Mahasiswa UIN Jakarta Tolak Kenaikan Harga BBM

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

FITK, BERITA UIN Online–Puluhan  mahasiswa UIN Jakarta menggelar aksi protes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Selasa (27/3). Dalam aksinya itu, secara bergantian mereka menyampaikan orasi dan membagikan siaran pers kepada pelintas jalan.

Menurut  juru bicara aksi Junaedi,  kenaikan harga BBM dipastikan menambah beban ekonomi masyarakat. Kompensasi berupa bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) atas kebijakan tersebut bukanlah solusi yang benar. “Ini adalah pembodohan dan pembohongan  publik,” katanya.

Ditegaskannya, subsidi BBM membenani Anggaran Pendapatan Belanja Negara  (APBN), seperti diklaim Pemerintah, adalah kebohongan.

“Haram bagi penguasa mengeluarkan kebijakan yang menyengsarakan rakyat sendiri, tetapi menguntungkan pihak asing,” sambungnya.

Ia menambahkan,  mayoritas  pengelolaan minyak dan gasa (Migas) di sektor  hulu dikuasai swasta dan asing. Pahadal, kekayaan alam dan energui tidak boleh dikuasai individu atau swasta, tetapi oleh negara. “Ironisnya 84% pengelolaan migas dikuasai swasta, khususnya pihak asing,” imbuh Junaedi.

Di tempat yang sama, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Patriot Indonesia (GPPI), bersikap senada. Menurut mereka, kenaikan harga BBM secara otomatis menaikkan penderitaan rakyat. “Kebijakan ini otomatis menambah beban rakyat di negeri ini,”demikian siaran pers  GPPI.

Menurutnya, kebijakan menaikkan harga BBM itu bukti pemerintah tidak bisa mengelola APBN dengan benar dan pro rakyat. “Pemerintah tidak bisa mengelola Migas dan APBN, sehingga jalan pintas yang ditempuh,”tandasnya. (zaenal M)