Mahasiswa UIN Jakarta Ikuti Workshop Youth Hostel

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Moh. Hanifudin Mahfuds

 

Hotel Ambara, UINJKT OnlineSejumlah mahasiswa UIN Jakarta mengikuti Workshop Youth Hostel yang diselenggarakan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, di Hotel Ambara Jakarta, Rabu (3/12).

 

Workshop bertema "Revitalisasi Youth Hostel Nasional dan Internasional sebagai Media Pemberdayaan Wawasan dan Kreativitas Pemuda", diselenggarakan untuk meningkatkan kapabilitas para pengelola dan mahasiswa agar dapat mengembangkan Youth Hostel di Indonesia.

 

Youth Hostel merupakan salah satu sarana pemberdayaan pengembangan wawasan dan kreatifitas generasi muda, khususnya di bidang wisata pemuda. Youth Hostel juga menjadi media inspirasi dan motivasi bagi pemuda dalam menampung, menyalurkan, mengembangkan minat, bakat, kreasi dan aktivitas di bidang mental, spiritual, ilmu pengetahuan dan keterampilan olahraga dan rekreasi serta seni dan budaya. Di Indonesia kini terdapat sedikitnya 33 Youth Hostel yang melaksanakan fungsinya sebagai sarana pemberdayaan pemuda di bawah pembinaan Kemenegpora.

 

Hadir sebagai pembicara, Adrian Coen, konsultan Youth Hostel. Coen menyampaikan materi berupa perkembangan Youth Hostel di Eropa. Menurutnya, Youth Hostel di Eropa menjadi pilihan menarik bagi para pemuda dan pelancong dengan dana yang terbatas. Hal ini karena harga sewanya jauh berbeda dengan hotel pada umumnya. Biasanya, lanjut Coen, Youth Hostel di Eropa menawarkan program-program sesuai dengan tema tertentu. Meski diperuntukkan bagi para pemuda, namun Youth Hostel juga diminati para pelancong umum yang menghendaki pengalaman lain.

 

Pengalaman yang diberikan melalui Youth Hostel adalah merasakan pergaulan yang intens dengan sejumlah pemuda dari berbagai negara dan latar belakang. “Interaksi yang menarik antara para hostelers membuat Youth Hostel diminati kalangan semua umur,” kata Coen yang fasih berbahasa Indonesia.

 

Selain Coen, pembicara lainnya memaparkan cerita sukses pengelolaan Youth Hostel di Indonesia baik yang dikelola swasta maupun pemerintah. Dua Youth Hostel yang dijadikan bahan perbandingan adalah Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Vogels Hotel di Kaliurang Yogyakarta.

 

Sebagai bagian dari industri pariwisata, Youth Hostel ditantang untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan, sebab dalam sepuluh tahun ke depan, diperkirakan akan ada satu milyar wisatawan yang berkunjung ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. [Nif/Ed]

Mahasiswa UIN Jakarta Ikuti Workshop Youth Hostel

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone

Reporter: Moh. Hanifudin Mahfuds

 

Hotel Ambara, UINJKT OnlineSejumlah mahasiswa UIN Jakarta mengikuti Workshop Youth Hostel yang diselenggarakan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, di Hotel Ambara Jakarta, Rabu (3/12).

 

Workshop bertema "Revitalisasi Youth Hostel Nasional dan Internasional sebagai Media Pemberdayaan Wawasan dan Kreativitas Pemuda", diselenggarakan untuk meningkatkan kapabilitas para pengelola dan mahasiswa agar dapat mengembangkan Youth Hostel di Indonesia.

 

Youth Hostel merupakan salah satu sarana pemberdayaan pengembangan wawasan dan kreatifitas generasi muda, khususnya di bidang wisata pemuda. Youth Hostel juga menjadi media inspirasi dan motivasi bagi pemuda dalam menampung, menyalurkan, mengembangkan minat, bakat, kreasi dan aktivitas di bidang mental, spiritual, ilmu pengetahuan dan keterampilan olahraga dan rekreasi serta seni dan budaya. Di Indonesia kini terdapat sedikitnya 33 Youth Hostel yang melaksanakan fungsinya sebagai sarana pemberdayaan pemuda di bawah pembinaan Kemenegpora.

 

Hadir sebagai pembicara, Adrian Coen, konsultan Youth Hostel. Coen menyampaikan materi berupa perkembangan Youth Hostel di Eropa. Menurutnya, Youth Hostel di Eropa menjadi pilihan menarik bagi para pemuda dan pelancong dengan dana yang terbatas. Hal ini karena harga sewanya jauh berbeda dengan hotel pada umumnya. Biasanya, lanjut Coen, Youth Hostel di Eropa menawarkan program-program sesuai dengan tema tertentu. Meski diperuntukkan bagi para pemuda, namun Youth Hostel juga diminati para pelancong umum yang menghendaki pengalaman lain.

 

Pengalaman yang diberikan melalui Youth Hostel adalah merasakan pergaulan yang intens dengan sejumlah pemuda dari berbagai negara dan latar belakang. “Interaksi yang menarik antara para hostelers membuat Youth Hostel diminati kalangan semua umur,” kata Coen yang fasih berbahasa Indonesia.

 

Selain Coen, pembicara lainnya memaparkan cerita sukses pengelolaan Youth Hostel di Indonesia baik yang dikelola swasta maupun pemerintah. Dua Youth Hostel yang dijadikan bahan perbandingan adalah Desa Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Vogels Hotel di Kaliurang Yogyakarta.

 

Sebagai bagian dari industri pariwisata, Youth Hostel ditantang untuk meningkatkan pelayanan dan kenyamanan, sebab dalam sepuluh tahun ke depan, diperkirakan akan ada satu milyar wisatawan yang berkunjung ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. [Nif/Ed]