Mahasiswa Perlu Membangun Peradaban Kampus

Print This Post Print This Post
Tweet about this on TwitterShare on FacebookShare on Google+Email this to someone


Reporter: Apristia Krisna Dewi

Aula Madya, UIN Online - Menjadi mahasiswa janganlah sekedar menjadi mahasiswa biasa yang hanya sibuk belajar di jam kuliah. Melainkan mahasiswa luar biasa yang aktif dalam menyongsong peradaban kampus. Hal itu dikatakan Ketua Kongres Mahasiswa Universitas periode 2010-2011, Panden M. Noor, dalam seminar tentang pergerakan mahasiswa di Aula Madya, Rabu (29/9).

Seminar mengusung tema “Ideologi Perubahan Kampus” dan digelar untuk memeriahkan even “Welcome To Campus” serta terselenggara atas kerja sama Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Syahid dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI).

Ketua panitia, Ade Irfan mengatakan even dalam rangka menyambut para mahasiswa baru ini, dimanfaatkan sebaik-baiknya terutama bagi mahasiswa baru. “Mahasiswa baru bukan sekedar mengikuti propesa untuk lebih mengenali kampus, tetapi juga perlu diperkenalkan ideologi tentang peradaban kampus melalui pergerakan mahasiswa salah satunya melalui organisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Panden melanjutkan bahwa mahasiswa merupakan agen perubahan yang selalu kritis terhadap berbagai dinamika persoalan termasuk persoalan di negara ini. Sebagai contoh, kasus HAM, korupsi dan sebagainya mahasiswa turut menyumbang kontribusi supaya persoalan tersebut usai. Hal itu dapat diketahui dengan aktifnya peran mahasiswa dalam berbagai kegiatan unjuk rasa.

“Mahasiswa komponen yang tak bisa di lepaskan dari maju atau mundurnya kampus, bahkan bangsa ini. Mahasiswa sebagai agen perubahan. Begitulah identitas yang selayaknya terus mengakar dalam diri mahasiswa. Mereka ada untuk menjadikan perubahan. Mereka ada untuk memberikan perbaikan. Dari akar perubahan itulah yang nantinya akan melahirkan ideologi peradaban kampus,” tegas Panden.

.Panden juga mengatakan ideologi peradaban kampus sama dengan ideologi negara yaitu sesuai Pancasila. Namun nampaknya ideologi tersebut masih belum dijalankan secara baik oleh mahasiswa karena pengaruh globalisasi.

“Oleh karena itu, saya berharap supaya para mahasiswa serius untuk aktif dalam pergerakan kampus. Sebab, tanpa pergerakan mahasiswa kampus seolah-olah hilang peradabannya,” pungkasnya.