MCC FSH Siap Pertahankan Tradisi Juara

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone
Anggota MCC sekaligus Tim Debat Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta berpose usai audiensi dengan Rektor Prof Dr Dede Rosyada MA di Ruang Rektor UIN Jakarta, Senin (12/10)

Anggota MCC sekaligus Tim Debat Hukum Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN Jakarta berpose usai audiensi dengan Rektor Prof Dr Dede Rosyada MA di Ruang Rektor UIN Jakarta, Senin (12/10)

Gd. Rektorat, BERITA UIN Online— Lembaga Semi Otonom Moot Court Community Fakultas Syariah dan Hukum (MCC FSH) UIN Jakarta berkomitmen mempertahankan tradisi juara debat hukum tingkat regional-global. Dukungan rektorat dan dekanat sangat diharapkan dalam mempertahankan berbagai raihan prestasi debat LSO yang berdiri sejak 2006.

Teguh Triesna Dewa, salah satu pengurus MCC FSH, mengungkapkan kemenangan berbagai ajang debat hukum yang diraih MCC merupakan kemenangan UIN Jakarta. Namun kemenangan demikian harus melembaga dan melegenda.

Melembaga, jelasnya, tradisi juara harus menjadi mentalitas seluruh pihak, baik pimpinan, dosen, staf, maupun mahasiswa. “Melegenda, artinya tidak hanya menjadi juara, tapi bagaimana mempertahankan posisi tersebut,” paparnya usai beraduensi dengan Rektor Prof Dr Dede Rosyada MA, Senin (12/10).

Untuk itu, Teguh berharap dukungan penuh rektorat maupun dekanat. Sebab MCC sebagai lembaga semi otonom membutuhkan dukungan materil dan non-materil bagi pengayaan materi wawasan maupun keikutsertaan berbagai ajang debat hukum.

Sebagai catatan, mahasiswa FSH UIN Jakarta yang tergabung dalam MCC berhasil menjuarai berbagai ajang debat hukum. Terbaru, mereka menjuarai Kompetisi Debat Keterbukaan Informasi Publik dengan mengalahkan tim debat dari Fakultas Hukum Universitas Padjajaran di Jakarta, Senin-Selasa (5-6 Oktober 2015).

Dalam forum debat bertema Keterbukaan Informasi dan Indeks Persepsi Korupsi ini, tim UIN Jakarta terlebih dulu menyisihkan Universitas Jenderal Soedirman di babak pra-eliminasi, Universitas Tanjung Pura di babak penyisihan, Universitas Mercubuana di perempat final, dan Universitas Andalas di babak semifinal.

Pada ajang tersebut, tim debat dari FSH UIN Jakarta terdiri dari Teguh Triesna Dewa, Muhammad Raziv Barokah, dan Hamalatul Qur’ani. Teguh merupakan mahasiswa semester VII Prodi Perbandingan Mazhab dan Hukum double degree Prodi Ilmu Hukum, Raziv dari Prodi Ilmu Hukum, dan Hamala dari Prodi Ilmu Hukum.

Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam MCC FSH berhasil menjuarai Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Tahun 2015 Tingkat Nasional, Selasa (16 Oktober 2015) di Pusdik MK, Cisarua, Bogor. Mereka berhasil mengalahkan tim debat dari UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Dalam kegiatan tersebut, tim debat UIN Jakarta terdiri dari Triesna Teguh Dewa (Perbandingan Mazhab & Hukum/Double Degree), Novita Akria Putri (Ilmu Hukum), dan Muhammad Raziv Barokah (Ilmu Hukum). Sebelum mengalahkan tim UIN Sunan Kalijaga, mereka berturut-turut menyisihkan Universitas Hasanuddin dan Universitas Sultan Agung di tahap penyisihan, mengalahkan Universitas Diponegoro di perempat final, Universitas Surabaya di babak semifinal, dan UIN Sunan Kalijaga di babak final.

Sebelum menjadi jawara debat hukum tingkat nasional, tim debat FSH UIN Jakarta terlebih dulu menjawarai Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia Regional Barat di Universitas Jambi, 28-30 April 2015. Dalam kompetisi yang diikuti oleh 24 tim dari Perguruan Tinggi di wilayah Sumatera, Banten dan Jawa Barat, UIN Jakarta menjuarai kompetisi setelah terlebih dulu menyisihkan tim debat FH Universitas Padjajaran di babak final.

Sebelumnya, mahasiswa FSH UIN Jakarta yang tergabung dalam LSO MCC berhasil menjuarai posisi kedua Debat Hukum Prof Boedi Harsono. Kejuaraan debat yang diselenggarakan Fakultas Hukum Universitas Trisakti, 08-11 November 2012 ini bertemakan “Perlindungan Hukum bagi pemegang hak atas tanah dalam rangka mewujudkan keadilan”. Pada ajang ini, juara pertama diraih tim debat FH Universitas Padjajaran, sedangkan posisi ketiga ditempati tim debat FH Universitas Andalas.

Rekan Triesna, Muhamad Raziv Barokah, berbagai kemenangan yang dicatatkan MCC FSH lahir dari motivasi kuat yang dibangun dalam diri setiap anggota MCC. Selain mencatatkan kemenangan sendiri, prestasi juga diharapkan mampu meningkatkan pamor fakultas di peta fakultas hukum perguruan tinggi nasional. “Kita ingin membuktikan, bahwa emas dimanapun adalah emas,” ungkapnya.

Rektor Prof Dr Dede Rosyada MA usai menemui perwakilan MCC FSH menyatakan kesiapannya mendukung MCC FSH. Komitmen dukungan juga dinyatakan dekanat FSH sebagai fakultas asal mahasiswa MCC. “FSH akan selalu men-support kegiatan teman-teman,” ungkap Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FSH UIN Jakarta Dr Yayan Sopyan MA. (TAM/LRF)