media menjadi keunggulan tersendiri yang mencerminkan kedinamisan. Arsip, tanggung jawab atas media baru atas arsip meningkat seiring jumlah pemakainya. Interaktifitas adalah konsep yang dapat diaplikasikan untuk menganalisis hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan mesin, dan mesin dengan mesin. Dan terakhir, simulasi merupakan teknologi media baru, memroduksi simulasi yang mengaburkan batasan antara yang ‘real’ dan virtual, seperti Avatar, salah satu tampilan di telepon seluler.

Bahkan menurut Brouwer dan Mulder, masyarakat tidak tinggal dalam situasi yang menggunakan arsip digital, melainkan masyarakat itu sendiri yang menjadi arsipnya. []

Media Pengaruhi Kemajuan Budaya

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Ekawati

Fidikom, UIN Online – Perkembangan media saat ini tidak lepas dari kemajuan masyarakat dalam berpikir, perubahan budaya, dan teknologi sebagai penunjangnya. Hal ini disampaikan H Asriati MHum pada Kuliah Umum Program Non-Reguler di ruang teater Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Fidikom), Kamis (3/12).

“Perubahan budaya yang terjadi saat ini tidak terlepas dari campur tangan kemajuan teknologi dan medianya,” jelas H Asriati MHum.

Sedangkan menurut mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM), Mochamad Fakhruroji, Media baru terbentuk dengan dua alasan, inovasi dan invansi. Inovasi adalah penemuan kreatif produk manusia yang didukung dengan ilmu dan pengetahuan, serta positif dan menunjang kemajuan peradaban manusia.

“Media baru merupakan hasil dari inovasi dan invasi. Menurut para pakar, media baru secara teoritik merupakan media digital yang terikat oleh ruang dan waktu secara sosial-budaya dan bersifat relatif,” kata Mochamad.

Media baru sebagai corong bagi masyarakat informasi memerlukan konsep-konsep kunci untuk memahami realitasnya. Jaringan dibutuhkan sebagai alat yang membantu kelancaran dalam mendapatkan informasi. Tampilan suatu media menjadi keunggulan tersendiri yang mencerminkan kedinamisan. Arsip, tanggung jawab atas media baru atas arsip meningkat seiring jumlah pemakainya. Interaktifitas adalah konsep yang dapat diaplikasikan untuk menganalisis hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan mesin, dan mesin dengan mesin. Dan terakhir, simulasi merupakan teknologi media baru, memroduksi simulasi yang mengaburkan batasan antara yang ‘real’ dan virtual, seperti Avatar, salah satu tampilan di telepon seluler.

Bahkan menurut Brouwer dan Mulder, masyarakat tidak tinggal dalam situasi yang menggunakan arsip digital, melainkan masyarakat itu sendiri yang menjadi arsipnya. []