Malik Fadjar: Pendidikan Harus Lahirkan Tenaga Berbasis Profesional

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Auditorium Utama, UINJKT Online – Menteri Pendidikan Nasional Prof H A Malik Fadjar mengatakan, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mendidik mahasiswa namun harus mampu menggetarkan lingkungannya. Hal itu disampaikan Malik dalam seminar pendidikan bertajuk “Tantangan Pendidikan Indonesia Tahun 2010-2020” seusai launching sertifikasi dosen di Auditorium Utama UIN Jakarta, Kamis (30/4).

Fadjar menjelaskan, pendidikan harus mampu melahirkan tenaga berbasis professional, melahirkan generasi yang akan menempati posisi kepemimpinan, memiliki kepedulian, kesiapan, dan menciptakan suatu kehidupan yang berperadaban.

“Sejarah telah membuktikan, setiap pergerakan selalu dimotori oleh para intelektual,” katanya.

Menurutnya, generasi ke depan adalah generasi platinum, pemikir keagamaan dapat menembus tatanan kehidupan baru. Untuk mempersiapkan pendidikan tahun 2020, perguruan tinggi harus melakukan suatu gerakan-gerakan secara terpadu menuju pendidikan dunia Islam dengan konteks ketenagakerjaan.

“Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu bangsa maka semakin majulah negeri tersebut. Pendidikan harus ditunjang dengan sistem dan kurikulum yang baik serta jiwa entrepreneurship yang tinggi, karena Islam pun sangat menekankan jiwa entepreneurship ini,” tandasnya. [Nif/Ed]

Malik Fadjar: Pendidikan Harus Lahirkan Tenaga Berbasis Profesional

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Jamilah

Auditorium Utama, UINJKT Online – Menteri Pendidikan Nasional Prof H A Malik Fadjar mengatakan, perguruan tinggi diharapkan tidak hanya mendidik mahasiswa namun harus mampu menggetarkan lingkungannya. Hal itu disampaikan Malik dalam seminar pendidikan bertajuk “Tantangan Pendidikan Indonesia Tahun 2010-2020” seusai launching sertifikasi dosen di Auditorium Utama UIN Jakarta, Kamis (30/4).

Fadjar menjelaskan, pendidikan harus mampu melahirkan tenaga berbasis professional, melahirkan generasi yang akan menempati posisi kepemimpinan, memiliki kepedulian, kesiapan, dan menciptakan suatu kehidupan yang berperadaban.

“Sejarah telah membuktikan, setiap pergerakan selalu dimotori oleh para intelektual,” katanya.

Menurutnya, generasi ke depan adalah generasi platinum, pemikir keagamaan dapat menembus tatanan kehidupan baru. Untuk mempersiapkan pendidikan tahun 2020, perguruan tinggi harus melakukan suatu gerakan-gerakan secara terpadu menuju pendidikan dunia Islam dengan konteks ketenagakerjaan.

“Semakin tinggi tingkat pendidikan suatu bangsa maka semakin majulah negeri tersebut. Pendidikan harus ditunjang dengan sistem dan kurikulum yang baik serta jiwa entrepreneurship yang tinggi, karena Islam pun sangat menekankan jiwa entepreneurship ini,” tandasnya. [Nif/Ed]