Manfaatkan TIK sebagai Metode Belajar Mengajar

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Aula Student Center, UIN Online - Memasuki era milenium ketiga tektonologi informasi dan komunikasi (TIK) kini mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan ini tampak terutama dalam penggunaan aneka media fisik seperti audiovisual, videotape yang berkembang menjadi video interaktif, satelit, dan internet.

“Dewasa ini dunia menjadi datar (the world is flat). Seakan dunia berubah seiring dengan perubahan dalam kehidupan manusia,” kata Dr Alek dosen linguistik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dalam seminar internasional bertema “Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi” dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia yang diadakan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Aula Student Center, Sabtu (5/12). Seminar dihadiri sejumlah guru SD, SMP,dan SMA  di kawasan Jabodetabek.

Alek menjelaskan, pembelajaran ditingkat sekolah maupun universitas yang kini mulai menggunakan TKI setidaknya memiliki tujuan seperti memberi kejelasan materi, menyampaikan informasi, menyelesaikan tugas menggunakan bantuan komputer dengan cepat dan otomatis, dan pelengkap sumber belajar.

“Tapi perlu diperrhatikan juga tentang kesesuaian, efektifvitas, efisien, dan tetap memberikan informasi yang benar dalam kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Lebih lanjut Alek mengatakan, definisi teknologi pembelajaran sebagaimana dikemukakan Information Technology Association of America (ITAA), Association of Educational Communication Technology (AECT) yaitu teori dan praktek desain, pengembangan, pemanfaatan, manajemen, dan evaluasi terhadap proses dan sumber-sumber belajar.

“Teori dimaksud seperti mencakup konsep, konstruksi, prinsip, dan proposisi yang berkontribusi pada batang tubuh ilmu pengetahuan,” tutur Alek. Sedangkan praktek, melibatkan aplikasi ilmu pengetahuan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi.

Hal senada juga dikatakan pengajar Bahasa Indonesia di Australia Rebecca Battaglini. Menurutnya, di Australia siswa-siswa yang belajar mulai menggunakan TIK. Diakui Rebecca, belajar menggunakan TIK dapat mempermudah siswa dalam memahami materi yang disampaikaan kepada para siswa.

“Dengan menggunakan TIK, juga dapat menjadi trik menjadikan siswa untuk tidak bosan dalam pelajaran yang kita ajarkan. Sehingga materi yang kita ajarkan dapat dipahaminya,” jelas Rebecca pengajar di Melrose High School, Canberra, Australia.

Melalui TKI, lanjut Rebecca, siswa juga dapat mendonload materi yang tidak dimilikinya. Juga para orang tua dapat mengetahui perkembangan anak, dari hasil yang diumumkan melalui TIK tadi.

“Sangat banyak manfaat ketika kita sebagai pengajar, belajar menggunakan TIK. Mengetahui kelebihan menggunakan TIK seperti ada sarana power point, vidio, musik, internet, dan game,” tukas Rebecca yang sejak tujuh tahun sebagai pengajar Bahasa Indonesia di Australia.

 

 

Manfaatkan TIK sebagai Metode Belajar Mengajar

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

Aula Student Center, UIN Online - Memasuki era milenium ketiga tektonologi informasi dan komunikasi (TIK) kini mengalami perkembangan dan kemajuan yang sangat pesat. Perkembangan ini tampak terutama dalam penggunaan aneka media fisik seperti audiovisual, videotape yang berkembang menjadi video interaktif, satelit, dan internet.

“Dewasa ini dunia menjadi datar (the world is flat). Seakan dunia berubah seiring dengan perubahan dalam kehidupan manusia,” kata Dr Alek dosen linguistik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dalam seminar internasional bertema “Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi” dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia yang diadakan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Aula Student Center, Sabtu (5/12). Seminar dihadiri sejumlah guru SD, SMP,dan SMA  di kawasan Jabodetabek.

Alek menjelaskan, pembelajaran ditingkat sekolah maupun universitas yang kini mulai menggunakan TKI setidaknya memiliki tujuan seperti memberi kejelasan materi, menyampaikan informasi, menyelesaikan tugas menggunakan bantuan komputer dengan cepat dan otomatis, dan pelengkap sumber belajar.

“Tapi perlu diperrhatikan juga tentang kesesuaian, efektifvitas, efisien, dan tetap memberikan informasi yang benar dalam kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Lebih lanjut Alek mengatakan, definisi teknologi pembelajaran sebagaimana dikemukakan Information Technology Association of America (ITAA), Association of Educational Communication Technology (AECT) yaitu teori dan praktek desain, pengembangan, pemanfaatan, manajemen, dan evaluasi terhadap proses dan sumber-sumber belajar.

“Teori dimaksud seperti mencakup konsep, konstruksi, prinsip, dan proposisi yang berkontribusi pada batang tubuh ilmu pengetahuan,” tutur Alek. Sedangkan praktek, melibatkan aplikasi ilmu pengetahuan untuk mengatasi persoalan yang dihadapi.

Hal senada juga dikatakan pengajar Bahasa Indonesia di Australia Rebecca Battaglini. Menurutnya, di Australia siswa-siswa yang belajar mulai menggunakan TIK. Diakui Rebecca, belajar menggunakan TIK dapat mempermudah siswa dalam memahami materi yang disampaikaan kepada para siswa.

“Dengan menggunakan TIK, juga dapat menjadi trik menjadikan siswa untuk tidak bosan dalam pelajaran yang kita ajarkan. Sehingga materi yang kita ajarkan dapat dipahaminya,” jelas Rebecca pengajar di Melrose High School, Canberra, Australia.

Melalui TKI, lanjut Rebecca, siswa juga dapat mendonload materi yang tidak dimilikinya. Juga para orang tua dapat mengetahui perkembangan anak, dari hasil yang diumumkan melalui TIK tadi.

“Sangat banyak manfaat ketika kita sebagai pengajar, belajar menggunakan TIK. Mengetahui kelebihan menggunakan TIK seperti ada sarana power point, vidio, musik, internet, dan game,” tukas Rebecca yang sejak tujuh tahun sebagai pengajar Bahasa Indonesia di Australia.