Manfaatkan Sarana TIK Sebagai Pembelajaran

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

FITK, UIN Online - Guru Besar University of Malaya Prof Dr Osman Bakar mengatakan, memahami peran teknologi dalam media belajar dan mengajar sangatlah perlu diketahui oleh siapa pun, terutama mempermudah guru atau dosen saat memberi penjelasan kepada anak didiknya.

”Melalui teknologi, fasilitas yang tersedia juga memberi arti tersendiri untuk mempermudah memahami pelajaran. Sehingga pembelajaran akan menjadi lebih menarik,” kata Osman dalam seminar internasional bertema Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi dan Informasi yang diadakan BEM Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) di ruang teater lantai III, Sabtu (19/12).

Hadir dalam kesempatan itu seperti Dekan FITK Prof Dr Dede Rosyada, Guru Besar FITK Prof Dr Moh Ardani, dosen FITK, dan sejumlah dosen di wilayah Jabodetabek.

Osman menjelaskan, ada dua metodelogi dalam pengajaran pertama, metodelogi konseptual yang berkaitan dengan pendekatan untuk memahami Islam seperti pendekatan sejarah dan sosiologi kedua, metodelogi teknikal yang berkaitan dengan isu-isu peralatan pengajaran seperti menggunakan power point.

”Tentunya harus dilihat sebagai alat pembantu, yang pemakaiannya juga memiliki batasan dalam mengaplikasinya,” jelas Osman.

Diakuinya, dampak teknologi informasi memiliki nilai positif dan juga negatif. Kebenaran akan bercampur dengan kepalsuan, sehingga peluang untuk mengakses sumber ilmu dan informasi juga memiliki resiko untuk bisa keliru. “Karena itu perlu pikiran kritis dalam menilai antara baik dan buruk,” tukas Osman yang juga penulis buku Tauhid dan Sains.

Hal senada dikatakan Direktur Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekkom) Depdiknas RI Dr Lilik Gani H A. Menurut Lilik, tenologi informasi merupakan sesuatu yang dekat dengan manusia. Sesuatu yang dulu tidak mungkin terjadi, tapi sekarang sangat mungkin terjadi.

”Dulu calon jamaah haji berangkat dengan menggunakan kapal laut, dengan waktu 17-20 hari. Tapi kini dengan kemajuan teknologi, menggunakan pesawat terbang hanya sekitar 12 jam,” ujar Lilik.

Keberadaan teknologi informasi, lanjut Lilik, tidak dapat dipisahkan dari aktivitas manusia. Menurut Lilik, mulai dari bangun hingga akan tidur kembali, semua orang pasti bersentuhan dengan teknologi informasi.

 

 

 

Manfaatkan Sarana TIK Sebagai Pembelajaran

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jaenuddin Ishaq

FITK, UIN Online - Guru Besar University of Malaya Prof Dr Osman Bakar mengatakan, memahami peran teknologi dalam media belajar dan mengajar sangatlah perlu diketahui oleh siapa pun, terutama mempermudah guru atau dosen saat memberi penjelasan kepada anak didiknya.

”Melalui teknologi, fasilitas yang tersedia juga memberi arti tersendiri untuk mempermudah memahami pelajaran. Sehingga pembelajaran akan menjadi lebih menarik,” kata Osman dalam seminar internasional bertema Pendidikan Agama Islam Berbasis Teknologi dan Informasi yang diadakan BEM Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) di ruang teater lantai III, Sabtu (19/12).

Hadir dalam kesempatan itu seperti Dekan FITK Prof Dr Dede Rosyada, Guru Besar FITK Prof Dr Moh Ardani, dosen FITK, dan sejumlah dosen di wilayah Jabodetabek.

Osman menjelaskan, ada dua metodelogi dalam pengajaran pertama, metodelogi konseptual yang berkaitan dengan pendekatan untuk memahami Islam seperti pendekatan sejarah dan sosiologi kedua, metodelogi teknikal yang berkaitan dengan isu-isu peralatan pengajaran seperti menggunakan power point.

”Tentunya harus dilihat sebagai alat pembantu, yang pemakaiannya juga memiliki batasan dalam mengaplikasinya,” jelas Osman.

Diakuinya, dampak teknologi informasi memiliki nilai positif dan juga negatif. Kebenaran akan bercampur dengan kepalsuan, sehingga peluang untuk mengakses sumber ilmu dan informasi juga memiliki resiko untuk bisa keliru. “Karena itu perlu pikiran kritis dalam menilai antara baik dan buruk,” tukas Osman yang juga penulis buku Tauhid dan Sains.

Hal senada dikatakan Direktur Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekkom) Depdiknas RI Dr Lilik Gani H A. Menurut Lilik, tenologi informasi merupakan sesuatu yang dekat dengan manusia. Sesuatu yang dulu tidak mungkin terjadi, tapi sekarang sangat mungkin terjadi.

”Dulu calon jamaah haji berangkat dengan menggunakan kapal laut, dengan waktu 17-20 hari. Tapi kini dengan kemajuan teknologi, menggunakan pesawat terbang hanya sekitar 12 jam,” ujar Lilik.

Keberadaan teknologi informasi, lanjut Lilik, tidak dapat dipisahkan dari aktivitas manusia. Menurut Lilik, mulai dari bangun hingga akan tidur kembali, semua orang pasti bersentuhan dengan teknologi informasi.