Auditorium, BERITA UIN Online – Seorang tokoh penyeru perdamaian dunia dari Korea Selatan, Man Hee Lee, mengajak seluruh warga kampus UIN Jakarta, khususnya para pendidik, agar ikut terlibat menciptakan perdamaian dunia. Ajakan Lee tersebut disampaikannya saat berkunjung ke kampus UIN Jakarta, Senin (29/1/2018).

Lee, yang juga pemimpin Heavenly Culture World Peace Restoration of Light (HWPL) atau Peace Academy yang berpusat di Seoul, Korea Selatan, itu berada di UIN Jakarta guna menandatangani program kerja sama edukasi perdamaian antara lembaganya dengan tiga universitas Islam di Indonesia, yaitu UIN Jakarta, UIN Makassar, dan UIN Sumatera Utara.

Pada acara penandatanganan yang dilakukan di Auditorium Harun Nasution tersebut,  UIN Jakarta diwakili Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Yusron Razak, UIN Makassar diwakili Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Dr Barsihannor Zuhri, dan dari UIN Sumatera Utara diwakili Kepala Pusat Penelitian Perdamaian Zzaenul Fuad.

Menurut Lee, dunia saat ini selalu dilanda konflik dan peperangan, baik yang disebabkan oleh agama maupun politik. Dalam peperangan tersebut, tak sedikit menimbulkan banyak korban jiwa di kalangan anak-anak muda dan wanita.

Karena itu, menurut mantan pejuang perang Korea itu, dirinya menyerukan agar dunia menciptakan perdamaian yang dilandasi nilai-nilai kemanusiaan.

Lebih lanjut Lee mengatakan, manusia sebenarnya diciptakan oleh Tuhan sama, bahkan agama akan bersatu jika atas nama Tuhan. Karena itu, umat beragama harus bersatu dan membangun rumah perdamaian.

“Jika sebuah bangunan rusak, sangat mudah untuk membangunnya kembali. Tetapi jika perdamaian rusak, akan sulit membangunnya kecuali dengan usaha keras,” katanya.

Selain itu, dalam pesan pidatonya, Lee secara khusus mengajak kepada warga kampus, terutama para pendidik, agar dapat memberikan edukasi perdamaian bagi para mahasiswa, sehingga tercipta saling pengertian.

Kerja sama HWPL Peace Academy dengan ketiga universitas Islam itu sendiri bertujuan untuk menciptakan misi perdamaian di kampus dan dunia. Cara yang ditempuh di antaranya dengan memasukkan materi tentang perdamaian ke dalam kurikulum pembelajaran di kelas.

Acara penandatanganan kerja sama perdamaian selain dihadiri perwakilan dari tiga universitas Islam, juga disaksikan Direktur International Womens Peace Group, Hyun Sook Yoon, dan Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Velandani Prakoso.

Dalam kesempatan itu juga, HWPL Peace Academy menunjuk Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Jakarta Dr Ali Munhanif dan Barsihannor Zuhri sebagai duta perdamaian dunia. Sementara di saat yang sama, UIN Jakarta juga memberikan penghargaan Honorary Rector kepada Man Hee Lee sebagai penggagas berdirinya Peace Academy. Penghargaan diberikan dalam bentuk sertifikat dan penyematan toga. (ns)